masbejo.com – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mendesak Polri menindak tegas bandar narkoba di Katingan, Kalimantan Tengah, menyusul gugurnya tiga personel kepolisian dalam operasi pemberantasan narkotika yang berakhir tragis.
Fakta Utama Peristiwa
Dunia kepolisian Indonesia kembali berduka setelah sebuah operasi pemberantasan narkotika di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berujung maut. Insiden berdarah ini mengakibatkan tiga anggota Polri gugur saat menjalankan tugas negara. Peristiwa ini memicu reaksi keras dari parlemen, terutama Komisi III DPR RI yang membidangi hukum, HAM, dan keamanan.
Ketiga personel yang gugur dalam tugas tersebut telah mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa sebagai bentuk penghormatan terakhir. Mereka adalah Ipda Anumerta Sumariyanto, Aiptu Anumerta Yudhie Perdana Putra, dan Briptu Anumerta Nopandri Ramadhana. Kehilangan tiga nyawa prajurit Bhayangkara ini menjadi pukulan telak sekaligus alarm keras bagi intensitas perlawanan sindikat narkoba di wilayah tersebut.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, memberikan atensi khusus terhadap kasus ini. Ia menegaskan bahwa gugurnya para anggota Polri ini tidak boleh sia-sia. Penegakan hukum harus dilakukan hingga ke akar-akarnya, menyasar tidak hanya pelaku di lapangan, tetapi juga aktor intelektual di balik peredaran barang haram tersebut.
Kronologi atau Detail Kejadian
Tragedi ini bermula saat tim kepolisian melakukan operasi pengejaran terhadap jaringan narkoba di wilayah hukum Kabupaten Katingan. Medan yang berat dan risiko tinggi dalam menghadapi bandar narkoba menjadi latar belakang terjadinya insiden yang merenggut nyawa ketiga petugas tersebut.
Setelah melalui proses pencarian dan evakuasi yang intensif, seluruh korban akhirnya berhasil ditemukan. Fokus utama pihak kepolisian kini telah bergeser sepenuhnya pada aspek penegakan hukum. Penyelidikan mendalam sedang dilakukan untuk memetakan siapa saja pihak yang bertanggung jawab atas kematian ketiga polisi tersebut.
Situasi di Katingan sempat mencekam pasca-kejadian, mengingat skala insiden yang melibatkan gugurnya perwira dan bintara sekaligus dalam satu operasi. Pihak kepolisian daerah setempat kini tengah memperkuat pengamanan dan melakukan pengejaran masif terhadap para pelaku yang diduga melarikan diri ke dalam hutan atau wilayah terpencil di sekitar lokasi kejadian.
Pernyataan atau Fakta Penting
Ahmad Sahroni, dalam keterangannya kepada media pada Senin (6/7/2026), menyampaikan instruksi yang sangat tegas kepada jajaran Polri. Ia meminta agar kepolisian tidak menunjukkan kelemahan sedikit pun dalam menghadapi sindikat yang berani melawan petugas hingga menyebabkan kematian.
"Kejar semua pelaku dan tindak tegas semua yang terlibat, jangan lemah ini berbahaya, kejar juga bandar besarnya dan jangan lengah," tegas Sahroni.
Politisi yang juga menjabat sebagai Bendahara Umum DPP NasDem ini menekankan bahwa perlawanan dari bandar narkoba sudah masuk dalam kategori sangat berbahaya. Menurutnya, keberanian pelaku untuk mencelakai petugas menunjukkan bahwa mereka memiliki kekuatan dan sumber daya yang tidak bisa diremehkan.
Selain memberikan instruksi tegas, Sahroni juga menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan berat ini.
"Turut berduka bagi 3 anggota yang telah gugur semoga keluarga yang ditinggalkan tetap istikomah," ucapnya.
Lebih lanjut, Sahroni menilai bahwa pengorbanan ketiga anggota Polri tersebut adalah bentuk dedikasi tertinggi terhadap negara. Ia meminta pimpinan Polri memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas perjuangan mereka di lapangan.
"Gugur dalam perjuangan itu suatu perjuangan besar yang patut diapresiasi oleh pimpinan Polri," tambah pria yang akrab disapa "Crazy Rich Tanjung Priok" tersebut.
Dampak atau Implikasi
Gugurnya tiga anggota Polri di Katingan membawa dampak signifikan terhadap strategi pemberantasan narkoba di Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Tengah. Peristiwa ini membuktikan bahwa ancaman dari bandar narkoba bukan sekadar gertakan, melainkan ancaman nyata terhadap nyawa aparat penegak hukum.
Secara institusional, kejadian ini memicu evaluasi mendalam terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam penggerebekan narkoba di wilayah dengan risiko tinggi. Penggunaan perlengkapan pelindung, dukungan intelijen, hingga jumlah personel dalam satu tim operasi kemungkinan besar akan ditingkatkan untuk mencegah terulangnya tragedi serupa.
Bagi masyarakat, insiden ini menjadi pengingat betapa mahalnya harga yang harus dibayar untuk menjaga bangsa dari peredaran narkoba. Dukungan publik terhadap Polri dalam memberantas bandar besar diprediksi akan semakin menguat, seiring dengan desakan agar pelaku dihukum seberat-beratnya, termasuk ancaman hukuman mati bagi bandar yang terlibat dalam pembunuhan petugas.
Selain itu, pemberian gelar Anumerta kepada ketiga korban menunjukkan komitmen negara dalam menghargai jasa para pahlawan keamanan. Hal ini diharapkan dapat menjaga moral anggota Polri lainnya yang tetap bertugas di garis depan dalam memerangi narkotika.
Konteks Tambahan
Kabupaten Katingan dan wilayah Kalimantan Tengah secara umum memang dikenal memiliki tantangan geografis yang unik dalam pemberantasan narkoba. Hutan yang luas dan jalur sungai yang rumit seringkali dimanfaatkan oleh para bandar untuk menyelundupkan barang haram dan bersembunyi dari kejaran petugas.
Keterlibatan tokoh nasional seperti Ahmad Sahroni dalam menyuarakan kasus ini menunjukkan bahwa isu keamanan di daerah tidak lepas dari pengawasan pusat. Sebagai mitra kerja Polri, Komisi III DPR RI memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa Polri memiliki dukungan politik dan anggaran yang cukup untuk menghadapi sindikat narkoba yang semakin berani dan bersenjata.
Kasus ini juga menambah daftar panjang anggota Polri yang gugur dalam tugas pemberantasan narkoba di Indonesia. Hal ini mempertegas pernyataan pemerintah bahwa Indonesia masih berada dalam status "Darurat Narkoba". Perlawanan terhadap bandar besar kini bukan lagi sekadar penangkapan biasa, melainkan sebuah perang terbuka demi kedaulatan hukum dan keselamatan generasi mendatang.
Dengan ditemukannya seluruh korban, kini bola panas berada di tangan penyidik Polda Kalteng dan Polres Katingan. Publik menanti hasil nyata dari pengejaran bandar besar yang dimaksud oleh Sahroni, sebagai bentuk pertanggungjawaban atas hilangnya nyawa tiga putra terbaik bangsa.