masbejo.com – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menyerahkan bantuan kursi roda elektrik dan biaya pengobatan kepada Muhammad Hannan, seorang siswa kelas 2 SDN 08 Kebun Sikolos yang mengalami kelumpuhan akibat tumor tulang belakang di Padang Panjang, Sumatra Barat. Aksi kemanusiaan ini menjadi titik terang bagi keluarga sederhana tersebut setelah berbulan-bulan berjuang menghadapi keterbatasan fisik sang anak.
Fakta Utama Peristiwa
Momen penuh haru mewarnai kedatangan Andre Rosiade di kediaman keluarga Muhammad Hannan (9) yang terletak di Jalan Rasuna Said, Kelurahan Kampung Manggis, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang. Kedatangan legislator asal Sumatra Barat ini bertujuan untuk menyerahkan langsung bantuan alat kesehatan berupa kursi roda elektrik yang telah lama dinantikan oleh Hannan.
Selain bantuan alat penunjang mobilitas, Andre Rosiade juga memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp3 juta. Dana tersebut dialokasikan untuk membantu meringankan beban biaya pengobatan rutin serta kebutuhan operasional harian keluarga. Bantuan ini diserahkan langsung kepada orang tua Hannan, Syahrer (54) dan Nurlina (44), di tengah suasana kekeluargaan yang erat.
Dalam kunjungan tersebut, Andre Rosiade tidak datang sendirian. Ia didampingi oleh Sekjen DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) Braditi Moulevey. Kehadiran tokoh-tokoh ini menegaskan komitmen untuk hadir langsung di tengah masyarakat yang sedang mengalami kesulitan, khususnya bagi warga yang membutuhkan penanganan medis mendesak namun terkendala biaya.
Kronologi atau Detail Kejadian
Kondisi kesehatan Muhammad Hannan mulai menurun drastis dalam beberapa bulan terakhir. Bocah yang dikenal ceria ini didiagnosis menderita tumor pada bagian lumbal atau tulang belakang bagian bawah. Penyakit serius ini berdampak fatal pada fungsi motoriknya, yang menyebabkan kedua kaki Hannan mengalami kelumpuhan total.
Akibat kondisi tersebut, aktivitas Hannan menjadi sangat terbatas. Ia tidak lagi bisa berjalan menuju sekolah, bermain dengan teman sebaya, atau sekadar berinteraksi di luar rumah. Kesehariannya hanya dihabiskan di dalam rumah, sementara sang ibu, Nurlina, harus bekerja ekstra keras berjualan kelontong untuk menopang ekonomi keluarga yang memiliki lima orang anak.
Keluarga sempat mengalami masa-masa sulit ketika Hannan terus menanyakan kapan ia bisa kembali bersekolah. Rasa rindu akan suasana kelas dan teman-temannya membuat Hannan sering menangis, terutama saat kursi roda yang diharapkan belum kunjung tiba. Kondisi psikologis anak ketiga dari lima bersaudara ini menjadi perhatian serius bagi keluarga sebelum akhirnya informasi mengenai kondisinya sampai ke telinga Andre Rosiade.
Pernyataan atau Fakta Penting
Dalam dialognya dengan pihak keluarga, Andre Rosiade menekankan pentingnya percepatan penanganan medis bagi Hannan. Ia meminta agar keluarga tidak menunda proses konsultasi dengan dokter spesialis agar perkembangan penyakit bisa dipantau secara intensif.
"Kalau nanti harus MRI lagi di RSUP M Djamil, insya Allah tim kami akan bantu uruskan. Semoga Hannan terus semangat dan segera diberi kesembuhan," ujar Andre Rosiade dalam keterangannya pada Minggu (10/5/2026).
Andre juga memberikan instruksi khusus agar pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging) dilakukan sesegera mungkin. Menurutnya, diagnosis yang cepat dan tepat melalui teknologi pencitraan medis akan menentukan langkah penanganan selanjutnya, apakah diperlukan tindakan operasi atau terapi berkelanjutan lainnya.
Di sisi lain, Nurlina selaku ibu kandung Hannan, tak kuasa menahan rasa syukur. Ia menceritakan betapa kursi roda elektrik ini adalah impian besar anaknya. "Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Terima kasih banyak kepada Bapak Andre Rosiade yang sudah memberikan bantuan kursi roda elektrik dan biaya pengobatan untuk anak saya," ungkapnya dengan nada bergetar.
Dampak atau Implikasi
Pemberian kursi roda elektrik ini memberikan dampak signifikan terhadap kemandirian Muhammad Hannan. Dengan alat tersebut, Hannan kini tidak lagi bergantung sepenuhnya pada bantuan fisik orang lain untuk berpindah tempat. Hal ini diprediksi akan meningkatkan kepercayaan diri dan kondisi psikologis Hannan yang sempat menurun akibat penyakitnya.
Secara ekonomi, bantuan uang tunai sebesar Rp3 juta memberikan ruang napas bagi keluarga Syahrer dan Nurlina. Sebagai pedagang kelontong kecil, biaya pengobatan tumor tulang belakang tentu menjadi beban yang sangat berat. Dukungan finansial ini memastikan bahwa kebutuhan gizi dan obat-obatan dasar Hannan dapat terpenuhi dalam jangka pendek.
Lebih jauh, aksi ini memicu apresiasi luas dari masyarakat di Padang Panjang. Kehadiran anggota DPR RI secara langsung ke rumah warga dinilai sebagai bentuk nyata dari fungsi representasi rakyat. Hal ini juga memberikan pesan kuat mengenai pentingnya kolaborasi antara pejabat publik dan organisasi sosial seperti IKM dalam merespons isu-isu kemanusiaan di daerah.
Konteks Tambahan
Kasus yang dialami Muhammad Hannan merupakan satu dari sekian banyak tantangan kesehatan yang dihadapi masyarakat di daerah. Penyakit tumor lumbal pada anak memerlukan penanganan medis yang kompleks dan biaya yang tidak sedikit. Keterlibatan tokoh publik seperti Andre Rosiade seringkali menjadi jembatan bagi warga kurang mampu untuk mendapatkan akses kesehatan yang lebih baik di rumah sakit rujukan seperti RSUP M Djamil Padang.
Andre Rosiade sendiri dikenal sebagai legislator yang aktif turun ke lapangan di wilayah Sumatra Barat. Melalui berbagai program bantuan sosial dan advokasi kesehatan, ia kerap menyasar keluarga-keluarga yang berada di bawah garis kemiskinan namun memiliki anggota keluarga yang menderita penyakit kronis.
Kini, dengan adanya kursi roda elektrik dan jaminan pendampingan untuk proses MRI, Hannan memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan kesembuhan atau setidaknya kualitas hidup yang lebih baik. Semangat Hannan untuk kembali ke bangku sekolah di SDN 08 Kebun Sikolos kini bukan lagi sekadar mimpi, melainkan rencana nyata yang siap diwujudkan dalam waktu dekat.