AS Klaim Tenggelamkan Fregat Iran, 148 Pelaut Hilang

Ringkasan Peristiwa

Sebuah kapal selam Amerika Serikat (AS) menenggelamkan fregat IRIS Dena milik Iran di Samudra Hindia pada Rabu (4/3/2026), menyebabkan 148 pelaut hilang dan hanya 32 awak yang berhasil diselamatkan oleh otoritas Sri Lanka. Insiden ini terjadi di perairan internasional, sekitar 40 kilometer selatan pelabuhan Galle, Sri Lanka.

Latar Belakang dan Konteks

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, memuji serangan tersebut sebagai bukti jangkauan global Amerika dalam perangnya melawan Iran. Hegseth menyebut penenggelaman ini sebagai "kematian senyap" dan merupakan penenggelaman kapal musuh pertama oleh AS dengan torpedo sejak Perang Dunia II. Pentagon menegaskan bahwa salah satu tujuan utama perang AS-Israel melawan Iran adalah untuk melenyapkan angkatan laut negara tersebut, menyoroti eskalasi konflik di perairan internasional.

Kronologi Kejadian

Fregat IRIS Dena mengirimkan panggilan darurat pada Rabu (4/3) dini hari. Dalam waktu kurang dari satu jam, sebuah kapal penyelamat dari Sri Lanka mencapai lokasi kejadian yang berada sekitar 40 kilometer (25 mil) selatan pelabuhan Galle. Saat kapal penyelamat tiba, fregat tersebut telah tenggelam sepenuhnya, hanya menyisakan bercak minyak di permukaan laut.

Poin Penting

  • Waktu Kejadian: Rabu (4/3/2026) dini hari.
  • Lokasi: Samudra Hindia, sekitar 40 kilometer selatan pelabuhan Galle, Sri Lanka.
  • Aktor Utama: Kapal selam AS (penyerang), fregat IRIS Dena Iran (korban), otoritas Sri Lanka (penyelamat).
  • Dampak Langsung: 148 pelaut Iran hilang, 32 awak berhasil diselamatkan.
  • Klaim AS: Penenggelaman kapal musuh pertama oleh torpedo AS sejak Perang Dunia II.
Terkait:  Bareskrim Bongkar Jaringan Ekstasi di Kelab Malam Bali

Dampak dan Implikasi

Insiden ini mempertegas ketegangan dalam "perang AS-Israel melawan Iran" dan menunjukkan kemampuan militer AS untuk beroperasi secara global. Bagi Sri Lanka, peristiwa ini menempatkan negara tersebut dalam posisi yang sensitif. Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Vijitha Herath, menyatakan bahwa warga Iran yang diselamatkan segera dilarikan ke rumah sakit utama di selatan pulau itu. Dua kapal angkatan laut dan sebuah pesawat dikerahkan untuk mencari pelaut lainnya yang hilang. Sri Lanka, yang tetap netral dalam konflik Timur Tengah, menegaskan bahwa operasi penyelamatan dilakukan sesuai dengan kewajiban maritim internasionalnya. Negara ini juga memiliki kepentingan ekonomi yang signifikan di Timur Tengah, dengan lebih dari satu juta warganya bekerja di sana sebagai sumber devisa utama.

Pernyataan Resmi

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan, "Sebuah kapal selam Amerika menenggelamkan kapal perang Iran yang mengira dirinya aman di perairan internasional. Sebaliknya, kapal itu ditenggelamkan oleh torpedo." Ia menambahkan, "Seperti dalam perang itu, kita berjuang untuk menang." Pentagon secara terpisah mengonfirmasi bahwa salah satu tujuan utama perang AS-Israel melawan Iran adalah untuk melenyapkan angkatan laut negara itu.

Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Vijitha Herath, menginformasikan parlemen mengenai upaya penyelamatan dan perawatan medis bagi para korban. Juru bicara angkatan laut Sri Lanka, Buddhika Sampath, menegaskan, "Kami menanggapi panggilan darurat sesuai dengan kewajiban internasional kami, karena ini berada di dalam area pencarian dan penyelamatan kami di Samudra Hindia." Sampath juga menambahkan, "Kami telah menemukan beberapa jenazah dari daerah tempat kapal itu tenggelam."

Terkait:  Serangan Israel Tewaskan 3 Jurnalis di Lebanon

Duta Besar Iran di Kolombo, Alireza Delkhosh, belum dapat dihubungi untuk memberikan komentar terkait insiden ini.

Perkembangan Selanjutnya

Pencarian terhadap 148 pelaut Iran yang hilang masih terus dilakukan oleh angkatan laut dan angkatan udara Sri Lanka, meskipun harapan untuk menemukan lebih banyak korban selamat semakin menipis. Otoritas Sri Lanka menyatakan tidak akan merilis rekaman penyelamatan karena melibatkan militer negara lain. Sementara itu, polisi telah meningkatkan keamanan di luar rumah sakit Galle tempat para awak Iran yang terluka dirawat. Belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari pihak Iran mengenai insiden penenggelaman fregat IRIS Dena ini.