Calvert-Lewin Siap Jadi Pelapis Kane Demi Piala Dunia 2026

Ambisi Piala Dunia dan Performa Terkini

Striker Leeds United, Dominic Calvert-Lewin, secara tegas menyatakan kesiapannya untuk mengambil peran sebagai pelapis Harry Kane demi mengamankan satu tempat di skuad Timnas Inggris untuk Piala Dunia 2026. Pernyataan ini muncul di tengah performa impresifnya di Premier League musim ini, yang kembali menempatkannya dalam radar seleksi tim nasional.

Manajer Inggris, Thomas Tuchel, dijadwalkan akan mengumumkan daftar pemain yang dipersiapkan untuk menghadapi dua pertandingan internasional melawan Uruguay dan Jepang pada Jumat (21/3/2026) mendatang. Calvert-Lewin, dengan catatan golnya yang menonjol, menjadi salah satu nama yang berpeluang besar untuk dipanggil kembali.

Hingga pekan ke-30 Premier League, penyerang berusia 28 tahun ini telah mengemas 10 gol, menyamai torehan penyerang Brighton & Hove Albion, Danny Welbeck. Catatan ini menjadikan Calvert-Lewin sebagai salah satu penyerang lokal paling produktif di liga, sebuah statistik yang memperkuat klaimnya untuk kembali ke timnas.

Latar Belakang dan Persaingan di Timnas Inggris

Peluang Calvert-Lewin untuk kembali mengenakan seragam The Three Lions menjadi sorotan, mengingat sudah hampir lima tahun berlalu sejak penampilan terakhirnya. Ia terakhir kali membela Inggris pada Juli 2021 dalam pertandingan melawan Ukraina, menandai periode panjang absen dari panggung internasional.

Sejak saat itu, persaingan di lini depan Timnas Inggris semakin ketat dengan munculnya talenta-talenta baru dan konsistensi para penyerang yang sudah ada. Namun, konsistensi Calvert-Lewin dalam mencetak gol di liga domestik memberikan argumen kuat bagi pemanggilannya, terutama sebagai opsi cadangan yang memiliki profil berbeda dari Harry Kane.

Terkait:  Pemerintah Cairkan Bonus ASEAN Para Games, Ferry Targetkan Malaysia

Piala Dunia 2026 menjadi target ambisius bagi banyak pemain Inggris, dan posisi penyerang tengah, khususnya sebagai alternatif bagi kapten tim, selalu menjadi salah satu slot yang paling diperebutkan. Kehadiran penyerang dengan pengalaman dan kematangan seperti Calvert-Lewin dapat menambah kedalaman skuad.

Perjalanan Karier dan Kesiapan Mental

Dominic Calvert-Lewin telah menunjukkan peningkatan performa yang signifikan bersama Leeds United, yang tercermin dari produktivitas golnya di Premier League. Momentum positif ini menjadi modal penting untuk menarik perhatian Thomas Tuchel dan staf pelatih Timnas Inggris.

Pengalamannya sebagai pelapis Harry Kane di Euro 2020 (yang ditunda dan digelar pada 2021 karena pandemi COVID-19) memberinya pemahaman mendalam tentang peran tersebut. Kala itu, ia merasakan langsung dinamika turnamen besar dan tuntutan mental yang diperlukan untuk selalu siap sedia.

Kini, dengan usia 28 tahun, Calvert-Lewin menyatakan bahwa ia memiliki kematangan mental yang lebih tinggi untuk menerima peran tersebut, berbeda dengan perasaannya saat masih lebih muda di Euro 2020. Ia menyadari pentingnya menghargai kesempatan yang ada dan siap memberikan dampak kapan pun dibutuhkan.

Poin Kunci Pernyataan Dominic Calvert-Lewin

Dalam sebuah wawancara di podcast ESPN, ‘The Football Reporters’, Dominic Calvert-Lewin menyampaikan beberapa poin penting terkait ambisinya:

  • Realistis tentang Harry Kane: Ia mengakui dominasi Harry Kane sebagai salah satu penyerang tengah terbaik di dunia, sangat produktif, dan merupakan kapten Timnas Inggris. Calvert-Lewin menilai bahwa menggusur Kane dari posisi utama adalah tugas yang sangat sulit.
  • Pengalaman sebagai Pelapis: Ia pernah merasakan menjadi pelapis Kane di Euro 2020 dan memahami sepenuhnya tuntutan peran tersebut. Pengalaman itu membentuk mentalnya untuk selalu siap.
  • Ketangguhan Mental: Calvert-Lewin menekankan pentingnya ketangguhan mental dan kesiapan penuh untuk bermain kapan pun dipanggil. Ia belajar dari momen-momen sulit di turnamen sebelumnya ketika ia merasa ingin bermain lebih banyak.
  • Menerima Peran: Dengan pengalaman yang lebih matang, ia kini memahami dan menerima peran yang mungkin akan diperjuangkannya di timnas, yaitu sebagai opsi cadangan.
  • Komunikasi dengan Manajer: Ia belum berbicara langsung dengan manajer Thomas Tuchel, namun tidak merasa perlu. Calvert-Lewin percaya bahwa jika Tuchel perlu berbicara deng
Terkait:  Arsenal Singkirkan Leverkusen, Fokus Penuh Final Carabao Cup