masbejo.com – Hujan deras dengan intensitas tinggi memicu luapan dua sungai besar di wilayah Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, yang mengakibatkan puluhan rumah warga terendam banjir hingga ketinggian satu meter pada Minggu malam.
Fakta Utama Peristiwa
Bencana banjir melanda kawasan pemukiman di Desa Laladon dan Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, pada Minggu (19/4/2026). Luapan air berasal dari pertemuan dua aliran sungai, yakni Kali Ciapus dan Kali Cibinong, yang tidak mampu lagi menampung debit air akibat hujan ekstrem.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, sebanyak 30 unit rumah di Desa Laladon terendam banjir dengan ketinggian mencapai 1 meter. Sementara itu, di Desa Sukamakmur, luapan anak Kali Ciapus juga merendam sedikitnya 2 unit rumah warga dengan ketinggian air sekitar 40 centimeter.
Total warga yang terdampak secara langsung di dua lokasi tersebut mencapai 32 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 129 jiwa. Selain rumah tinggal, fasilitas publik seperti tempat ibadah dan area pemakaman juga tidak luput dari terjangan air bah.
Kronologi atau Detail Kejadian
Peristiwa ini bermula ketika hujan deras mengguyur wilayah Bogor dan sekitarnya sejak pukul 18.00 WIB. Durasi hujan yang cukup lama menyebabkan volume air di hulu sungai meningkat drastis. Kondisi geografis di Desa Laladon, yang menjadi titik pertemuan antara Kali Ciapus dan Kali Cibinong, menjadi faktor utama terjadinya luapan.
Air mulai merangsek masuk ke pemukiman warga dengan cepat saat debit sungai melampaui batas tanggul alami. Dalam waktu singkat, ketinggian air di titik terendah mencapai 100 centimeter atau setinggi pinggang orang dewasa. Warga yang tengah beraktivitas di dalam rumah terpaksa menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.
Di lokasi lain, tepatnya di Desa Sukamakmur, luapan anak Kali Ciapus juga mulai masuk ke rumah warga. Meskipun ketinggian air tidak setinggi di Laladon, arus air yang membawa material lumpur cukup menyulitkan warga setempat.
Pernyataan atau Fakta Penting
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, mengonfirmasi bahwa banjir ini murni disebabkan oleh faktor cuaca dan kondisi hidrologi sungai setempat.
"Disebabkan hujan deras yang cukup lama dan ada pertemuan antara Kali Ciapus dan Kali Cibinong, sehingga air meluap ke permukiman warga di Desa Laladon. Ketinggian banjir kurang lebih satu meter," ujar M. Adam Hamdani dalam keterangannya, Minggu (19/4/2026).
Ia juga merinci dampak kerusakan fasilitas umum yang terjadi di lapangan. Menurut hasil kaji cepat tim di lokasi, banjir tidak hanya menyasar hunian pribadi, tetapi juga fasilitas vital masyarakat.
"Fasilitas umum terdampak adalah Masjid Jami Assalam dan TPU (Tempat Pemakaman Umum). Terendam banjir dengan ketinggian kurang lebih 1 meter," tambah Adam.
Setelah bertahan selama kurang lebih 3 jam, debit air dilaporkan mulai menyusut seiring dengan meredanya intensitas hujan di wilayah hulu. Petugas gabungan dari BPBD, relawan, dan masyarakat setempat langsung bergerak cepat melakukan penanganan pascabanjir.
Dampak atau Implikasi
Dampak dari banjir ini menyisakan persoalan sanitasi dan kebersihan bagi warga terdampak. Material lumpur yang dibawa oleh luapan sungai mengendap di dalam rumah-rumah warga dan area Masjid Jami Assalam. Lumpur setebal beberapa sentimeter menutupi lantai, sehingga memerlukan penanganan ekstra untuk pembersihan.
Secara psikologis, warga di bantaran Kali Ciapus kini berada dalam kondisi waspada tinggi. Mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Bogor, risiko banjir susulan menjadi ancaman nyata. Kerusakan pada perabotan rumah tangga dan infrastruktur lingkungan juga menjadi kerugian materiil yang harus ditanggung oleh warga.
Selain itu, terendamnya area TPU menimbulkan kekhawatiran terkait kerusakan nisan atau amblasnya tanah makam akibat genangan air yang cukup lama. Pihak desa dan dinas terkait diharapkan segera melakukan pengecekan fisik terhadap fasilitas umum yang terdampak tersebut.
Konteks Tambahan
Wilayah Ciomas secara topografis memang memiliki beberapa titik rawan banjir, terutama di area yang berdekatan dengan aliran Kali Ciapus. Sungai ini merupakan salah satu drainase alami utama di Kabupaten Bogor yang mengalirkan air dari lereng Gunung Salak.
Pertemuan dua arus sungai (konfluensi) seperti yang terjadi antara Kali Ciapus dan Kali Cibinong di Desa Laladon sering kali menjadi titik lemah saat debit air meningkat. Fenomena "backwater" atau air yang tertahan sering terjadi di titik pertemuan ini, yang kemudian memicu luapan ke area pemukiman yang memiliki elevasi lebih rendah.
BPBD Kabupaten Bogor menekankan pentingnya penanganan jangka panjang dari dinas teknis terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Langkah-langkah seperti normalisasi sungai, pengerukan sedimen lumpur, hingga pembangunan tanggul penahan tanah (TPT) di titik-titik kritis dinilai mendesak untuk dilakukan guna mengantisipasi kejadian serupa di masa depan.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Kecamatan Ciomas sudah berangsur kondusif. Tim gabungan masih bersiaga di lapangan untuk membantu warga melakukan penyedotan sisa air dan pembersihan material lumpur menggunakan unit pompa dan peralatan kebersihan lainnya. Warga diimbau untuk tetap memantau prakiraan cuaca dari BMKG dan selalu waspada terhadap kenaikan debit sungai secara tiba-tiba.