DWP Kemensos Salurkan Bantuan ATENSI Rp82 Juta bagi Disabilitas Jombang

masbejo.com – Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial RI, Fatma Saifullah Yusuf, meninjau langsung program pemberdayaan ekonomi bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI), bantuan senilai puluhan juta rupiah disalurkan untuk mendorong kemandirian kelompok rentan yang dijuluki sebagai "Para Tersayang".

Fakta Utama Peristiwa

Kunjungan kerja DWP Kementerian Sosial di Kabupaten Jombang menjadi momentum penting bagi penguatan ekosistem inklusif di tingkat desa. Berpusat di Balai Desa Dukuhklopo, Kecamatan Peterongan, kegiatan ini menyoroti keberhasilan penyandang disabilitas dalam menghasilkan produk bernilai ekonomi, mulai dari telur asin hingga kerajinan tangan.

Dalam kesempatan tersebut, DWP Kemensos bersama Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta menyerahkan bantuan ATENSI dengan total nilai mencapai Rp82.496.521. Bantuan ini menyasar 22 penerima manfaat, yang terdiri dari 21 penyandang disabilitas dan satu orang dari kelompok rentan.

Fokus utama dari intervensi ini adalah memastikan bahwa keterbatasan fisik maupun psikososial tidak menjadi penghalang bagi warga untuk hidup mandiri dan bermartabat.

Kronologi dan Detail Kegiatan di Lapangan

Suasana di Balai Desa Dukuhklopo pada Sabtu (4/7) tampak berbeda dari biasanya. Aroma gurih telur asin yang baru matang menyeruak dari ruang pemberdayaan, menandakan aktivitas produktif para warga binaan. Di sudut ruangan lain, jemari para penyandang disabilitas terlihat cekatan menganyam tas macrame, sementara sebagian lainnya sibuk mengolah serabut kelapa menjadi sapu siap jual.

Fatma Saifullah Yusuf menyambangi setiap meja produksi untuk berdialog langsung dengan para penerima manfaat. Kehadirannya bertujuan untuk memastikan bahwa pendampingan yang diberikan pemerintah berjalan efektif di tingkat akar rumput.

Terkait:  Petani di Bone Tewas Ditikam Buntut Dugaan Selingkuh

Selain meninjau produksi kerajinan, rombongan juga mengunjungi Pos Kesehatan Jiwa (Poskeswa) Mergo Waras di bawah binaan Puskesmas Dukuhklopo. Fasilitas ini, bersama dengan Poskeswa Mantap Jiwa di Kecamatan Sumobito, menjadi garda terdepan dalam memberikan layanan rehabilitasi bagi penyandang disabilitas psikososial.

Di tempat ini, pendekatan yang digunakan tidak lagi sekadar medis-klinis, melainkan menyentuh sisi kemanusiaan yang paling dalam. Para penyandang disabilitas psikososial di sini disapa dengan sebutan "Para Tersayang", sebuah akronim dari "Terabaikan Kasih Sayang di Saat Jiwanya Goyang".

Pernyataan Penting dan Rincian Bantuan

Fatma Saifullah Yusuf menegaskan bahwa penggunaan istilah "Para Tersayang" memiliki filosofi mendalam untuk menghapus stigma negatif di masyarakat. Menurutnya, sebutan tersebut adalah pengingat bahwa setiap individu berhak atas penerimaan dan kasih sayang, terutama saat berada dalam fase sulit.

"Mereka adalah bagian utuh dari masyarakat yang memiliki hak setara untuk bekerja, belajar, berkarya, dan hidup bermartabat," ujar Fatma dalam keterangan resminya.

Lebih lanjut, Fatma merinci bantuan yang disalurkan agar tepat sasaran sesuai kebutuhan masing-masing individu:

  1. Alat Bantu Aksesibilitas: Terdiri dari 2 unit kursi roda standar, 1 unit kursi roda adaptif khusus untuk penyandang cerebral palsy, dan 4 unit sepeda adaptif.
  2. Modal Kewirausahaan: Diberikan kepada 15 penerima manfaat dengan jenis usaha yang beragam, mulai dari usaha tambal ban, warung kopi, produksi telur asin, kerajinan tas macrame, mebel, pembuatan jaranan, hingga perdagangan pakaian.
  3. Layanan Kesehatan: Selain bantuan fisik, dilakukan pemeriksaan kesehatan gratis yang diikuti oleh sekitar 100 peserta, termasuk kader Posyandu setempat.
Terkait:  Polres Jaksel Fasilitasi Fun Run Ramadan, Cegah Balap Liar

Fatma berpesan agar bantuan modal dan alat tersebut tidak dianggap sebagai hasil akhir, melainkan sebagai stimulan untuk mencapai kemandirian ekonomi jangka panjang.

Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat

Langkah DWP Kemensos ini memberikan dampak signifikan pada pola penanganan disabilitas di daerah. Dengan mengintegrasikan program ATENSI, proses pemulihan tidak lagi hanya bergantung pada obat-obatan, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi dan penguatan psikologis.

Secara ekonomi, bantuan modal usaha memungkinkan para penyandang disabilitas untuk memiliki penghasilan mandiri, sehingga mengurangi ketergantungan pada bantuan sosial yang bersifat konsumtif. Secara sosial, keberadaan Poskeswa yang inklusif membantu masyarakat sekitar untuk lebih terbuka dan menerima keberadaan penyandang disabilitas psikososial tanpa diskriminasi.

Keberhasilan di Jombang ini diharapkan menjadi model bagi daerah lain dalam mengelola kesehatan jiwa berbasis komunitas. Integrasi antara pemenuhan kebutuhan dasar, terapi, dan kewirausahaan terbukti mampu membangkitkan rasa percaya diri para penerima manfaat.

Konteks Tambahan dan Kolaborasi Lintas Sektor

Keberhasilan program ini tidak lepas dari kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan daerah. Agenda bakti sosial ini turut dihadiri oleh jajaran Pemkab Jombang, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Kesehatan, serta pengurus DWP Kabupaten Jombang.

Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta berperan penting dalam menyediakan dukungan teknis dan asesmen terhadap kebutuhan spesifik para disabilitas di Jombang. Sinergi ini menunjukkan bahwa penanganan masalah sosial yang kompleks memerlukan keterlibatan banyak pihak, mulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga organisasi sosial seperti DWP.

Dengan adanya dukungan berkelanjutan, "Para Tersayang" di Jombang kini memiliki peluang lebih besar untuk membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk memberikan kontribusi nyata bagi ekonomi keluarga dan masyarakat. Program ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi dan memberdayakan warga yang paling rentan.