Fakta di Balik Viral Pocong Duduk di Teras Warga Depok: Polisi Pastikan Hoax Hasil Editan

masbejo.com – Warga Depok kembali dihebohkan dengan beredarnya foto penampakan sosok pocong yang diklaim tengah duduk di teras rumah warga, namun pihak kepolisian memastikan bahwa informasi tersebut adalah hoaks atau berita bohong hasil rekayasa digital.

Fakta Utama Peristiwa

Fenomena "penampakan" makhluk halus yang viral di media sosial kembali menyasar wilayah Kota Depok. Kali ini, sebuah foto yang memperlihatkan sosok putih menyerupai pocong sedang duduk di teras rumah warga di kawasan Jatijajar, Tapos, Depok, menjadi perbincangan hangat netizen sejak Minggu (24/5/2026).

Foto tersebut menyebar cepat melalui berbagai platform pesan singkat dan media sosial, memicu keresahan di tengah masyarakat setempat. Narasi yang menyertai foto tersebut mengeklaim bahwa peristiwa itu terjadi pada Sabtu (23/5) dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB, tepatnya di Jalan Al Ikhlas.

Merespons kegaduhan tersebut, jajaran kepolisian dari Polsek Cimanggis segera bergerak cepat melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian (TKP) guna memverifikasi kebenaran informasi yang beredar luas tersebut.

Kronologi dan Detail Kejadian

Berdasarkan penelusuran di lapangan, foto yang beredar memperlihatkan sebuah teras rumah dengan pencahayaan minim, di mana terdapat sosok putih yang duduk di atas lantai atau kursi rendah. Visual yang tampak samar namun menyerupai bentuk pocong tersebut seketika memancing beragam reaksi dari warga, mulai dari rasa takut hingga spekulasi mistis.

Kapolsek Cimanggis, Kompol Jupriono, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi mendalam dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi kunci di lokasi yang disebutkan dalam unggahan viral tersebut. Hasilnya, polisi menemukan bahwa tidak ada satu pun warga yang melihat penampakan tersebut secara langsung pada waktu yang diklaim.

Terkait:  Trump: AS Bernegosiasi dengan Ketua Parlemen Iran

Penyelidikan polisi mengarah pada kesimpulan bahwa foto tersebut bukanlah hasil tangkapan kamera yang murni, melainkan sebuah konten yang telah dimanipulasi sedemikian rupa untuk menciptakan kesan adanya penampakan makhluk halus.

Pernyataan dan Fakta Penting

Kepastian mengenai status hoaks ini diperkuat oleh pernyataan tokoh agama setempat. Kompol Jupriono mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan dari Ustaz Agus Salim, foto yang beredar tersebut adalah murni rekayasa atau editan.

"Menurut keterangan dari Bapak Ustaz Agus Salim, bahwa kejadian foto yang beredar di medsos bahwa pocong sudah ketangkep itu tidak benar atau hoax," tegas Jupriono saat memberikan keterangan kepada media.

Lebih lanjut, Jupriono membeberkan fakta mengejutkan mengenai asal-usul foto asli sebelum diedit. Ternyata, objek asli dalam foto tersebut adalah seorang warga yang sedang duduk santai di teras musala.

Hoax Pocong Muncul Lagi, Kali Ini Diviralkan Duduk di Teras Warga Depok

"Itu adalah editan. Menurut keterangan Ustaz Agus Salim, itu foto selesai salat magrib sembari nunggu salat isya, mereka sedang ngobrol di teras musala. Namun, oleh orang yang tidak bertanggung jawab, foto itu diedit seolah-olah ada pocongnya," jelas Kapolsek Cimanggis tersebut.

Warga di sekitar Jalan Al Ikhlas juga mengaku tidak tahu-menahu mengenai asal mula postingan tersebut dan merasa terganggu dengan narasi bohong yang mencatut wilayah mereka. Mereka menegaskan bahwa situasi di lingkungan mereka tetap kondusif dan tidak ada teror mistis seperti yang digambarkan di media sosial.

Dampak dan Implikasi

Penyebaran hoaks bertema mistis seperti ini bukan sekadar lelucon digital, melainkan memiliki dampak nyata terhadap psikologi massa. Di beberapa wilayah, isu "pocong keliling" atau penampakan serupa sering kali memicu kepanikan yang berlebihan, yang pada gilirannya dapat mengganggu aktivitas ekonomi dan sosial warga di malam hari.

Terkait:  Kemensos Jadi Satu-satunya Penyedia Buku Braille Gratis Nasional

Selain itu, pihak kepolisian menyoroti adanya potensi bahaya dari konten hoaks semacam ini. Selain menciptakan keresahan, narasi mistis terkadang digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab sebagai modus kriminalitas untuk membuat lingkungan sepi sehingga memudahkan aksi pencurian.

Polisi mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyaring informasi yang diterima melalui media sosial. Masyarakat diminta untuk tidak langsung membagikan (share) konten yang belum jelas kebenarannya, terutama yang berkaitan dengan isu-isu sensitif yang dapat memicu kegaduhan publik.

Konteks Tambahan: Tren Hoaks di Depok

Kasus di Jatijajar ini bukanlah kali pertama warga Depok dipusingkan oleh isu pocong palsu. Sebelumnya, pada April lalu, informasi bohong serupa juga sempat menggegerkan warga di Pasir Putih, Sawangan, Depok.

Kala itu, sebuah foto penampakan pocong yang berdiri di depan pintu rumah warga disebarkan melalui grup WhatsApp RT. Kabar tersebut sempat memicu ketakutan massal hingga aparat dari Polsek Bojongsari harus turun tangan.

Kapolsek Bojongsari, Kompol Fauzan Thohari, saat itu memimpin langsung pengecekan ke lokasi bersama ketua RT setempat. Hasilnya sama: informasi tersebut dinyatakan sebagai berita bohong.

"Kami sudah cek bersama ketua RT setempat dan berita tersebut adalah hoax," ujar Kompol Fauzan Thohari dalam catatan peristiwa sebelumnya.

Berulangnya kejadian serupa di wilayah yang berbeda di Depok menunjukkan adanya pola penyebaran disinformasi yang memanfaatkan unsur lokalitas dan kepercayaan mistis masyarakat. Pihak kepolisian menegaskan akan terus memantau aktivitas di media sosial dan tidak segan mengambil tindakan hukum bagi pihak-pihak yang sengaja menyebarkan berita bohong yang meresahkan masyarakat sesuai dengan UU ITE.

Dengan terungkapnya fakta di Jatijajar ini, masyarakat diharapkan kembali tenang dan tidak terpengaruh oleh unggahan-unggahan serupa yang tidak memiliki dasar fakta yang kuat. Polisi memastikan bahwa situasi keamanan di Depok tetap terjaga dan patroli rutin akan terus ditingkatkan untuk memberikan rasa aman bagi warga.