Humas Zaman Now: KLH dan detikcom Perkuat Literasi Digital di Batch 3

masbejo.com – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) berkolaborasi dengan detikcom kembali menggelar program pelatihan intensif The Classroom Batch 3 untuk memperkuat kapasitas komunikasi publik di era digital. Kegiatan yang berlangsung di Bogor ini bertujuan membekali tim humas dengan keterampilan jurnalistik modern, produksi konten kreatif, hingga strategi pengelolaan media sosial yang adaptif.

Fakta Utama Peristiwa

Di tengah derasnya arus informasi digital yang sering kali tumpang tindih, peran hubungan masyarakat (humas) instansi pemerintah kini mengalami transformasi besar. Humas tidak lagi sekadar menjadi corong informasi searah, melainkan harus mampu menjadi produser konten yang tangkas, akurat, dan relevan dengan tren audiens masa kini.

Menyadari tantangan tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menggandeng media nasional detikcom untuk menyelenggarakan The Classroom KLH/BPLH Batch 3. Pelatihan ini dilaksanakan selama tiga hari, tepatnya pada 14-16 Juli 2026, bertempat di Wisma Diklat PGN, Megamendung, Bogor.

Program ini dirancang sebagai wadah peningkatan kompetensi bagi personel humas agar memiliki standar kerja layaknya praktisi media profesional. Fokus utamanya adalah penguasaan tiga pilar penting: teknik jurnalistik dasar, produksi konten visual yang estetik, dan manajemen platform digital yang strategis.

Kronologi dan Detail Pelatihan

Rangkaian pembelajaran dalam The Classroom Batch 3 disusun secara sistematis untuk mencakup seluruh aspek komunikasi digital. Pelatihan ini dibagi menjadi tiga sesi utama yang dipandu langsung oleh para pakar dari detikcom:

1. Sesi NewsCraft+ (Dasar Jurnalistik)
Sesi pembuka ini dipandu oleh Redaktur Pelaksana detikFinance, Angga Aliya ZRF. Di sini, peserta diajak menyelami dapur redaksi untuk memahami bagaimana sebuah informasi diproses menjadi berita yang layak konsumsi. Materi yang diberikan meliputi:

  • Teknik reportase dasar dan riset cepat di lapangan.
  • Metode wawancara yang efektif untuk menggali informasi mendalam.
  • Penulisan berita langsung (straight news) dan tulisan bercerita (feature) ringan.
  • Penerapan etika jurnalistik guna menjaga kredibilitas informasi pemerintah.
Terkait:  Satgas Bekuk 2 Pemasok Amunisi KKB di Jayapura, Ungkap Jaringan Dana

2. Sesi CreativeHub+ (Produksi Konten Visual)
Setelah menguasai teknik penulisan, peserta beralih ke aspek visual bersama Head of Brandstudio detikcom, Okta Marfianto. Sesi ini menitikberatkan pada kemampuan teknis produksi konten menggunakan perangkat yang ada, termasuk telepon genggam (mobile journalism). Peserta mempelajari:

  • Teknik pengambilan gambar dan penyusunan shot list.
  • Penentuan framing yang menarik secara visual.
  • Dasar-dasar pembuatan audio visual agar pesan yang disampaikan lebih efektif dan tidak membosankan.

3. Sesi BrandLab+ (Strategi Media Sosial)
Sesi terakhir dipimpin oleh Head of Brand Communication detikcom, Karel Anderson. Fokusnya adalah bagaimana mendistribusikan konten yang telah dibuat agar mencapai jangkauan maksimal. Materi meliputi:

  • Pengelolaan kalender konten harian dan dokumentasi kegiatan.
  • Teknik bercerita (storytelling) dalam format video pendek.
  • Pengaturan pacing video, pembuatan subtitle, dan grafis sederhana.
  • Adaptasi format konten agar sesuai dengan algoritma dan karakter unik dari masing-masing platform media sosial.

Pernyataan dan Fakta Penting

Pelatihan ini bukan sekadar pemaparan teori satu arah. Panitia merancang The Classroom KLH/BPLH Batch 3 agar lebih interaktif dengan porsi praktik yang besar. Peserta ditantang untuk langsung mengaplikasikan materi yang didapat melalui simulasi peliputan dan pembuatan konten di lokasi pelatihan.

Selain itu, terdapat berbagai permainan interaktif yang dirancang untuk mendorong kolaborasi antarpeserta. Hal ini penting mengingat kerja humas di instansi besar seperti KLH/BPLH memerlukan koordinasi tim yang solid dan kreativitas yang terus terasah.

Keterlibatan praktisi media dari detikcom seperti Angga Aliya ZRF, Okta Marfianto, dan Karel Anderson memberikan perspektif industri yang nyata bagi para peserta. Dengan memahami cara kerja media nasional, tim humas diharapkan dapat menjalin sinergi yang lebih baik dengan jurnalis di lapangan serta mampu mengelola kanal mandiri mereka dengan kualitas yang setara.

Terkait:  Update Perang Gaza: 10 Tewas Akibat Serangan Israel, Calon Pengantin Jadi Korban

Dampak dan Implikasi bagi Komunikasi Publik

Peningkatan kapasitas humas melalui program The Classroom ini diprediksi akan membawa dampak signifikan terhadap kualitas informasi lingkungan hidup yang diterima masyarakat. Dengan kemampuan mengemas pesan secara cepat dan menarik, isu-isu krusial mengenai pengendalian lingkungan dapat tersampaikan dengan lebih luas dan mudah dipahami oleh generasi muda yang mendominasi ruang digital.

Secara internal, keberlanjutan program ini menunjukkan komitmen KLH/BPLH dalam melakukan transformasi digital secara menyeluruh. Humas yang kompeten akan menjadi garda terdepan dalam menangkal disinformasi atau hoaks terkait kebijakan lingkungan, sekaligus membangun citra positif instansi melalui narasi yang kuat dan berbasis data.

Bagi publik, hal ini berarti akses terhadap informasi resmi pemerintah akan menjadi lebih segar, interaktif, dan tidak lagi kaku. Konten-konten edukasi mengenai pelestarian lingkungan dapat disajikan dalam format video pendek yang viral namun tetap mengedepankan akurasi fakta.

Konteks Tambahan: Konsistensi Transformasi

The Classroom KLH/BPLH Batch 3 merupakan bagian dari rangkaian panjang upaya penguatan komunikasi publik kementerian. Sebelumnya, KLH/BPLH dan detikcom telah sukses menyelenggarakan dua gelombang pelatihan serupa.

Batch 1 telah dilaksanakan pada 17-19 Juni 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan Batch 2 pada 30 Juni hingga 2 Juli 2026. Kehadiran Batch 3 ini menegaskan bahwa pengembangan sumber daya manusia di bidang komunikasi adalah prioritas berkelanjutan, bukan sekadar agenda seremonial.

Dengan berakhirnya Batch 3 di Megamendung, diharapkan tim humas KLH/BPLH kini memiliki "senjata" baru dalam menghadapi tantangan komunikasi di masa depan. Transformasi dari humas konvensional menjadi humas digital yang kreatif adalah kunci utama agar pesan-pesan pelestarian lingkungan tetap relevan di telinga masyarakat luas.