InJourney Sabet HR Asia Awards 2026, Bukti Transformasi SDM Global

masbejo.com – PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney sukses memborong penghargaan bergengsi di ajang HR Asia Awards 2026 sebagai salah satu perusahaan terbaik untuk bekerja di Asia. Capaian ini menegaskan keberhasilan holding BUMN aviasi dan pariwisata tersebut dalam merombak budaya kerja dan kualitas sumber daya manusia di level internasional.

Fakta Utama Peristiwa

InJourney secara resmi dinobatkan sebagai Best Companies to Work for in Asia 2026. Tidak hanya itu, perusahaan plat merah ini juga membawa pulang penghargaan HR Asia People Transformation Award 2026, sebuah apresiasi khusus atas keberhasilan mereka dalam melakukan transformasi fundamental pada aspek sumber daya manusia (SDM) dan budaya kerja.

Penghargaan ini diserahkan langsung kepada Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman, dalam seremoni yang berlangsung di Ritz Carlton Jakarta pada 5 Juni 2026. Kemenangan ini menjadi tonggak sejarah penting bagi InJourney yang baru beberapa tahun berdiri sebagai holding, namun telah mampu menyejajarkan diri dengan perusahaan-perusahaan raksasa di kawasan Asia.

Keberhasilan ini bukan merupakan prestasi tunggal. Sebelumnya, InJourney juga telah mengantongi predikat Great Place to Work 2026 serta penghargaan Indonesia Best Companies in Creating Leaders from Within 2025 dari Majalah SWA. Rentetan penghargaan ini menjadi bukti empiris bahwa transformasi di sektor aviasi dan pariwisata Indonesia dimulai dari penguatan fondasi internal, yakni manusia.

Kronologi dan Detail Penilaian

Proses untuk meraih gelar di HR Asia Awards bukanlah perkara mudah. Ajang yang diselenggarakan oleh Business Media International ini dikenal memiliki standar penilaian yang sangat ketat dan komprehensif. Setiap perusahaan peserta harus melewati serangkaian evaluasi mendalam yang melibatkan ribuan responden.

Tahun ini, survei HR Asia Award melibatkan setidaknya 2,5 juta responden dari 20.000 perusahaan di seluruh Asia. Menariknya, sekitar 20% dari peserta merupakan perusahaan yang masuk dalam daftar Fortune Global 500 Companies. Hal ini menjadikan penghargaan tersebut sebagai salah satu tolok ukur praktik manajemen SDM paling kredibel di kawasan regional.

Terkait:  Drone Hizbullah Tewaskan Tentara Israel, Smotrich Desak Balasan Brutal

Proses evaluasi dimulai dari survei internal kepada karyawan untuk mengukur tingkat kepuasan dan keterlibatan mereka. Kriteria utama penilaian meliputi:

  1. Budaya Organisasi: Bagaimana nilai-nilai perusahaan diinternalisasi.
  2. Keterlibatan Karyawan: Sejauh mana karyawan merasa memiliki dan berkontribusi pada visi perusahaan.
  3. Manajemen SDM: Efektivitas kebijakan rekrutmen, pengembangan, hingga retensi talenta.
  4. Keberlanjutan: Bagaimana praktik SDM mendukung keberlangsungan bisnis jangka panjang.

Setelah data survei terkumpul, tim audit independen melakukan verifikasi ketat yang dilanjutkan dengan sesi presentasi strategis di hadapan dewan juri ahli sebelum akhirnya InJourney dinyatakan layak menyandang gelar terbaik.

Pernyataan Strategis Manajemen

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menegaskan bahwa transformasi yang dilakukan perusahaan bukan sekadar perubahan administratif, melainkan perombakan pola pikir. Menurutnya, InJourney fokus membangun budaya kerja yang inklusif dan kolaboratif untuk menghapus ego sektoral.

"Kami mendorong sinergi lintas entitas untuk menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi industri, masyarakat, dan bangsa. Kami ingin membangun fondasi yang kuat bagi masa depan ekosistem aviasi dan pariwisata Indonesia yang semakin terintegrasi dan berdaya saing global," ujar Maya Watono dalam keterangan resminya, Senin (8/6/2026).

Maya menambahkan bahwa kompetensi inti yang ditanamkan di seluruh lini organisasi adalah budaya Melayani Sepenuh Hati dan Customer-Orientation. Hal ini krusial mengingat InJourney mengelola aset-aset vital pariwisata nasional yang bersentuhan langsung dengan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Senada dengan hal tersebut, Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman, menyebut bahwa manusia adalah kunci keberhasilan jangka panjang. "Pencapaian ini menjadi bukti bahwa transformasi yang berpusat pada manusia adalah kunci. Kami memastikan setiap insan perusahaan tumbuh, berkembang, dan berkontribusi dalam menghadirkan pengalaman terbaik bagi wisatawan," tegas Herdy.

Dampak dan Implementasi Kebijakan SDM

Keberhasilan InJourney meraih penghargaan ini didorong oleh penerapan kebijakan SDM yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Perusahaan menerapkan pendekatan end-to-end sustainable development framework melalui program unggulan yang disebut InJourney Future Leader Programs.

Terkait:  PPATK Bongkar Modus Baru Judi Online: Cuci Uang Rp286 T Lewat Kripto

Program ini dirancang untuk mengawal siklus karier karyawan secara utuh, mulai dari fase onboarding hingga mencapai posisi kepemimpinan puncak. Fokusnya mencakup tiga pilar kompetensi utama:

  • Kompetensi Profesional: Keahlian teknis sesuai bidang kerja.
  • Kompetensi Functional: Kemampuan menjalankan fungsi organisasi secara efektif.
  • Kompetensi Leadership: Mencetak pemimpin masa depan yang mampu menavigasi perubahan.

Selain pengembangan karier, InJourney juga sangat memperhatikan aspek kesejahteraan dan lingkungan kerja. Melalui Respectful Workplace Policy, perusahaan menjamin ruang kerja yang aman, bebas dari diskriminasi, intoleransi, serta menjunjung tinggi etika profesional.

Tak berhenti di situ, terdapat pula Employee Well-Being Program. Program ini memberikan perhatian khusus pada keseimbangan fisik, mental, dan sosial karyawan. InJourney meyakini bahwa organisasi yang sehat secara mental akan jauh lebih produktif dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan industri yang dinamis.

Konteks Tambahan: Sinergi Ekosistem Holding

Sebagai holding BUMN, salah satu tantangan terbesar InJourney adalah menyatukan berbagai entitas dengan latar belakang budaya yang berbeda. Untuk mengatasi hal ini, InJourney mengimplementasikan Talent Management System yang terintegrasi.

Sistem ini memungkinkan terjadinya Talent Mobility, di mana karyawan berprestasi memiliki kesempatan untuk berkontribusi lintas entitas di dalam grup. Mekanisme seperti Project Assignment hingga Interntrip (magang internal) menjadi sarana bagi karyawan untuk memperluas wawasan dan pengalaman di berbagai sektor, mulai dari pengelolaan bandara, hotel, hingga destinasi wisata.

Langkah strategis ini tidak hanya mengoptimalkan potensi individu, tetapi juga memperkuat integrasi ekosistem pariwisata Indonesia. Dengan SDM yang memiliki pemahaman lintas sektor, InJourney optimis dapat memperkuat posisi Indonesia di panggung industri pariwisata dunia, sekaligus memberikan manfaat luas bagi generasi mendatang.

Penghargaan HR Asia Awards 2026 ini pada akhirnya menjadi validasi bahwa strategi transformasi SDM yang dijalankan InJourney telah berada di jalur yang tepat untuk membawa pariwisata Indonesia terbang lebih tinggi di kancah global.