Iran Longgarkan Blokade Hormuz untuk Jepang-Korsel

Ringkasan Peristiwa

Iran telah mengindikasikan kesediaannya untuk membuka jalur aman di Selat Hormuz bagi kapal-kapal Jepang dan Korea Selatan, meskipun kedua negara tersebut tidak memutuskan hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat dan Israel. Kelonggaran ini muncul di tengah krisis energi global yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah, menandai perubahan sikap Teheran setelah sebelumnya memberlakukan blokade ketat.

Latar Belakang dan Konteks

Blokade Selat Hormuz oleh Iran merupakan respons langsung terhadap perang yang melibatkan negaranya dengan Amerika Serikat dan Israel, yang dimulai pada 28 Februari lalu. Tindakan ini secara signifikan mengganggu lalu lintas maritim di salah satu jalur pelayaran minyak terpenting di dunia, memicu kekhawatiran serius akan krisis energi global. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebelumnya memperingatkan akan menyerang kapal apa pun yang mencoba melintasi jalur air tersebut, menyebabkan lalu lintas maritim hampir terhenti dan menimbulkan ketegangan internasional yang tinggi.

Kronologi Kejadian

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada Minggu (22/3/2026), menyampaikan kepada Kyodo News Jepang bahwa Selat Hormuz tidak sepenuhnya ditutup. Araghchi menjelaskan bahwa selat tersebut hanya diblokade untuk kapal-kapal milik negara yang dianggap musuh atau menyerang Iran, sementara kapal dari

Terkait:  Bazar Prime Ramadan Jakarta 2026: UMKM dan Subsidi Sembako di Balai Kota