Bunyi dan Sifatnya

Jawaban apa perbedaan rambatan pada bunyi dan cahaya

Berikut jawaban apa perbedaan rambatan pada bunyi dan cahaya. Sebelum kami uraikan contoh jawaban pada pertanyaan diatas. Kita akan ulas terlebih dahulu materi yang terkait pada pertanyaan diatas.

 

Topik C: Bunyi dan Sifatnya

Pertanyaan Esensial
1. Bagaimana bunyi merambat?
2. Mengapa ada bunyi keras dan pelan?
3. Apa yang memengaruhi tinggi dan rendahnya suatu bunyi?
4. Apa yang memengaruhi keras dan pelan suatu bunyi?
5. Apakah kita bisa meredam suara?

Aga, Ian, Mia, Dara, dan Banu sedang berlatih untuk festival sekolah. Mereka memainkan alat yang menghasilkan bunyi berbeda-beda. Bisakah kalian menebak bunyi yang dihasilkan oleh kelima karakter di atas? Apa sumber bunyinya? Setiap alat menghasilkan bunyi yang berbeda-beda. Di kelas 4, kalian sudah mempelajari bahwa bunyi berasal dari benda yang bergetar. Lalu, bagaimanakah sifat bunyi? Mengapa bunyi beraneka ragam?

Mari Mencoba

Mencari Tahu Bagaimana Bunyi Merambat

Jika cahaya merambat lurus, bagaimana cara bunyi merambat, ya? Mari kita lakukan percobaan untuk melihat bagaimana bunyi merambat!

Percobaan 1

1. Atur posisi di meja seperti pada gambar berikut.

2. Ketukkan benda dengan pelan di tengah meja.

3. Coba berganti posisi atau titik sumber suara (titik untuk mengetukkan sendok).

4. Bandingkan perbedaan suara yang terdengar jika kepala diangkat dari meja.

5. Tulis hasil pengamatan kalian pada lembar kerja.

Percobaan 2

1. Aturlah posisi dengan teman kalian agar kalian saling membelakangi.

2. Cobalah untuk saling berbicara. Apakah kalian bisa mendengar suara teman kalian?

3. Sekarang, cobalah salah satu dari kalian berdiri di luar kelas dan memanggil nama teman yang masih dalam posisi duduk. Apakah teman yang dalam posisi duduk masih bisa mendengar suara teman yang memanggil di luar kelas?

4. Berdirilah di halaman sekolah. Suara apa saja yang kalian dengar? Dari mana kira-kira sumber suara yang kalian dengar tersebut?

5. Tulis hasil pengamatan kalian pada lembar kerja.

Percobaan 3
Alat dan bahan:
1. baskom berisi air;
2. botol minuman bekas yang sudah digunting bagian dasarnya (minta bantuan guru kalian jika kesulitan mengguntingnya);
3. gunting atau sendok.

Baca Juga :  Jawaban apa hubungan bunyi dan proses mendengar

Langkah percobaan:

1. Masukkan botol yang sudah digunting bagian dasarnya ke dalam baskom. Atur posisi dan peran kalian seperti pada gambar.

2. Gunting bisa juga diganti sendok. Ketukkan sendok di dasar baskom sehingga menghasilkan suara.

3. Lepaskan telinga kalian dari mulut botol, lalu bandingkan suara yang terdengar.

4. Tulis hasil pengamatan kalian pada lembar kerja.

5. Kemudian, diskusikan secara berkelompok pertanyaan di bawah ini dan tulis jawabannya dalam buku tugas.

a. Media apa saja yang bisa merambatkan bunyi dari ketiga percobaan yang telah dilakukan? (Petunjuk: perhatikan perantara yang menghubungkan sumber suara dengan telinga kalian)

b. Di antara ketiga percobaan yang telah dilakukan, mana menurut kalian media yang paling baik merambatkan bunyi? (suara terdengar lebih keras dan jelas)

c. Dari percobaan 1 dan 2, menurut kalian kemana saja arah bunyi bergerak?(Petunjuk: pada Topik A kalian melihat bahwa cahaya bergerak lurus, lalu bagaimana dengan bunyi?)

Sifat Bunyi

Tahukah kalian apa itu garpu tala? Alat ini dipakai untuk menyelaraskan nada. Saat dipukul dengan keras, garpu tala akan bergetar dalam waktu cukup lama. Jika garpu tala yang bergetar ini disentuhkan dengan air, kita bisa melihat gelombang air bergerak ke semua arah. Hal ini membuktikan bahwa bunyi bergerak ke segala arah.

Percobaan sederhana ini membuktikan bahwa bunyi bergerak ke segala arah. Kalian bisa mendengar suara bel sekolah tanpa melihat bendanya. Seluruh penghuni sekolah yang berada di ruangan yang berbeda-beda juga akan mendengar suara bel sekolah.

Berbeda dengan cahaya, suara membutuhkan medium untuk merambat. Bunyi bisa merambat melalui benda padat, cair, dan gas. Benda padat merupakan medium paling baik dalam merambatkan bunyi. Hal ini karena partikel-partikel penyusun pada benda padat lebih berdekatan sehingga lebih cepat menghantarkan bunyi.

Tahukah kalian bahwa suara juga bisa dipantulkan? Saat menabrak benda yang keras, seperti batu, tembok, dan lantai, suara akan memantul kembali ke arah sumber suara. Pantulan suara ini disebut gema atau gaung. Pernahkah kalian mendengarnya?

Sebaliknya, benda-benda yang lunak, seperti busa, bantal, karpet, dan kain akan menyerap suara. Menurut kalian mengapa kita tidak mendengarkan gaung/gema di dalam rumah yang ditinggali/di rumah yang terdapat banyak perabotan?

Lakukan Bersama

Mengamati Hasil Bunyi yang Berbeda-beda

Setiap bunyi pasti memiliki karakter atau sifat yang berbeda. Antarsenar gitar saja bisa menghasilkan bunyi yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut ditentukan dari tinggi rendah serta keras atau pelannya bunyi. Bagaimana maksudnya? Yuk, kita coba lakukan percobaan berikut untuk mengamatinya secara langsung

Alat dan bahan:
1. botol plastik dengan ukuran dan bentuk yang sama 5 buah;
2. air secukupnya;
3. pewarna makanan (jika ada);
4. spidol;
5. kertas.

Baca Juga :  Jawaban bagaimana makhluk hidup pada suatu ekosistem mendapatkan energi

Percobaan 1
Langkah percobaan:

1. Gunakan spidol atau kertas dan beri label botol plastik dengan tulisan A, B, C, D, dan E.

2. Isi botol dengan air. Botol A berisi air paling sedikit dan botol E berisi air paling banyak.

3. Jika ada, gunakan pewarna makanan yang berbeda untuk setiap botol. Fungsinya agar kalian bisa melihat perbedaan botol dengan lebih jelas.

4. Pertama-tama, tiuplah bagian mulut botol A dan dengarkan nada yang dihasilkan. Ketika kalian meniupkan udara ke mulut botol, udara di dalam botol akan akan bergetar dan menghasilkan suara.

5. Ulangi tahap 4 dengan botol B sampai botol E.

6. Pastikan kalian meniup dengan kekuatan yang sama untuk semua botol.

7. Tuliskan hasil pengamatan kalian dalam tabel di lembar kerja. Gunakan skala 1-5 untuk menggambarkan tinggi rendahnya nada yang dihasilkan. Di mana skala 1 untuk nada terendah dan skala 5 untuk nada tertinggi.

Percobaan 2
Langkah percobaan:

1. Lakukan hal yang sama dengan percobaan 1, namun sekarang cobalah tiup dengan lebih kuat.

2. Apa perbedaan yang kalian dengar? Apakah nadanya berubah? Tulislah hasil pengamatan kalian pada lembar kerja.

Tinggi Rendah Bunyi

Bunyi dari sebuah benda berubah bergantung pada seberapa cepat benda tersebut bergetar. Ketika benda bergetar sangat cepat maka akan timbul bunyi yang tinggi, contohnya suara peluit dan kicau burung.

Sebaliknya, benda yang bergetar dengan lambat akan menimbulkan bunyi yang rendah. Contohnya suara anjing menggonggong, drum, dan detak jantung kalian.

Suara orang dewasa terdengar lebih rendah dibanding anak-anak. Hal ini karena pita suara akan bertambah panjang dan besar ketika kita dewasa. Oleh karena itu, pita suara akan bergetar lebih lambat dan menghasilkan nada yang lebih rendah dibanding suara kita saat masih kecil.

Kita bisa mengatur tinggi rendah sebuah bunyi dengan membuat benda bergetar lebih cepat atau lebih lambat. Apakah kalian bisa menjelaskan cara mengatur tinggi rendah bunyi pada alat musik suling?

Intensitas bunyi

Intensitas bunyi adalah seberapa keras sebuah bunyi terbentuk. Suara yang keras, seperti petir memiliki intensitas yang tinggi. Suara yang pelan, seperti suara orang berbisik atau suara senandung musik memiliki intensitas yang rendah. Bisakah kalian mencari contoh lain untuk bunyi yang memiliki intensitas tinggi dan rendah?

Intensitas berbeda dengan tinggi rendah bunyi. Suling yang ditiup pelan tetap menghasilkan bunyi yang tinggi, namun memiliki intensitas yang rendah.

Senar gitar yang paling tebal menghasilkan bunyi yang rendah. Namun, jika dipetik dengan kuat akan menghasilkan intensitas yang tinggi. Kita bisa mengubah intensitas suara dengan mengatur gaya yang diberikan untuk membuat benda bergetar.

Baca Juga :  Jawaban mengapa makhluk hidup membutuhkan energi

Mari Refleksikan

1. Hal menarik apa yang kalian dapatkan pada topik kali ini?

Jawaban: Kami mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana cara bunyi merambat dan hasil bunyi yang berbeda-beda.

2. Apa perbedaan rambatan pada bunyi dan cahaya?

Jawaban: Cahaya merambat lurus sedangkan bunyi merambat ke segala arah.

3. Mengapa kita tidak selalu mendengar gema/gaung walaupun ada benda padat, seperti tembok di sekitar kita?

Jawaban: Karena ada benda-benda lain yang menyerap bunyi. Di dalam kelas ada tas, kain, tirai, buku, dan benda-benda lainnya. Di dalam rumah ada bantal, sofa, tirai, baju, karpet, dan benda-benda lainnya. Dengan demikian, pantulan bunyi tidak menghasilkan gaung/gema.

4. Apa yang memengaruhi jenis-jenis bunyi?

Jawaban: Yang memengaruhi jenis-jenis bunyi adalah Tinggi rendah nada, serta intensitas atau gaya yang diberikan dari bunyi tersebut.

5. Bagaimana kita bisa mengubah nada dan intensitas dari bunyi?

Jawaban: Mengubah tinggi/rendah nada dengan membuat benda bergetar lebih cepat/lambat. Bisa dengan mengencangkan senar, menambah ukuran, dan sebagainya. Mengubah intensitas dari bunyi dengan memberikan gaya yang berbeda.

Belajar Lebih Lanjut

Gangguan Penglihatan pada Manusia

Beberapa hewan, seperti kelelawar, lumba-lumba, dan paus menggunakan kemampuan yang disebut ekolokasi untuk mendeteksi musuh, menentukan arah, menghindari bahaya, mencari makanan, serta berkomunikasi. Ekolokasi menggunakan sifat suara. Suara yang dikeluarkan akan memantul saat bertemu objek atau permukaan. Kemudian, suara pantulan ini akan digunakan oleh hewan sebagai informasi mengenai musuh, makanan, dan lain-lain. Manusia tidak memiliki kemampuan untuk mendengarkan suara ini.

Kemampuan ekolokasi ini dipelajari oleh manusia untuk menciptakan berbagai macam teknologi, di antaranya ultrasonografi dan alat pengukur kedalaman laut. Ultrasonografi atau USG adalah alat yang biasa dipakai oleh dokter untuk melakukan pemeriksaan bagian dalam tubuh kita.

Apa yang Sudah Aku Pelajari?

1. Bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar dan merambat ke segala arah.

2. Bunyi bisa merambat melalui benda padat, cair, dan gas.

3. Bunyi bisa dipantulkan oleh benda-benda keras, seperti tembok, batu, dan sebagainya. Namun, bunyi bisa juga diredam oleh benda-benda lunak, seperti busa, bantal, karpet, dan sebagainya.

4. Tinggi rendah bunyi dipengaruhi oleh seberapa cepat benda tersebut bergetar. Kita bisa mengatur tinggi rendah bunyi dengan membuat benda bergetar lebih cepat atau lebih lambat.

5. Seberapa keras bunyi dihasilkan disebut intensitas. Kita bisa mengatur intensitas bunyi dengan memperbesar atau memperkecil gaya yang diberikan kepada benda.