Berkenalan dengan Lingkungan Sekitar

Jawaban apa yang dimaksud dengan praaksara

Berikut jawaban apa yang dimaksud dengan praaksara. Sebelum kami uraikan contoh jawaban pada pertanyaan diatas. Kita akan ulas terlebih dahulu materi yang terkait pada pertanyaan diatas.

 

Berkenalan dengan Lingkungan Sekitar

Berkenalan dengan Alam

Benda pada gambar di atas merupakan peninggalan dari aktivitas manusia sebelum mengenal aksara/tulisan (praaksara). Pada zaman tersebut, kehidupan manusia masih menggunakan benda-benda yang ada di sekitar. Kehidupan primitif masih menjadi aktivitas sehari-sehari dari manusia. Namun demikian, teknologi yang digunakan seperti benda-benda yang diciptakan sudah canggih di zamannya. Beberapa peradaban meninggalkan benda-benda tersebut hingga saat ini dan memberikan manfaat bagi aktivitas manusia.

 

Lembar Aktivitas 1 Aktivitas Kelompok

Jawab pertanyaan-pertanyaan berikut dengan teman-teman kelompok kalian!

1. Apa yang dimaksud dengan praaksara?

Jawaban : Kata praaksara sendiri tersusun dari 2 kata. Kata yang pertama adalah pra yang berarti sebelum dan kata kedua adalah aksara yang berarti tulisan, sehingga praaksara adalah masa kehidupan manusia sebelum mengenal tulisan.

2. Bagaimana proses pembentukan bumi?

Jawaban : Beberapa ahli menjabarkan tentang proses pembentukan bumi pertama kali dengan pendapat atau teorinya masing-masing. Diantaranya:

1. Teori Big Bang (Ledakan Besar)

Pada 1956, Fred Hoyle menerangkan bahwa seluruh benda yang kini ada di tata surya terbentuk dari peristiwa tabrakan dua bintang kembar yang akhirnya meledak. Teori ini juga sering disebut “teori bintang kembar”. Ledakan tersebut menyebabkan seluruh unsur bintang pecah menjadi debu-debu angkasa. Satu unsur terkuat saat itu adalah matahari dengan gaya gravitasinya. Debu yang berserakan mulai bersatu menjadi planet dan asteroid. Salah satu planet yang terbentuk adalah bumi.

2. Teori Planetisimal

Pendapat ini dikemukakan oleh Forest Ray Moulton dan Thomas Crowder Chamberlin. Mereka menyatakan tata surya ada karena benda padat berukuran kecil (planetisial) yang secara konsisten mengelilingi inti bersuhu tinggu. Planet kecil tersebut akhirnya ada yang menyatu dan menjadi planet-planet yang ukurannya lebih besar, salah satunya bumi. Sedangkan, inti dengan suhu tinggi tadi menjadi matahari.

3. Teori Pasang Surut

Hipotesa ini diungkapkan dua orang astronom, yakni James Hoowod dan Harold Jeffreys. Matahari disebutkan sebagai satu-satunya unsur yang ada dalam tata surya. Seluruh planet yang kini ada, salah satunya bumi, tercipta karena adanya serpihan matahari yang lepas. Gravitasi bintang lain dan matahari (juga bintang) saling tarik menarik hingga menghempaskan serpihan. Bentuk awalnya menyerupai susunan cerutu panjang yang secara konsisten mengelilingi matahari hingga akhirnya mendingin dan menjadi planet.

4. Teori Awan

Debu Alam semesta dahulu terdiri dari kumpulan awan besar yang unsurnya terbentuk dari debu dan gas. Carl Friedrich von Weizsacker dan Gerard Peter Kuiper sebagai pelopor teori ini mengungkapkan, ada ketidakteraturan gaya tarik menarik di awan tersebut. Gaya tersebut lama-kelamaan kosisten bergerak cepat dan teratur hingga membentuk matahari sebagai inti piringan. Di bagian luar inti, terdapat beberapa planet yang juga terbentuk dari proses pergerakan awan besar.

5. Teori Nebula

Filsuf Jerman, Imanuel Kant, mengungkapkan proses pembentukan tata surya diawali dari nebula (gas bersuhu tinggi dan berputar secara lambat). Pergerakan tersebut menyebabkan munculnya inti energy yang disebut sebagai inti massa di tempat berbeda. Inti paling besar terdapat di tengah tata surya menjadi matahari dan inti-inti kecil di sekitarnya mulai membentuk jadi planet. Bumi adalah salah satu yang tercipta dari inti kecil tersebut dengan komposisi sesuai. Sedangkan, matahari bersuhu paling tinggi dibanding inti lainnya.

6. Teori Kondensasi

Teori ini dikemukakan astronom Belanda, G.P Kuiper pada tahun 1950. Teori ini menyampaikan bahwa tata surya terbentuk karena adanya bola kabut raksasa yang berputar hingga menjadi cakram raksasa.

3. Bagaimana makhluk hidup dapat muncul pada masa awal pembentukan bumi?

Jawaban : Awal munculnya kehidupan di Bumi pada awal pembentukan Bumi disebabkan oleh komet dan meteorit yang bertabrakan dengan Bumi pada awal pembentukan Bumi. Beberapa ilmuwan percaya bahwa benih kehidupan di Bumi dibawa oleh komet dan meteorit yang menabrak Bumi pada awal pembentukannya. Komet dan meteorit yang menabrak Bumi diperkirakan mengandung air, yang bercampur dengan asam hidrosianat dan sulfida. Di bawah pengaruh sinar ultraviolet dari matahari, asam nukleat terbentuk dari campuran air, hidrogen sianida dan sulfida sebagai zat pembentuk DNA. Benih kehidupan dimulai di sini.

4. Bagaimana cara makhluk hidup untuk tetap lestari hidup di permukaan bumi?

Jawaban : Mahluk hidup berkembang biak untuk mendapatkan keturunan yang baru agar spesies mereka tetap lestari di bumi.

5. Bagaimana hikmah yang kalian dapatkan dari proses pembentukan bumi dengan isu pemanasan global dan kerusakan bumi?

Jawaban : hikmah yang kita dapatkan adalah bahwa kita harus selalu menjaga kelestarian alam di bumi dan jangan sekali kali kita merusaknya

6. Presentasikan hasil dari diskusi kelompok kalian dengan bimbingan guru!

 

Baca Juga :  Jawaban dari teks “Fobia” tersebut, apa perbedaan ketakutan biasa dengan fobia

Bumi kita sudah sangat tua dan banyak mengalami kerusakan. Pemanasan global (global warming), efek rumah kaca, polusi udara, air, dan tanah merupakan contoh yang dapat merusak bumi. Kerusakan bumi banyak disebabkan oleh perilaku manusia. Beberapa aktivitas yang menimbulkan kerusakan antara lain, penggunaan teknologi yang menghasilkan polusi, aktivitas membakar hutan atau menebang pohon sembarangan, dan membuang sampah sembarangan.