Apresiasi Lingkungan dan Budaya Lokal

Jawaban apa yang kalian sarankan untuk mengembangkan lingkungan tempat tinggal Vera dan Dian

Table of Contents

Berikut jawaban apa yang kalian sarankan untuk mengembangkan lingkungan tempat tinggal Vera dan Dian. Sebelum kami uraikan contoh jawaban pada pertanyaan diatas. Kita akan ulas terlebih dahulu materi yang terkait pada pertanyaan diatas.

 

Apresiasi Lingkungan dan Budaya Lokal

Lingkungan sekitar dan budaya lokal memiliki daya tarik luar biasa bila kalian cermati. Karena itu, lingkungan dan budaya lokal perlu diapresiasi atau dihargai sebaik-baiknya. Hanya masyarakat yang sungguh-sungguh menghargai lingkungan dan budayanya sendiri yang akan dapat menjadi masyarakat maju.

Baca Juga :  Jawaban setelah menyimak teks “Darman dan Darmin”, dapatkah kalian menyebutkan sifat dari masing-masing anak

Bentuk apresiasi terhadap lingkungan sekitar dan budaya lokal bermacam-macam. Di antaranya adalah ikut aktif melakukan atau menjalani praktik-praktik budaya. Selain itu juga mengkonsumsi makanan tradisional serta menggunakan produk dan jasa lokal. Setelah itu tentu ikut merawat dan mengembangkannya agar lebih baik lagi.

Aktif Melakukan

Seperti disebutkan di atas, setiap kampung, desa, atau kelurahan memiliki kesenian lokal masing-masing. Terutama seni tradisional. Untuk mengapresiasi atau menghargai produk dan jasa lokal, kalian tentu perlu aktif berpartisipasi ikut berkesenian tersebut. Bersamaan dengan itu, yang juga perlu dilakukan adalah permainan tradisional.

Selain itu, di setiap daerah juga selalu ada tradisi yang dijalankan. Baik tradisi terkait dengan keluarga seperti kelahiran, pernikahan, hingga kematian, baik tradisi masyarakat atau upacara adat. Aktif berpartisipasi di acara demikian merupakan salah satu bentuk mengapresiasi lingkungan dan budaya lokal.

Aktif Mengonsumsi

Aktif mengonsumsi makanan tradisional juga merupakan bagian dari mengapresiasi lingkungan dan budaya lokal. Semakin aktif mengonsumsi makanan tradisional, semakin tinggi pula apresiasi kalian pada makanan tradisional.

Makanan tradisional dari beberapa negara bisa terkenal di negara-negara lain, termasuk Indonesia. Hal tersebut dimulai dari kesungguhan bangsanya untuk mengonsumsi makanan tradisional masing-masing. Banyaknya konsumen di lingkungan sendiri akan mendorong peningkatan produksinya, baik dalam jumlah maupun kualitas.

Pernah disebutkan bahwa jeruk di suatu daerah rasanya masam. Namun pemimpin daerah tersebut mengajak semua warganya untuk mengonsumsi jenis jeruk itu. Serta meminta warganya untuk tidak mengonsumsi jeruk dari daerah lain. Pada akhirnya banyak orang mengonsumsinya, para petani pun berusaha keras untuk meningkatkan kualitas jeruknya, hingga pada akhirnya jeruk dari daerah setempat menjadi enak.

Aktif Menggunakan

Bentuk apresiasi lainnya adalah dengan aktif menggunakan. Yakni menggunakan produk dan jasa dari lingkungannya sendiri. Dengan aktif menggunakannya, kalian menghargai para pembuat produk dan penyedia jasa yang menjadi tetangga kalian masing-masing.

Baca Juga :  Jawaban Siapakah yang membawakan pidato

Serupa kisah jeruk di atas, maka makin banyak yang menggunakan suatu produk atau jasa, akan makin mendorong peningkatan kualitas produk dan jasa lokal. Hal itu akan membuat masyarakat setempat menjadi lebih maju secara bersama-sama.

Aktif Mengembangkan

Selain aktif melakukan, mengonsumsi, dan menggunakan, yang juga diperlukan untuk mengapresiasi lingkungan dan budaya lokal adalah aktif mengembangkan. Yakni ikut menata lingkungan sekitar agar lebih baik, berpartisipasi mengembangkan budaya lokal, hingga ikut meningkatkan mutu makanan tradisional serta produk dan jasa lokal.

Hal itu dapat kalian lakukan sendiri. Antara lain dengan ikut memberi usulan agar kondisi lingkungan ditata lebih baik. Juga agar tradisi dan budaya dijaga dan dikembangkan. Lalu makanan tradisional diolah dan dikemas lebih baik, dan produk serta jasa lokal juga ditingkatkan kualitasnya.

Selain itu, pengembangan juga dapat dilakukan melalui kelompok. Seperti melalui keluarga masing-masing, maupun kelompok teman-teman sekolah atau masyarakat. Semua perlu berupaya membantu agar lingkungan sekitar dan budaya lokal menjadi lebih baik dari waktu ke waktu, termasuk makanan tradional serta produk dan jasa lokalnya.

 

Uji Kompetensi

1. Vera tinggal di perkampungan yang padat di kota, sedangkan Dian tinggal di pedesaan. Jalan di daerah tempat tinggal Vera berupa gang-gang sempit, dengan selokan yang berair kotor kehitaman dan banyak sampah. Sedangkan di daerah Dian banyak kebun yang kurang terurus dengan jalanan tanah berbatu. Apa yang kalian sarankan untuk mengembangkan lingkungan tempat tinggal Vera dan Dian?

Jawaban : Mengadakan gotong-royong untuk membersihkan selokan yang berair dan mengurus kebun serta membetulkan jalan yang ada.

2. Banyak remaja saat ini yang gemar makanan kekinian seperti fried chicken, burger, hingga minuman bubble dan sebagainya yang dijual oleh resto-resto modern bermerek asing, dan merasa malu membeli makanan tradisional. Padahal para ahli kuliner dunia menyebut makanan kekinian itu junk food yang tidak sehat atau ‘makanan tidak sehat/kurang nutrisi’. Mereka sangat menghargai makanan tradisional karena masing-masing sangat khas. Menurut kalian, mengapa banyak remaja menyukai makanan tidak sehat tersebut? Sikap kalian sendiri bagaimana terhadap makanan tradisional yang dihargai para ahli kuliner dunia?

Jawaban : 

Salah satu kebiasaan remaja generasi masa kini adalah gemar memakan makanan kekinian yang bermerk dan berkemasan menarik seperti fried chikhen, burger hingga minuman bubble yang sering dijual di restoran-restoran modern bermerk asing dan malu untuk membeli makanan tradisional meskipun cheff kelas dunia mengatakan bahwa makanan yang dianggap kekinian tersebut merupakan junk food dan tidak serta mereka menghargai makanan tradisional karena kekhasannya. Alasan terjadinya fenomena ini pada generasi remaja saat ini dikarenakan berbagai faktor seperti :

1.Faktor lingkungan yang menampilkan produk-produk tersebut yang menyebabkan pelaku terkena sesuatu yang disebut dalam dunia psikologi efek ilusi kebenaran. Yaitu menganggap kejadian berulang tersebut sebagai kebiasaan paling benar. Pada kasus ini ialah kebiasaan memakan makanan tersebut sebagai makanan pokok.

2.Secara pribadi saya tidak membedakan makanan berdasarkan asal usulnya. Saya mendukung pendapat cheff tersebut, karena setiap makanan memiliki ranah penggemar masing-masing.

3. Refa berasal dari keluarga mampu. Teman-temannya juga banyak dari keluarga kaya. Untuk sepatu, baju, dan semua yang dipakai Refa dan kawan-kawannya harus serba mahal dan buatan luar negeri. Mereka berpendapat kalau barang mahal dan buatan luar negeri pasti bagus, maka mereka tidak mau membeli produk dalam negeri apalagi yang diproduksi dekat tempat tinggalnya sendiri. Bagaimana sikap kalian terhadap Refa dan kawan-kawannya itu?

Jawaban : Memberitahunya bahwa produk Indonesia itu bagus dan kualitasnya sama produk luar negri, banyak barang yang dijual di luar negri padahal barang tersebut diproduksi di Indonesia. Kita harus bangga dengan produk Indonesia karena sudah bagus murah dan berkualitas.