Kelinci Kecil dan Burung Pipit

Jawaban apakah isi cerita tersebut

Berikut jawaban apakah isi cerita tersebut. Sebelum kami uraikan contoh jawaban pada pertanyaan diatas. Kita akan ulas terlebih dahulu materi yang terkait pada pertanyaan diatas.

 

Bab II Buku Jendela Dunia

Tujuan Pembelajaran

Bab ini akan mengajarkan kalian untuk menjadi peserta didik yang antusias dan mandiri dalam mempelajari berbagai jenis buku baik fiksi maupun nonfiksi, memupuk kegemaran membaca, mengenal bagian-bagian buku dan proses pembuatannya, hingga belajar menulis cerita sendiri. Unsur kebahasaan yang akan kalian pelajari pada bab ini adalah
• unsur intrinsik cerita
• majas (metafora, personifikasi, dan hiperbola)
• kalimat langsung dan tidak langsung
• teks naratif dan deskriptif

 

Membaca

Bacalah dengan saksama teks di bawah ini.

Kelinci Kecil dan Burung Pipit
Penulis: Desri M. Putri

“Aduh, sakit!” Suara Kelinci Kecil menggelegar di sudut kebun Pak Rusa. Wajahnya tampak seputih kapas dan titik-titik air mulai membanjiri matanya. Ia terduduk di tanah sambil memegangi kakinya. Burung Pipit, yang sedang bertengger di dahan pohon dekat kebun itu, segera terbang menghampirinya. “Ada apa Kelinci Kecil?”

“Kakiku terantuk batu lalu aku jatuh,” jawab Kelinci Kecil sambil meringis kesakitan. “Apa yang kamu lakukan di sini?” tanya Burung Pipit. “Aku.. aku.. mmm.. aku mau mengambil wortel itu,” Kelinci Kecil menunjuk ke arah tanaman wortel di kebun Pak Rusa.

Baca Juga :  Jawaban Aktivitas 7.5 Halaman 169 dan 170 Ekosistem IPA Kelas 10 Kurikulum Merdeka

“Wah, kamu mau mengambil wortel Pak Rusa tanpa izin?” tanya Burung Pipit. “I.. iya.. Aku melihat daun daun tanaman wortel itu melambai-lambai memanggilku,” jawab Kelinci Kecil dengan kepala tertunduk. “Sebaiknya kamu minta izin dulu ke Pak Rusa. Aku sering melihat Pak Rusa membagikan wortel-wortelnya ke binatang lain yang membantunya berkebun,” Burung Pipit menjelaskan.

“Mengapa kau berada di luar sarang? Pak Singa, raja hutan, memerintahkan supaya semua penghuni hutan tinggal di sarang masing-masing. Saat ini ada wabah penyakit yang sedang menyebar ke seluruh hutan.” “Aku bosan. Aku sudah dua minggu berdiam di sarang,” jawab Kelinci Kecil. Pikirannya menari-nari teringat pesan Ibu tadi pagi.

“Ibuku bilang hanya induk-induk binatang yang boleh keluar secara bergantian untuk mencari persediaan makanan. Bila bertemu dengan binatang lain, tidak ada yang boleh bersentuhan. Harus menjaga jarak dan kebersihan supaya tidak tertular penyakit ini.” “Ibumu benar. Kau seharusnya mematuhi perkataannya,” tegas Burung Pipit.

“Kau bisa membantu Ibu membersihkan sarang, memasak atau berolahraga bersama,” saran Burung Pipit. Pipi Kelinci Kecil merona kemerahan. Lalu, ia berkata dengan suara lirih.

”Ibuku pun mengatakan hal yang sama, tetapi aku tidak mengacuhkannya. Diam-diam, aku pergi dari sarang dan inilah yang terjadi.” “Sebaiknya kau segera pulang dan meminta maaf pada Ibumu,” balas Burung Pipit.

“Iya, aku akan segera melakukannya. Terima kasih, Burung Pipit sudah menyadarkanku.” Kelinci Kecil bergegas pulang dan berjanji dalam hati tidak akan mengulangi perbuatan ini lagi. Burung Pipit tersenyum dan terbang menjauh.

Latihan

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut pada buku tulis kalian.

1. Apakah isi cerita tersebut?

Jawaban: Kisah Kelinci Kecil dan Burung Pipit.

2. Siapakah tokoh dalam cerita dan bagaimana sifat tokoh tersebut?

Jawaban:
Kelinci Kecil: sifatnya nakal, susah diatur, tidak penurut
Burung Pipit: sifatnya baik, ramah, bijaksana

3. Di mana latar cerita berlangsung?

Jawaban: Latar cerita berlangsung di kebun Pak Rusa

4. Kapan cerita tersebut berlangsung?

Jawaban: Cerita tersebut berlangsung siang atau sore hari.

5. Apa masalah yang terjadi?

Jawaban: Kelinci Kecil terjatuh karena tersandung batu dan ia menangis. Hal ini karena Kelinci Kecil ingin mencuri wortel di kebun Pak Rusa tanpa izin dan pergi keluar sarang tanpa izin ibunya.

6. Bagaimana masalah itu diselesaikan?

Jawaban: Burung Pipit memberi nasihat baik kepada Kelinci Kecil dan memberitahu perintah Pak Singa selaku raja hutan jika sedang ada wabah penyakit sehingga semua penghuni hutan diminta untuk tinggal di sarang masing-masing.

7. Apa pesan dari cerita tersebut?

Jawaban:

Pesan dari cerita tersebut ialah:

– Jika menginginkan sesuatu harus izin kepada pemiliknya terlebih dahul.
– Jadilah anak yang nurut kepada orang tua karena nasihat atau anjuran dari orang tua pasti berisikan nilai kebaikan. Jika mau melakukan apapun, lebih baik izinlah terlebih dahulu terutama kepada orang yang lebih dewasa supaya terhindar dari segala bahaya atau resiko dampak setelahnya.

 

Baca Juga :  Jawaban apa nama ekosistem yang diamati di taman sekolah