Batik Besurek

Jawaban bacalah kembali teks “Batik Besurek” catat kata-kata yang belum kalian ketahui artinya di buku tulis masing-masing

Berikut jawaban bacalah kembali teks “Batik Besurek” catat kata-kata yang belum kalian ketahui artinya di buku tulis masing-masing. Sebelum kami uraikan contoh jawaban pada pertanyaan diatas. Kita akan ulas terlebih dahulu materi yang terkait pada pertanyaan diatas.

 

Membaca

Bacalah teks di bawah ini dengan nyaring! Lakukan secara bergantian dengan teman kalian.

Batik Besurek

Batik besurek adalah kain khas dari Provinsi Bengkulu. Besurek berasal dari kata “bersurat” yang diucapkan dalam dialek Bengkulu. Disebut demikian karena motifnya adalah kaligrafi huruf Arab gundul yang merupakan potongan ayat suci Al Quran. Oleh karena itu, batik bersurek dulu tidak boleh dipakai sembarangan.

Baca Juga :  Jawaban bagaimana pembagian kerja antara laki-laki dan wanita pada masa bercocok tanam

Batik besurek menunjukkan besarnya pengaruh kebudayaan Islam terhadap seni budaya di Bengkulu. Sebagian ahli memperkirakan batik besurek sudah ada sejak abad ke-16 atau 17, seiring dengan datangnya pedagang Arab dan pekerja dari India yang beragama Islam. Sebagian ahli lainnya meyakini bahwa batik besurek diperkenalkan oleh para saudagar dan seniman batik dari Demak. Namun, ada pula yang berpendapat bahwa masyarakat Bengkulu mengenal metode batik dari hijrahnya Sentot Ali Basyah, panglima perang Pangeran Diponegoro, dari Jawa ke Bengkulu. Saat itu Sentot Ali Basyah ditemani oleh anak buah dan keluarganya diasingkan Belanda ke Bengkulu. Kabarnya mereka inilah yang mula-mula mengenakan kain batik dengan motif “surat”.

Dulu batik besurek hanya digunakan pada upacara adat seperti pernikahan. Misalnya, dijadikan sampiran di kamar pengantin atau dijadikan penutup kepala pengantin pria. Selain itu, batik besurek juga digunakan sebagai kain penutup Al-Qur’an.

Dalam perkembangannya, motif batik besurek dipadukan dengan motif khas Bengkulu, yaitu bunga rafflesia. Di samping itu, motif huruf Arab atau mirip huruf Arab yang dipakai pun tak lagi memiliki makna ayat suci. Karena itu, kini batik besurek dapat digunakan sehari-hari.

Jelajah Kata

Buatlah kelompok yang terdiri atas 4—5 siswa. Lalu, lakukan kegiatan berikut ini.

1. Bacalah kembali teks “Batik Besurek”. Catat kata-kata yang belum kalian ketahui artinya di buku tulis masing-masing.

2. Periksa daftar kata yang ditulis oleh teman sekelompok kalian. Kalian dapat berdiskusi dan saling bertukar informasi mengenai makna kata-kata tersebut. Jika ada kata yang sudah kalian ketahui artinya, catatlah.

3. Tulis di selembar kertas kata-kata yang sama-sama belum kalian ketahui.

4. Kemudian, secara bergiliran setiap kelompok membacakan kata-kata yang belum diketahui kelompok itu.

5. Anggota kelompok lain yang sudah mengetahui artinya, boleh mengacungkan tangan dan memberikan jawaban.

6. Catat arti kata tersebut di dalam buku tulis kalian.

7. Jika masih ada kata yang belum kalian ketahui artinya, kalian bisa tanyakan kepada guru atau melihat kamus bersama-sama.

8. Jangan lupa memasukkannya ke Kamus Kartu kalian.

Jawaban :

Kosakata Baru dalam Teks “Batik Besurek”

Menulis

Carilah kata penghubung antar kalimat pada teks “Batik Besurek” dan catat di buku kalian. Temukan kalimat pertama, kalimat kedua, dan fungsi kata penghubung dalam kalimat tersebut. Catat di buku kalian seperti di bawah ini.

Jawaban :

1. Kalimat pertama: Disebut demikian karena motifnya adalah kaligrafi huruf Arab gundul yang merupakan potongan ayat suci Al Quran.

Kalimat kedua: Oleh karena itu, batik bersurek dulu tidak boleh dipakai sembarangan.

Fungsi: Menyatakan konsekuensi atau akibat

2.Kalimat pertama: Sebagian ahli lainnya meyakini bahwa batik besurek diperkenalkan oleh para saudagar dan seniman batik dari Demak.

Kalimat kedua: Namun, ada pula yang berpendapat bahwa masyarakat Bengkulu mengenal metode batik dari hijrahnya Sentot Ali Basyah, panglima perang Pangeran Diponegoro, dari Jawa ke Bengkulu

Fungsi : Menyatakan pertentangan dengan yang dinyatakan pada kalimat sebelumnya

3. Kalimat pertama: Misalnya, dijadikan sampiran di kamar pengantin atau dijadikan penutup kepala pengantin pria.

Kalimat kedua: Selain itu, batik besurek juga digunakan sebagai kain penutup Al-Qur’an.

Fungsi: Menyatakan adanya hal, peristiwa, atau keadaan lain di luar dari yang telah dinyatakan sebelumnya

 

Baca Juga :  Jawaban berilah imbuhan ‘ber-’ atau ‘ber-’ + ‘-an’ pada kata yang ada dalam kurung sehingga menjadi kalimat yang benar