Lukisan istana kenegaraan Kesultanan Banjarmasin

Jawaban bagaimana bentuk kelestarian peninggalan masa peradaban Islam

Berikut jawaban bagaimana bentuk kelestarian peninggalan masa peradaban Islam. Sebelum kami uraikan contoh jawaban pada pertanyaan diatas. Kita akan ulas terlebih dahulu materi yang terkait pada pertanyaan diatas.

 

Banjarmasin: Perisai Penjajahan di Kalimantan

Pada tahun 1636 M Kerajaan Banjarmasin telah berpengaruh di Landak, Sambas, Sukadana, Kutawaringin Mendawai, Pulau Laut, dan seluruh pantai timur termasuk Kutai Pasir dan Berau serta daerah lainnya di Kalimantan. Perdagangan lada menjadi ramai di Banjarmasin dan menarik Inggris untuk berpindah dari Banten ke Banjarmasin. Pada tahun 1663 M timbul perebutan takhta dan Pangeran Dipati Anom dengan dukungan keluarga Biaju berhasil menggeser Penembahan Ratu. Perubahan yang ada di istana diselesaikan dengan suatu kompromi, Panembahan Ratu berkedudukan di Martapura sedangkan raja yang baru berkedudukan di Surinata, Banjarmasin.

Pada tahun 1670 pecah perang perebutan tahta. Raja Surianata dituntut untuk turun takhta oleh Suriadilaga (seorang pemuka yang mendapat dukungan besar Melayu). Pada akhirnya Raja Surianata tersisihkan. Pada awal abad ke-18 M kedudukan Banjarmasin tetap kuat tidak terpengaruh oleh pengaruh asing. Pelabuhan Banjarmasin bebas untuk perdagangan asing seperti Inggris, Tiongkok, Perancis dan Portugis.

Banyak dari peradaban Islam di Indonesia meninggalkan jejak. Peninggalan-peninggalan tersebut masih digunakan dan berfungsi hingga sekarang. Masjid mempunyai arti kata yaitu tempat sujud. Masjid adalah tempat untuk mendirikan salat menurut peraturan Islam. Masjid dan surau memiliki serambi di bagian depan serta sebuah bangunan berbentuk bujur sangkar yang melingkupi sebuah ruangan. Masjid dan surau juga dilengkapi dengan empat buah tiang utama yang berfungsi sebagai penunjang bagian atap. Empat tiang utama ini berada di tengah dan menjadi penunjang utama atap yang disebut soko guru.

Baca Juga :  Jawaban jelaskan kaitan antara kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi

Makam pada masa peninggalan Islam umumnya terdiri dari jirat (kijing) dan nisan. Jirat atau kijing merupakan bangunan yang terbuat dari batu atau tembok berbentuk persegi panjang. Nisan merupakan tonggak pendek dari batu yang ditanam di dekat ujung-ujung jirat. Di atas jirat sering didirikan rumah yang disebut cungkup bagi orang-orang penting. Ajaran Islam melarang untuk melukiskan makhluk hidup termasuk manusia. Pada masa peradaban Islam di Indonesia, seni ukir hias mengambil pola-pola dari zaman purba yaitu daun-daunan, bunga-bungaan, bukit-bukit karang, pemandangan, dan garis-garis geometri. Seni ukir hias sering dijumpai di makam-makam, sementara di masjid hanya mimbar saja yang diperindah ukiran ukirannya.

Dikaji dari corak dan isinya, hasil kesusasteraan zaman Islam dapat dibagi beberapa jenis diantaranya: Hikayat, merupakan cerita atau dongeng; Babad adalah hikayat yang sengaja digubah sebagai cerita sejarah; dan Suluk yang merupakan kitab-kitab tasawuf. Peradaban Hindu-Buddha yang berlangsung lama perlahan berubah dalam hal seni budaya. Wayang pada masa peradaban Islam disadur oleh Sunan Kalijaga untuk tidak menyalahi peraturan Islam. Pertunjukan wayang digunakan untuk berdakwah kepada masyarakat luas dan menjadi media yang efektif untuk digunakan.

Lembar Aktivitas 15 Aktivitas Individu

Bagaimana bentuk kelestarian peninggalan masa peradaban Islam pada saat ini?

Jawaban : Bentuk kelestarian peninggalan masa peradaban Islam pada saat ini yaitu dengan menjaga benda-benda peninggalan sejarah agar tetap utuh, benda-benda peninggalan sejarah juga tidak boleh diperdagangkan sebagai barang antik dan lembaga purbakala bisa melakukan pemugaran terhadap benda peninggalan sejarah serta menjadikan nya sebagai objek wisata.