Diferensiasi dan Stratifikasi Sosial

Jawaban bagaimana individu dapat melakukan perpindahan kelas sosial dalam sistem kelas

Berikut jawaban bagaimana individu dapat melakukan perpindahan kelas sosial dalam sistem kelas. Sebelum kami uraikan contoh jawaban pada pertanyaan diatas. Kita akan ulas terlebih dahulu materi yang terkait pada pertanyaan diatas.

 

Diferensiasi dan Stratifikasi Sosial

■ Diferensiasi sosial

Di mana pun individu berada, maka akan bertemu dengan individu lain dengan berbagai latar belakang kedudukan, pendidikan, kekayaan, usia, dan ciri lain. Pembeda dalam kehidupan manusia ini semakin menguat semenjak adanya modernisasi. Modernisasi menggambarkan perpindahan dari masyarakat yang belum berkembang ke masyarakat yang maju yang didorong oleh perkembangan teknologi. Proses ini meningkatkan jumlah spesialisasi dan diferensiasi struktur dalam masyarakat. Diferensiasi sosial didasarkan pada keberagaman gender, agama, ras serta etnis. Soerjono Soekanto menjelaskan bahwa diferensiasi sosial merupakan variasi pekerjaan dan kekuasaan kelompok dalam masyarakat yang dikaitkan dengan interaksi atau akibat umum dari proses interaksi sosial yang ada.

1) Diferensiasi sosial atas etnis (suku bangsa)

Perbedaan antara ras dan etnis yaitu ras dibedakan dalam penampilan fisiknya, sedangkan etnis dibedakan dalam karakteristik budayanya.

2) Diferensiasi sosial atas agama

Diferensiasi sosial atas agama berarti semua agama berada pada tingkatan yang sama. Agama mempunyai ajaran yang mengatur kehidupan masyarakat tanpa membedakan ras, derajat, gender maupun unsur pembeda lain. Pada dasarnya agama menganjurkan kerjasama antarpemeluk agama.

3) Diferensiasi sosial berdasarkan gender

Diferensiasi sosial berdasar gender adalah perbedaan mendasar antara laki-laki dan perempuan. Perbedaan tersebut mencakup perbedaan secara jenis kelamin dan perbedaan peran yang dibentuk secara sosial dan budaya oleh masyarakat. Antara jenis kelamin laki-laki dan perempuan tidak ada yang kedudukannya lebih unggul, keduanya sama-sama berkesempatan dan berpeluang untuk berpartisipasi dalam berbagai hal.

■ Stratifikasi sosial

Istilah stratifikasi sosial menggambarkan sistem kedudukan sosial dalam masyarakat. Stratifikasi sosial terbentuk karena adanya ketidaksetaraan yang terstruktur antarkelompok dalam masyarakat dalam hal akses materi atau sumber daya tertentu. Bentuk paling khas dari stratifikasi dalam masyarakat modern adalah adanya pembagian kelas. Stratifikasi sosial mengacu pada kategorisasi masyarakat ke dalam peringkat tingkatan sosial ekonomi berdasarkan faktor-faktor seperti kekayaan, pendapatan, ras, pendidikan, dan kekuasaan.

Baca Juga :  Jawaban perbedaan orang-orang Indonesia yang merantau ke Malaysia pada masa lalu dan masa kini

Stratifikasi dalam geologi berarti lapisan vertikal berbeda yang ditemukan pada batuan, gambaran ini cocok digunakan untuk memvisualisasikan struktur sosial. Lapisan masyarakat terdiri dari individu individu serta sumber daya masyarakat didistribusikan ke seluruh lapisan secara tidak merata. Individu dengan sumber daya yang lebih banyak mewakili struktur stratifikasi sosial pada laporan atas. Kelompok lain yang memiliki sumber daya sedikit dan semakin sedikit mewakili masyarakat pada lapisan bawah. Stratifikasi sosial adalah sistem di seluruh masyarakat yang membuat ketidaksetaraan menjadi jelas.

Faktor yang menentukan stratifikasi akan berbeda pada masyarakat yang berbeda pula. Pada sebagian besar masyarakat, stratifikasi merupalan sistem ekonomi yang didasarkan pada pendapatan, upah, deviden investasi, aset, kekayaan dan nilai bersih uang yang dimiliki oleh seseorang. Meskipun kekayaan menjadi tolak ukur status sosial seseorang, hektare ada faktor lain yang juga memengaruhi. Misalnya pada beberapa budaya, seseorang dengan kharisma dan kebijaksanaan lebih dihargai dan dihormati dibandingkan mereka yang tidak memilikinya. Pada budaya yang lain, orang tua lebih dihormati sedangkan di sisi budaya lainnya orang tua justru diremehkan atau diabaikan. Keyakinan masyarakat pada kebudayaan sering memperkuat ketidaksetaraan stratifikasi.

Penentu lain ditemukan dalam struktur pekerjaan masyarakat. Guru, misalnya, seringkali memiliki tingkat pendidikan yang tinggi tetapi menerima gaji yang relatif rendah. Banyak yang percaya bahwa mengajar adalah profesi yang mulia, jadi guru harus melakukan pekerjaan mereka karena cinta pada profesinya dan kebaikan siswanya, bukan untuk uang. Namun, tidak ada eksekutif atau wirausahawan yang sukses yang akan menerima sikap itu dalam dunia bisnis, di mana keuntungan dinilai sebagai kekuatan pendorong. Sikap budaya dan keyakinan seperti ini mendukung dan mengabadikan ketidaksetaraan sosial

■ Sistem Stratifikasi

Stratifikasi dapat dikategorikan kedalam dua jenis sistem stratifikasi. Sistem tertutup mengakomodasi sedikit perubahan dalam posisi sosial. Dalam sistem tertutup tidak mengenal atau mengizinkan orang untuk berpindah tingkatan dan tidak mengizinkan hubungan sosial antarlevel. Sistem kedua disebut dengan sistem terbuka, sistem ini didasarkan pada pencapaian, juga memungkinkan perpindahan tingkat dan interaksi antarlapisan dan kelas. Sistem yang berbeda mencerminkan, menekankan, dan mendorong nilai-nilai budaya tertentu dan membentuk kepercayaan individu. Sistem stratifikasi dibagi kedalam sistem kasta, sistem kelas, serta sistem meritokrasi.

Baca Juga :  Jawaban cara manusia berburu pada masa berburu dan mengumpulkan makanan

Sistem Kasta

Sistem kasta merupakan sistem stratifikasi yang tertutup di mana status sosial yang dimiliki tidak dapat diubah sama sekali atau hanya dapat merubahnya sedikit. Sistem kasta adalah sistem di mana orang-orang dilahirkan dalam status sosial mereka dan akan tetap berada di dalamnya sepanjang hidup mereka. Orang diberi pekerjaan terlepas dari bakat, minat, atau potensi mereka. Hampir tidak ada peluang untuk meningkatkan posisi sosial seseorang.

Tradisi kasta Hindu meyakini bahwa seseorang diharapkan dapat melakukan pekerjaan dan menikah sesuai dengan kasta yang dimiliki. Menerima status sosial dianggap sebagai kewajiban normal. Nilai budaya memperkuat sistem. Seseorang yang hidup dalam masyarakat kasta disosialisasikan untuk menerima status sosialnya.

Meskipun sistem kasta di India telah dibongkar secara resmi, sisa keberadaannya tertanam kuat. Di daerah pedesaan, aspek tradisi lebih mungkin untuk tetap ada. Sedangkan di kota-kota besar di India saat ini, individu memiliki lebih banyak kesempatan untuk memilih jalur karier dan pasangan pernikahan dibanding beberapa dekade silam. Pusat-pusat ketenagakerjaan menyediakan informasi perusahaan global yang membuka rekruitmen pegawai bagi warga negara yang berprestasi.

Sistem Kelas

Pada sistem kelas, faktor sosial individu didasarkan pada prestasinya. Kelas terdiri dari sekumpulan orang orang dengan status sama yang terkait berbagai faktor seperti pendidikan, pendapatan, kekayaan, serta pekerjaan. Sistem kelas bersifat terbuka. Setiap individu bebas untuk mencapai tingkat pendidikan atau pekerjaan yang berbeda dari orang tua mereka. Dalam sistem kelas, individu juga dapat bersosialisasi serta menikah dengan anggota kelas lain sehingga dimungkinkan terjadi perpindahan dari satu kelas ke kelas lain.

Dalam sistem kelas, orang memiliki pilihan untuk membentuk pernikahan eksogami, persatuan pasangan dari kategori sosial yang berbeda. Pernikahan dalam keadaan ini didasarkan pada nilai-nilai seperti cinta dan kecocokan, bukan pada status sosial atau ekonomi. Meskipun konformitas sosial masih ada yang mendorong orang untuk memilih pasangan dalam kelasnya sendiri, orang tidak terdesak untuk memilih pasangan nikah hanya berdasarkan elemen-elemen tersebut. Pernikahan dengan pasangan dari latar belakang sosial yang sama adalah persatuan endogami.

■ Meritokrasi

Meritokrasi adalah sistem ideal yang didasarkan pada keyakinan bahwa stratifikasi sosial adalah hasil dari usaha pribadi atau prestasi yang menentukan kedudukan sosial. Tingkat usaha yang tinggi akan membawa pada kedudukan sosial yang tinggi, begitu pula sebaliknya. Konsep meritokrasi adalah ideal, karena masyarakat tidak pernah ada di mana peringkat sosial hanya didasarkan pada prestasi. Proses sosialisasi dan realitas sistem ekonomi, serta kedudukan sosial dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya karena struktur masyarakat yang kompleks bukan prestasi semata.

Baca Juga :  Jawaban apa variabel bebas dan terikat dari percobaan menanam tiga biji kacang ke dalam beberapa pot yang berisi kapas

■ Bentuk pelapisan sosial (stratifikasi) di Masyarakat

1) Stratifikasi Ekonomi

Pelapisan sosial atau stratifikasi atas dasar ekonomi akan membedakan individu dalam hal atau atas dasar penguasaan dan kepemilikan terhadap materi/harta atau sumber daya lainnya.

2) Stratifikasi Sosial

Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial yang dimaksud disini adalah stratifikasi dalam arti yang lebih khusus, sebagai contoh stratifikasi atas dasar kasta, tingkat pendidikan, maupun jenis pekerjaan.

3) Stratifikasi Politik

Pelapisan sosial atau stratifikasi dalam masyarakat berdasarkan kriteria politik dapat diartikan sebagai pembedaan penduduk atau warga masyarakat manurut pembagian kekuasaan poiltik

 

Lembar Aktivitas 25 Aktivitas Individu

Bagaimana individu dapat melakukan perpindahan kelas sosial dalam sistem kelas!

Jawaban :  Individu dapat melakukan perpindahan kelas sosial melalui saluran mobilitas sosial, seperti : Pendidikan, Organisasi Ekonomi, Organisasi Profesi, Organisasi Politik, Lembaga Militer atau Kepolisian, dan Media Sosial.

 

Refleksi

Setelah membaca materi mengenai ragam kebutuhan ekonomi masyarakat, kita dapat mengetahui bahwa manusia memiliki kebutuhan yang tidak terbatas tetapi di satu sisi sumber daya alam sebagai faktor pemasok bahan baku utama mempunyai keterbatasan. Ketersediaan sumber daya alam di setiap daerah juga memiliki perbedaan, ada daerah yang memiliki kelebihan sumber daya sementara daerah lain mengalami kekurangan sumber daya. Jika daerah kalian kelebihan sumber daya air bersih untuk keperluan sehari-hari tanpa membelinya bukan berarti kalian boleh membuang-buang air untuk hal yang tidak penting.

Kita harus mampu mengatur kebutuhan dan keinginan kita agar ketersediaan alam akan terus ada untuk generasi selanjutnya. Memanfaatkan sumber daya alam dengan bijak dan bertanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari merupakan bukti rasa syukur kita terhadap Tuhan Yang Mahakuasa.

Bagaimana dengan kalian? Apakah kalian sudah memanfaatkan sumber daya dengan baik? Apakah kalian tidak membuang-buang air meskipun jumlahnya tidak terbatas? Apakah kalian dapat memanfaatkan uang jajan dengan baik dan penuh rasa syukur?