Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan Tingkat Sederhana

Jawaban cara manusia berburu pada masa berburu dan mengumpulkan makanan

Berikut jawaban cara manusia berburu pada masa berburu dan mengumpulkan makanan. Sebelum kami uraikan contoh jawaban pada pertanyaan diatas. Kita akan ulas terlebih dahulu materi yang terkait pada pertanyaan diatas.

 

Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan Tingkat Sederhana

Keadaan yang tidak stabil dan sering berganti di permukaan bumi dalam bentuk fisik, iklim, dan sebagainya telah dihadapi oleh manusia. Makhluk hidup seperti hewan dan tumbuhan sudah menyebar merata di bumi. Perburuan dan pengumpulan makanan menjadi aktivitas keseharian manusia pada masa ini. Mereka berburu hewan seperti rusa, kuda, kijang, kerbau, gajah, dan beberapa hewan lainnya. Pengumpulan makanan berupa umbi-umbian, buah-buahan, dan berbagai tanaman yang dapat dimakan.

 

Lembar Aktivitas 10 Aktivitas Individu

Bagaimana cara manusia berburu pada masa berburu dan mengumpulkan makanan?

Jawaban : Manusia pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut sudah mengenal cara bercocok tanam dengan sistem berladang. Caranya, yaitu menebang hutan, kemudian membersihkan dan menanaminya. Beberapa kali tanah lading itu dipergunakan, dan setelah dirasakan kesuburannya berkurang, maka pindah ke tempat lain.

Bagaimana pembagian kerja antara laki-laki dan wanita pada masa berburu dan mengumpulkan makanan?

Jawaban : Pembagian kerja di kalangan manusia purba pada masa food gathering atau berburu dan meramu didasarkan pada jenis kelamin. Kelompok laki-laki bertugas melakukan pemburuan, sedangkan perempuan mengumpulkan makanan yang tidak memerlukan tenaga terlalu besar. Kelompok laki-laki memburu hewan dengan peralatan yang diciptakan secara sederhana.

 

Baca Juga :  Jawaban carilah contoh aktivitas manusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi yang bermoral

Manusia pada masa ini hidup berpindah-pindah dengan berkelompok. Daerah-daerah yang ditempati oleh manusia perlu memperhatikan ketersediaan makanan yang cukup. Mereka hidup berpindah-pindah dan menghuni gua-gua serta cerukan. Pada tahap berburu dan mengumpulkan makanan sederhana ini, penemuan api dan alat-alat sangat penting. Api digunakan untuk meramu makanan dan alat-alat menjadi hal yang penting karena pada perkembangannya alat-alat akan dibuat lagi lebih canggih dan halus. Api menjadi penting dalam kehidupan manusia dalam mengembangkan teknologi.

Penemuan Api

Awal mula api dikenal oleh manusia sebagai gejala alam. Mereka menganggap api berasal dari percikan gunung berapi, kebakaran padang rumput dan hutan yang kering dan terkena halilintar atau disebabkan oleh gesekan dahan-dahan kering sewaktu angin bertiup dan tempat-tempat yang mengandung gas alam. Mereka baru menyadari bahwa api sangat bermanfaat untuk kehidupan mereka sehari-hari seperti memanasi makanan, mencegah serangan binatang buas, menerangi lingkungan sekitar, dan sebagainya. Pada suatu hari mereka menemukan cara untuk membuat api sendiri dengan membenturkan antarbatu terutama yang mengandung zat besi. Percikan api dipadukan dengan tumbuhan kering yang mudah terbakar seperti lumut kering. Selanjutnya mereka mulai mengembangkan pembuatan api seperti menggunakan dahan pohon yang digosokkan.

Pada masa ini, alat-alat yang digunakan masih bersifat kasar dan terbuat dari batu, tulang, atau kayu. Alat-alat dari batu yang digunakan misalnya kapak perimbas, kapak penetak, pahat genggam, dan kapak genggam; alat serpih-bilah seperti pisau, peraut, gurdi, dan mata panah; serta alat-alat yang terbuat dari tulang belulang atau tanduk. Hasil-hasil kebudayaan pada zaman ini secara arkeologis disebut dengan zaman paleolithikum.

Zaman paleolithikum dapat dibedakan menjadi dua kebudayaan, yaitu kebudayaan Pacitan dan kebudayaan Ngandong. Kebudayaan Pacitan menunjukan alat-alat dari batu sepeti kapak tapi tidak mempunyai tangkai atau alat penetak (chopper). Alat ini digunakan dengan cara digenggam dengan tangan. Alat-alat tersebut masih memiliki permukaan yang sangat kasar. Pada kebudayaan Ngandong banyak didapatkan alat dari tulang selain kapak genggam dari batu. Alat-alat dari tulang dibentuk tajam karena digunakan untuk mengorek umbi-umbian. Selain itu ada juga yang disebut flakes (alat-alat kecil) yang dibuat dari batu yang indah.

Baca Juga :  Jawaban apa hal menarik yang kalian temukan selama melakukan percobaan ini