sejarah kerajaan Ternate Tidore

Jawaban dampak dari monopoli yang dilakukan oleh Belanda di Maluku

Berikut jawaban dampak dari monopoli yang dilakukan oleh Belanda di Maluku. Sebelum kami uraikan contoh jawaban pada pertanyaan diatas. Kita akan ulas terlebih dahulu materi yang terkait pada pertanyaan diatas.

 

Ternate Tidore: Emas dari timur Nusantara

Dua pulau kecil bersebelahan, Ternate dan Tidore, sama-sama bersaing menjadi kekuatan utama di Maluku. Bangsa lain tertarik ke Ternate dan Tidore karena merupakan daerah penghasil rempah yang baik. Bangsa Portugis, Spanyol, Inggris dan Belanda bersaing memperebutkan rempah-rempah di Maluku dan memperdagangkannya.

Orang Portugis bersekutu dengan Ternate sedangkan Tidore bersekutu dengan Spanyol. Hubungan Portugis dan penduduk Ternate sangat buruk. Mereka menggulingkan penguasa Ternate pada 1535 M dan membunuh penerus Sultan pada 1570 M. Raja Ternate yang dibunuh digantikan puteranya Sultan Baabullah (1570-1583 M).

Sultan Baabullah memerintah dengan motivasi agama. Beliau merupakan penganut Islam yang taat dan mengusir Portugis dari kerajaannya pada 1575 M. Orang-orang Eropa kemudian pindah ke Tidore. Baabullah dan puteranya Sultan Said Ad-Din Berkat Syah (bertakhta 1584-1606 M) menyebarkan Islam di pulau-pulau sekitarnya.

Pada tahun 1599 orang Portugis kembali ke Maluku dengan armada besar. Pembalasan dendam Portugis kepada orang Maluku membuat mereka benci terhadap orang Portugis. Setelah Belanda datang pada 1605 M, mereka disambut baik dan bekerja sama dengan Ternate, Tidore dan Halmahera serta Ambon. Pada 1607 Belanda telah membuat perjanjian dengan Ternate yang secara formal memegang kekuasaan di Seram Barat. Belanda yang diberi kesempatan untuk monopoli memberikan sikap yang berkebalikan dengan apa yang diperbuat. Mereka melakukan pembantaian di Banda dan membunuh penduduk yang menyalahi aturan Belanda. Belanda menancapkan kekuasaannya melalui kerjasama-kerjasama yang merugikan penduduk lokal. Mereka memerintahkan untuk memusnahkan dan tidak menanam rempah-rempah di Maluku kecuali di Maluku Selatan.

Baca Juga :  Jawaban Aktivitas 7.2 Halaman 161 Kultur Jaringan dan Kloning IPA Kelas 10 Kurikulum Merdeka

 

Lembar Aktivitas 14 Aktivitas Individu

Bagaimana dampak dari monopoli yang dilakukan oleh Belanda di Maluku?

Jawaban : Dampak kegiatan monopoli perdagangan yang dilakukan Belanda di Maluku memang lebih condong ke sisi negatif (bisa dibilang kebanyakan dampak buruknya atau merugikan), namun disisi lain ada juga dampak positif yang dapat dipetik dan diambil pelajarannya.

Dampak positif dari monopoli yang dilakukan Belanda diantaranya:

  1. Banyak bangsa asing (eropa, asia, timur tengah) yang melakukan kegiatan perdagangan di Nusantara, akibatnya aktivitas dagang menjadi semakin ramai.
  2. Pedagang pribumi memperoleh informasi hasil rempah-rempah yang laku dipasar internasional.
  3. Selain itu, mereka juga lebih mengetahui tata cara perdagangan.
  4. Pedagang pribumi melakukan hubungan dengan bangsa lain.