Pertanyaan bacaan Anak-Anak Merapi

Jawaban mengapa Ratna dan Yono tertawa mendengar kata “meninggal”

Berikut jawaban mengapa Ratna dan Yono tertawa mendengar kata “meninggal”. Sebelum kami uraikan contoh jawaban pada pertanyaan diatas. Kita akan ulas terlebih dahulu materi yang terkait pada pertanyaan diatas.

 

Membaca

Bacalah teks berikut dengan cermat! Kemudian, jawablah pertanyaan-pertanyaan setelahnya.

Anak-Anak Merapi

Langit masih semburat merah. Hawa dingin masih menggigit tulang. Yono, Panji, dan Ratna berjalan beriringan menuju sekolah. Mereka berangkat lebih pagi untuk tugas piket. “Semoga Merapinya baik-baik saja,” gumam Panji.

Anak-anak ini tinggal di lereng Gunung Merapi. Beberapa tahun lalu, wedus gembel menjadi buah bibir orang se-Indonesia. Wedus gembel membabi buta, menghanguskan apa saja yang dilaluinya. Seluruh penduduk desa harus mengungsi sampai kondisi membaik kembali. Wajar jika Panji memiliki harapan seperti itu.

Gunung Merapi merupakan gunung api teraktif di Indonesia. Letaknya di antara Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Ketinggiannya mencapai 2.930 mdpl (meter di atas permukaan laut). Sejak tahun 1548, gunung ini sudah meletus lebih dari 60 kali. Semburan hawa panas tebal bergumpal-gumpal yang dikeluarkan oleh gunung ini dinamai wedus gembel karena bentuknya menyerupai bulu kambing gembel (alias domba).

“Kata bapakku, Gunung Merapi itu penting bagi kehidupan masyarakat di sini. Kalau Merapi akan meletus, kita sebaiknya menyingkir sebentar. Abu dan lava yang dikeluarkan itu baik untuk menyuburkan tanah,” Ratna angkat bicara. “Iya,” imbuh Yono. “Buktinya, sekarang sawah dan kebun kita makin subur.” “Tapi kalau meletus lagi, menakutkan sekali. Gara-gara wedus gembel itu, Si Blendhung meninggal.” Mendung menyelimuti wajah Panji ketika dia teringat sapi kesayangannya.

Baca Juga :  Jawaban buatlah daftar, apa saja makanan tradisional yang ada di kampung atau daerah kalian masing-masing

Ratna dan Yono ikut sedih, tetapi tertawa mendengar Panji mengucapkan kata “meninggal” untuk sapinya. Mereka meminta Panji berlapang dada menerima kenyataan itu. “Bekas aliran lava Merapi malah menjadi pemikat wisatawan, ya. Pamanku sering mengantar mereka dengan jip,” ujar Yono. “Aku belum pernah naik jip. Kapan-kapan, ajak aku, ya?” Ratna memohon kepada Yono. Dia sedikit iri. Banyak wisatawan datang ke Merapi untuk bertualang naik jip menyusuri Gunung Merapi. Namun, dia sendiri belum pernah mencobanya.

“Nanti aku bilang pamanku. Biar kita bertiga diajak berkeliling Merapi naik jip,” janji Yono. Ratna dan Panji bersorak. Panji sudah melupakan Si Blendhung gara-gara janji Yono. “Kita terlambat!” Yono mengejutkan kedua temannya. Mendengar itu, mereka berlarian menuju sekolah.

Aktivitas vulkanik Merapi terus dipantau sejumlah posko gempa. Meski sering mengeluarkan asap, Merapi dibuka untuk wisatawan. Wisatawan diajak menelusuri bekas aliran lahar yang sudah mendingin.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini! Tuliskan jawaban di buku tulis kalian.

1. Mengapa Ratna dan Yono tertawa mendengar kata “meninggal”?

Jawaban : Ratna dan Yono Tertawa Mendengar kata ” Meninggal ” Karena Panji mengucapkan kata “meninggal” untuk sapinya

2. Apa kata yang lebih tepat pengganti kata “meninggal” dalam kalimat Panji?

Jawaban : kata yang lebih tepat pengganti kata “meninggal” dalam kalimat Panji adalah Mati

3. Di antara tiga tokoh dalam teks “Anak-Anak Merapi”, ada satu tokoh yang mengalami perubahan perasaan. Semula dia bersedih, kemudian gembira. Siapakah dia?

Jawaban : Tokoh Yang Mengalami Perubahan Perasaan Pada Teks “Anak-Anak Merapi” Adalah Panji