Candi Muaro Jambi yang kemungkinan besar merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Melayu

Jawaban mengapa Sriwijaya disebut Kedatuan bukan Kerajaan

Berikut jawaban mengapa Sriwijaya disebut Kedatuan bukan Kerajaan. Sebelum kami uraikan contoh jawaban pada pertanyaan diatas. Kita akan ulas terlebih dahulu materi yang terkait pada pertanyaan diatas.

 

Kedatuan Sriwijaya: Sang Penguasa Perairan Nusantara

Sriwijaya merupakan bentuk kekuasaan dengan sistem kedatuan. Kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan termegah yang ada di Indonesia pada abad ke-7. Prasasti Kedukan Bukit pada tahun 605 tahun Saka (683 M) menceritakan perjalanan suci yang dilakukan oleh Daputra Hyang dengan perahu. Ia berangkat dari Minangatamwan dengan membawa tentara sebanyak 20.000 orang dan berhasil menaklukan beberapa daerah. Perjalanan ini membawa kemenangan bagi Sriwijaya dan membawa kemakmuran. Belum dapat dipastikan di mana titik letak Kerajaan Sriwijaya di Sumatra. Kekuasaan Sriwijaya diperkirakan terbentang di seluruh Sumatra sampai Semenanjung Malaya dan mungkin sampai daerah Pulau Jawa bagian barat. Sriwijaya mempunyai daerah yang luas dan strategis di perairan Samudra Hindia dan Selat Malaka. Mereka mempunyai armada laut sebagai kekuatan militer yang sangat kuat.

Sriwijaya juga menjadi tempat bagi pendidikan Buddha. Pendeta I-tsing dalam catatannya menunjukan bahwa sebelum ke India beliau singgah di Sriwijaya selama enam bulan. Pada tahun 685 M beliau kembali ke Sriwijaya dan tinggal selama empat tahun untuk menerjemahkan berbagai kitab suci Buddha dari bahasa Sanskerta ke dalam bahasa Tionghoa. Cerita perjalanan I-tsing menunjukkan bahwa Sriwijaya merupakan pusat kegiatan ilmiah agama Buddha.

 

Lembar Aktivitas 4 Aktivitas Individu

Mengapa Sriwijaya disebut Kedatuan bukan Kerajaan?

Jawaban : Kerajaan Sriwijaya menerapkan sistem monarki kedatuan. Oleh sebab itu, beberapa ahli sejarah lebih sepakat menyebut Sriwijaya sebagai kedatuan, bukan kerajaan. Kedatuan Sriwijaya didirikan oleh Dapunta Hyang Sri Jayanasa pada abad ke-7, di tepian Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan. Adapun sejarah tentang pendirian Kedatuan Sriwijaya diketahui dari Prasasti Kedukan Bukit yang berumur 605 Saka atau 683 Masehi.

 

Baca Juga :  Jawaban buatlah laporan untuk menceritakan hasil proyekmu