Cerita ''Tak Muat Lagi''

Jawaban sampaikan kembali cerita “Tak Muat Lagi” dalam tiga kalimat buatanmu sendiri

Berikut jawaban sampaikan kembali cerita “Tak Muat Lagi” dalam tiga kalimat buatanmu sendiri. Sebelum kami uraikan contoh jawaban pada pertanyaan diatas. Kita akan ulas terlebih dahulu materi yang terkait pada pertanyaan diatas.

 

Bab 1 Sudah Besar

Tujuan Pembelajaran

Dengan mempelajari Bab 1 ini diharapkan kalian dapat:
• memahami dan menjelaskan permasalahan yang dihadapi tokoh cerita;
• mengucapkan kata-kata yang panjang;
• membedakan antara kalimat transitif dan kalimat intransitif, serta menggunakannya; dan
• mencari arti kata di dalam kamus dan membuat Proyek Kamus Kelas Empat.

Siap-Siap Belajar

Kalian sudah makin besar, sekarang sudah kelas empat.

Perhatikan teman-teman kalian sekelas. Ada yang berubah, ada yang tidak. Ada perubahan fisik yang terlihat, misalnya ada yang badannya makin tinggi atau ada yang rambutnya makin panjang.

Ada pula perubahan yang tidak terlihat, misalnya ada yang sudah bisa menyiapkan sarapan sendiri atau ada yang sudah lebih percaya diri dan berani berbicara di depan kelas. Perhatikan teman-teman kalian sekelas! Coba diskusikan bersama apa saja perubahan pada diri kalian dibandingkan setahun lalu saat kalian di awal kelas tiga. Jangan khawatir jika perubahan kalian berbeda-beda. Hal yang penting, kalian tetap berkawan!

Baca Juga :  Jawaban lakukan wawancara dengan orang di sekitar kalian yang ingin kalian ketahui pengalamannya

Sekarang mari bermain! Jika di dalam kelas terlalu sempit, lakukan permainan ini di halaman sekolah.

1. Bentuklah kelompok beranggotakan 6 — 7 orang.

2. Setiap kelompok berbaris ke belakang, sesuai dengan perintah guru, misalnya:

• Berbarislah sesuai tinggi badan. Nantinya anak yang paling tinggi berdiri paling belakang

• Berbarislah sesuai tanggal kelahiran. Nantinya anak yang paling dahulu lahir berdiri paling depan.

3. Coba perhatikan barisan yang terbentuk.

4. Apakah selalu sama?

Membaca

Bacalah cerita berikut ini dengan nyaring secara bergantian!

Tak Muat Lagi

Lala baru saja pulang sekolah. Cuaca panas membuatnya buru-buru masuk rumah. Segelas air dingin, itulah yang diinginkannya.  “Kakak pasti haus. Ini, minum dulu.” Kiki menyodorkan segelas air. Adiknya itu memang baik.

“Waaaah, terima ka ….” Lala menghentikan ucapannya begitu melihat baju yang dipakai Kiki. Itu baju biru polkadot favoritnya! “Kenapa kamu memakai bajuku?” Lala bertanya dengan kesal. “Kata Ibu, baju ini untukku. Kakak kan sudah tidak pernah lagi memakainya,” jawab Kiki bingung.

“Tidak pernah kupakai bukan berarti boleh diambil.” Lala mulai marah. “Ayo ganti bajumu.” “Tapi … baju ini pas untukku.” Kiki mengelak. “Pasti sudah kekecilan untuk Kak Lala.” “Tidak! Ini bajuku, bukan bajumu,” Lala berkeras.

Akhirnya, Kiki mengalah. Lala mendapatkan kembali bajunya. Langsung saja Lala ke kamar untuk berganti pakaian. Kiki mengikutinya. “Hmmm, masih cukup.” Lala berdiri di depan cermin. “Kenapa belakangan ini aku tidak pernah memakainya, ya?”

Lala terus mematut diri. Awalnya tidak ada masalah, tetapi lama-lama Lala merasa gerah. Dia juga sulit bernapas dengan lega. Kulitnya mulai terasa gatal.  Lala lalu berusaha menggaruk punggungnya. Breeet …! “Kak, baju Kakak sobek!” Kiki berteriak.

Baca Juga :  Jawaban pernahkah kalian sakit atau anggota keluarga kalian sakit, ceritakan di buku tulis kalian, pastikan cerita kalian memiliki struktur awal, tengah, dan akhir

Lala terdiam. Dengan sedih dia meraba bagian baju yang sobek. “Nanti minta tolong Ibu untuk menjahitnya, Kak,” usul Kiki.

“Bisa sih, tapi ….” sahut Lala pelan. Dalam hati dia mengakui, memakai baju sempit sungguh tidak nyaman. Lala juga menjadi paham mengapa akhir-akhir ini dia tidak pernah lagi memakai baju itu. Mungkin baju itu akan bertambah sobek kalau dia terus memakainya.

Lala melihat bayangan dirinya dan Kiki di cermin. Ternyata, Lala memang sudah besar. Dia sudah tak cocok lagi memakai baju itu. “Ya, nanti kita minta tolong Ibu menjahit baju ini,” katanya.

Kemudian Lala menambahkan, “Nanti baju ini buat kamu saja.” “Yang benar, Kak? Horeee!” teriak Kiki senang. Lala mengangguk pelan. “Iya, untukmu saja.” “Terima kasih.” Kiki langsung memeluk kakaknya.

Bagaimana menurut kalian cerita berjudul “Tak Muat Lagi”? Menarik, bukan?

Sekarang jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!

1. Sampaikan kembali cerita “Tak Muat Lagi” dalam tiga kalimat buatanmu sendiri!

Jawaban : 

Lala mendapati baju favoritnya dipakai oleh Kiki, adiknya.

Lala pun meminta kembali baju tersebut.

Namun baju tersebut tidak muat lagi untuk Lala karena menjadi lebih besar dan Lala pun merelakan baju tersebut untuk Kiki.

2. Mengapa Lala kesal kepada Kiki?

Jawaban : Lala kesal kepada Kiki karena Kiki memakai baju favoritnya.

3. Dari mana Lala mengetahui baju itu tidak muat lagi untuknya?

Jawaban : Lala merasa gerah, sulit bernapas dengan lega, serta kulitnya terasa gatal saat memakai baju tersebut.

4. Menurutmu, bagaimana perasaan Lala setelah memutuskan akan memberikan bajunya kepada Kiki?

Jawaban : Menurut saya, Lala merasa lebih baik memberikan bajunya kepada Kiki karena bajunya bisa dipergunakan oleh adiknya.

5. Apakah kalian juga punya adik? Bagaimana perasaan kalian jika barang kalian diminta adik?

Jawaban : Ya, saya punya adik.

Jika barang milik saya diminta oleh adik, maka saya akan memberikannya.

6. Bayangkan diri kalian sebagai Kiki. Bagaimana perasaan kalian jika memiliki kakak seperti Lala?

Jawaban : Jika saya memiliki kaka seperti Lala, saya akan merasa sangat senang.