Mbah Sadiman, Pejuang Penghijauan Wonogiri

Jawaban Tuliskan apa saja masalah lingkungan yang terdapat pada teks “Mbah Sadiman, Pejuang Penghijauan Wonogiri”

Berikut Jawaban Tuliskan apa saja masalah lingkungan yang terdapat pada teks “Mbah Sadiman, Pejuang Penghijauan Wonogiri”. Sebelum kami uraikan contoh jawaban pada pertanyaan diatas. Kita akan ulas terlebih dahulu materi yang terkait pada pertanyaan diatas.

 

Membaca

Perhatikan teks yang berjudul “Mbah Sadiman, Pejuang Penghijauan Wonogiri” berikut ini. Sebelum kalian membacanya, dapatkah kalian menebak isi teks tersebut? Bagaimana kalian mengetahuinya? Sekarang luangkan satu hingga dua menit untuk membaca sekilas teks tersebut. Apakah ada informasi baru yang kalian dapatkan? Apa petunjuk yang kalian lihat?

Kegiatan yang baru saja kalian lakukan adalah kegiatan membaca sekilas atau skimming. Ini adalah salah satu cara untuk mendapat gambaran tentang isi teks, terutama jika teks yang akan dibaca itu panjang.

Sekarang, saatnya untuk membaca teks di bawah ini dalam hati dengan saksama. Sambil membaca, identifikasi hubungan sebab akibat yang ada pada bacaan.

Mbah Sadiman, Pejuang Penghijauan Wonogiri

Mbah Sadiman adalah pahlawan penghijauan dari Desa Geneng, Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Selama kurang lebih 20 tahun terakhir, ia mendedikasikan hidupnya untuk menanam ribuan bibit pohon di bukit gersang, hutan seluas kurang lebih 250 hektare dekat tempat tinggalnya. Bukit Ampyangan dan Gendol namanya. Dulu, hutan dari kedua bukit tersebut menghasilkan air yang melimpah. Namun, karena penebangan liar yang dilakukan oleh warga untuk dijual, kayu bakar, dan terjadi kebakaran hebat membuat hutan nyaris gundul hingga airnya makin mengering. Akibatnya, warga dan hewan ternak kesulitan mendapatkan air bersih.

Untuk mengatasi kekeringan, Mbah Sadiman menanam pohon beringin di lokasi-lokasi yang tidak ada tanamannya. Ia melakukannya dengan menyemai bibit pohon jati di pekarangan rumahnya yang kecil. Selain itu, ia juga mendapatkannya dengan cara mencangkok pohon beringin. Karena area yang ditanami sangat luas, Mbah Sadiman juga membuat jalan pintas berupa 1.025 anak tangga yang ia gunakan untuk mendaki ke Bukit Gendol. Ia menyelesaikan pembuatan anak tangga tersebut selama satu bulan penuh yang ia kerjakan sendirian setiap hari dari pagi hingga sore. Di sepanjang jalan pintas tersebut, ia juga sempatkan untuk menanam beringin dan tanaman-tanaman hias.

Baca Juga :  Jawaban apakah isi cerita tersebut

Kesabaran Mbah Sadiman selama kurang lebih 20 tahun merawat 11 ribuan pohon yang ia tanam, kini berbuah manis. Bukit Gendol dan Ampyangan hijau kembali. Air sungai dan sumber air di segala penjuru hutan terus mengalir. Air tersebut juga dapat dirasakan oleh 3.000 warga di 21 dusun di Kecamatan Bulukerto melalui pipa-pipa swadaya hasil subsidi pemerintah setempat.

Perjuangan yang dijalani Mbah Sadiman mendapatkan banyak apresiasi dari berbagai pihak. Ia memenangi Radar Solo Award 2015 dalam kategori Lingkungan Hidup sebagai tokoh lingkungan hidup. Pada Juli 2016, ia bahkan menerima penghargaan Kalpataru sekaligus membawa Kabupaten Wonogiri meraih Adipura. Pada Agustus 2019 lalu, ia juga memperoleh penghargaan sebagai tokoh inspiratif Reksa Utama Anindha (Penjaga Bumi yang Penuh Kebijakan) dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) yang diserahterimakan di Kantor Desa Geneng. Selain itu, Mbah Sadiman juga menerima penghargaan dalam bentuk dana sebesar Rp100 juta dari Bank BRI Wilayah Yogyakarta atas dedikasinya terhadap lingkungan dan kemanusiaan.

Kegiatan Setelah Membaca

Tuliskan apa saja masalah lingkungan yang terdapat pada teks “Mbah Sadiman, Pejuang Penghijauan Wonogiri”. Gunakan tabel di bawah ini untuk merumuskan sebab akibat dari masalah.

Jawaban :

– Sebab: adanya penebangan liar.

Akibat: hutan menjadi gundul.

– Sebab: kesulitan mendapatkan air bersih.

Akibat: Mbah Sadiman tergerak untuk menanam bibit pohon di hutan seluas kurang lebih 250 hektare.

– Sebab: area yang ditanami sangat luas.

Akibat: Mbah Sadiman membuat jalan pintas berupa 1.025 anak tangga.

– Sebab: kesabaran Mbah Sadiman dalam merawat 11 ribuan pohon selama kurang lebih 20 tahun.

Akibat: Bukit Gendol dan Ampyangan kembali hijau, yang kemudian bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga di Kecamatan Bulukerto.

– Sebab: hutan yang kembali hijau.

Akibat: air sungai dan sumber air di segala penjuru hutan terus mengalir.

– Sebab: perjuangan Mbah Sadiman.

Akibat: memperoleh banyak penghargaan dari beberapa pihak.

 

Baca Juga :  Jawaban apakah yang dimaksud dengan kembar identik