POSISI DUDUK DI DEPAN KOMPUTER
POSISI DUDUK DI DEPAN KOMPUTER

K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) dalam Bekerja dengan Komputer

masbejo.com – K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) dalam Bekerja dengan Komputer. Bekerja dalam bidang apapun kita harus selalu memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja atau yang biasa disebut dengan K3. Begitu pula dengan kita yang selalu bekerja di depan komputer. Kita harus memperhatikan bagaimana posisi duduk, posisi tangan, menjaga bagian komputer agar tetap aman ketika kita gunakan, dan lain sebagainya. Untuk lebih jelasnya mari kita uraikan bersama.

K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) dalam Bekerja dengan Komputer

1. Faktor Ergonomis (Kenyamanan)

Jika setiap hari kita bekerja di depan komputer, maka suka atau tidak suka monitor adalah sahabat dekat kita. Tetapi sadarkah bahwa sahabat yang ini bisa menjadi biang penyakit, selain menghibur kita dengan warna-warni tampilannya? Memang monitor tampaknya hanya berhubungan dengan mata kita saja. Namun ternyata, otot leher, kepala, mata, pundak, lutut, kaki, dan lain-lain akan ikut terbawa oleh mata yang terpaksa harus terfokus terus ke layar monitor. Hal tersebut bisa menyebabkan kepala pusing, pundak pegal, pinggang linu, mata kabur, leher kaku, dan sebagainya. Beberapa pendapat dan penelitian orangtentang aspek ergonomi dan kesehatan yang berkaitan dengan monitor berikut ini akan membantu kita.

Mata adalah organ tubuh yang berhubungan langsung dengan monitor komputer. Bagi yang sehari-harinya harus menghadapi layar monitor, mungkin pernah mengalami gejala-gejala seperti sakit kepala, kehilangan fokus, mata lelah dan panas, ketegangan mata, pandangan ganda, pandangan kabur, dan sakit leher atau bahu.

Penyebab utama ketidaknyamanan mata adalah silau dan pantulan yang dihasilkan oleh cahaya baik oleh lampu ruangan maupun sinar matahari yang dipantulkan oleh monitor. Ada berbagai cara untuk mengatasi masalahmasalah ini, antara lain sebagai berikut.

Baca Juga :  Sejarah Perkembangan Komputer dari Generasi ke Generasi

a. Mengatur sumber cahaya pada ruangan.

b. Menempatkan lampu pijar biasa di dekat monitor untuk menghilangkan dampak dari lampu neon yang mempunyai tingkat kedip (flicker rate) tinggi.

c. Menggunakan filter screen yang dirancang untuk meminimalisir/mereduksi cahaya menyilaukan dan pantulan pada layar monitor.

Banyak pendapat yang mengatakan bahwa monitor sebaiknya ditempatkan sejajar atau sedikit lebih rendah dari garis horizontal telinga-mata (eye level). Artinya, pada saat memandang lurus ke depan, mata menatap pada pinggir atas layar monitor. Namun ada pendapat lain yang berbeda. Ankrum dan Kenneth (1995), misalnya, menyatakan bahwa sebaiknya monitor ditempatkan 15º di bawah eye level. Sedang Kroemer dan Hill (1989) merekomendasikan bahwa pada jarak 1 meter, sudut antara eye level dengan garis pinggir atas layar adalah 35º. Sedang untuk jarak setengah meter, sebaiknya sudutnya 44º.

Berbagai pendapat tersebut dibantah oleh penelitian Limerick, Plooy, Fraser, dan Ankrum yang menyebutkan bahwa postur tubuh, leher, dan kepala, ikut menentukan kenyamanan pada saat menatap monitor dalam kurun waktu yang lama. Postur tubuh tertentu mungkin mempunyai posisi paling nyaman yang berbeda. Namun, kenyamanan juga dapat ditemukan pada posisi yang lebih rendah dibanding rekomendasi di atas.

2. Beberapa Bagian dari Komputer yang Perlu diperhatikan untuk Menjaga Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Bagian-bagian komputer yang perlu diperhatikan untuk tetap menjaga kesehatan dan keselaman kerja antara lain:

a. Monitor

Monitor komputer pada umumnya menggunakan tabung gambar (CRT) yang dapat menyebabkan intensitas cahaya yang dipancarkan oleh monitor cukup tinggi untuk diterima oleh retina mata manusia. Oleh karena itu, bagian dari perangkat ini harus memiliki layar anti radiasi, agar mata terhindar dari kerusakan karena radiasi sinar cahaya dari komputer.

Baca Juga :  Berbagai Cara Mengedit Naskah di Microsoft Word dengan Mudah

Untuk mengurangi keluhan pada mata, ada beberapa layar monitor yang perlu diperhatikan.

  • Harus meletakkan monitor sedemikian rupa di ruangan sehingga layar monitor tidak memantulkan cahaya dari sumber cahaya lain.
  • Letakkanlah monitor lebih rendah dari garis hoizontal mata, agar tidak menengadah atau menunduk.
  • Aturlah cahaya monitor agar tidak terlalu terang dan gelap.
  • Pergunakan filter screen untuk mereduksi cahaya
  • Sering-seringlah mengedipkan mata untuk menjaga agar mata tidak kering. Sesekali memandang jauh ke luar ruangan.

b. CPU ( Central Processing Unit )

Bagian dari perangkat komputer ini tidak boleh langsung bersentuhan dengan tangan (basah) karena aliran listrik yang ada pada CPU dapat menyetrum manusia.

  • Tangan yang basah baik oleh air atau keringat tidak boleh langsung bersentuhan dengan CPU.
  • Aliran listrik yang ada pada CPU dapat menimbulkan setrum.

c. Kabel Komputer

Bagian dari perangkat komputer ini harus dihindari dari air, karena dapat menyebabkan korsleting. Korsleting dapat mengakibatkan hubungan arus listrik yang dapat menyebabkan kebakaran.

d. Keyboard

Penelitian menunjukkan bahwa posisi keyboard merupakan salah satu faktor penyebab nyeri otot dan persendian, misalnya penggunaan jari-jari tertentu saja dalam waktu yang lama. Hal ini terutama apabila sedang bermain game. Hindarkan tertumpahnya air pada keyboard yang dapat menyebabkan keyboard rusak.

3. Posisi Terbaik di Depan Komputer

POSISI DUDUK DI DEPAN KOMPUTER

Untuk menghindari penyakit-penyakit yang diakibatkan karena pekerjaan yang harus berhadapan dengan komputer sepanjang waktu, cara-cara berikut ini dapat berguna.

  1. Jangan jauhkan siku dari badan. Ini akan mengurangi ketegangan otot bahu dan pundak.
  2. Jaga sudut 90° antara lengan atas dan bawah. Pergelangan dan lengan harus selalu lurus. Sebaiknya ada penyangga pergelangan di dekat keyboard untuk menjaga kelurusan itu.
  3. Kepala tegak lurus, jarak mata dengan monitor sekitar 0,5 meter. Jarak minimal yang masih bisa ditolerir adalah sekitar 30 cm.
Baca Juga :  Free Download Pro Evolution Soccer (PES) 2017

Ketika kamu bekerja menggunakan komputer dalam durasi waktu yang lama, sering-seringlah berhenti sejenak untuk meregangkan otot-otot badan kita. Ini dilakukan agar nantinya badan kita tidak mengalami pegal-pegal.

Semoga bermanfaat ya..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.