Pemerintah telah menetapkan keputusan hari raya idul fitri 2022 adalah di bulan Mei. Namun, tanggalnya belum pasti.

Keputusan Hari Raya Idul Fitri 2022

Pemerintah telah menetapkan keputusan hari raya idul fitri 2022  adalah di bulan Mei. Namun, tanggalnya belum pasti. Lantaran penetapan jatuhnya 1 Syawal ini ditentukan dengan dua metode, yaitu hisab dan rukyat. Berikut adalah ulasan tentang cara menetapkan hari Lebaran berdasarkan kedua metode tersebut.

Metode Penetapan Keputusan Hari Raya Idul Fitri 2022

Metode yang dipakai untuk menentukan hari dan tanggal hari raya idul fitri 2022 di Indonesia ada dua, yaitu hisab dan rukyat. Dua metode tersebut dilakukan oleh dua ormas Islam terbesar, yaitu Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Bagaimanakah kedua ormas tersebut menggunakan metode ini? Simak penjelasannya.

Cara Menetapkan Hari Raya Idul Fitri 2022 Menurut NU

Tanggal hari raya Idul Fitri 2022 ditetapkan oleh NU dengan Metode Rukyatul Hilal. Ini adalah cara pengamatan hilal dengan meneropong menggunakan teleskop atau melihatnya secara langsung. 

Bagi yang belum tahu, hilal adalah awal bulan sabit pertama setelah terjadinya Ijtima’ (konjungsi). Ijtima’ adalah kondisi bumi dan bulan terletak berada di bujur yang sama setelah matahari terbenam. Hilal dijadikan acuan jatuhnya awal bulan dalam kalender Hijriyah. 

Pengamatan hilal dilakukan pada hari ke-29 dan dilakukan di beberapa tempat di Indonesia. Tampilan hilal yang diamati dengan menggunakan standar tertentu akan menandai bahwa besoknya adalah hari pertama awal bulan dalam kalender Hijriah. 

Apabila hilal tidak terlihat, maka disepakati bahwa lusa adalah waktu jatuhnya awal bulan. Ini disebut dengan istikmal, yaitu pembulatan jumlah hari sampai 30 hari sebelum dimulainya bulan yang baru. 

Baca Juga :  Kata Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

Baca Juga: Terbaru! Ucapan Idul Fitri 2022 Saat Lebaran Nanti

Cara Menetapkan Hari Raya Idul Fitri 2022 Menurut Muhammadiyah

Hari raya Idul Fitri 2022 tgl berapa ditetapkan oleh Muhammadiyah dengan Hisab. Metode Hisab adalah proses perhitungan yang bertujuan menentukan posisi geometris benda langit. Dari sini akan diketahui waktu di mana benda langit mencapai posisi tersebut atau mengetahui siklus waktu sudah dimulai atau belum. 

Metode hisab menggunakan tiga kriteria, yaitu:

  • Telah terjadi ijtimak bulan-matahari
  • Ijtimak terjadi sebelum matahari terbenam, dan 
  • Saat matahari terbenam, di atas ufuk akan kelihatan bulan. Hilal dianggap terlihat apabila matahari terbenam lebih dahulu daripada terbenamnya hilal meskipun waktunya kurang dari satu menit. 

Pemerintah Menggelar Sidang Isbat

Pemerintah melalui Kemenag memadukan Metode Rukyatul Hilal dan Hisab untuk referensi pelaksanaan Idul Fitri secara nasional. Atas kepentingan ini, pemerintah menggunakan sidang Isbat untuk menentukan tanggal hari besar Islam di Indonesia sesuai dengan kalender Hijriyah. 

Pemerintah melalui Kementerian Agama RI biasanya akan mengadakan sidang Isbat untuk menentukan awal bulan di kalender Hijriyah, termasuk Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah (Idul Adha). Sidang akan mempertimbangkan informasi hasil perhitungan secara astronomis atau hisab, serta konfirmasi pemantauan rukyatul hilal secara langsung. 

Pada sidang Isbat tahun 2022, Kementerian Agama RI akan mengumumkan keputusan hari raya idul fitri 2022 akan dilaksanakan pada tanggal berapa. Para umat muslim di Indonesia pun bisa bersiap-siap menyambut perayaan ini dengan hati gembira, penuh rasa syukur, dan berdoa semoga tahun depan masih dapat bertemu lagi dengan bulan Ramadhan.