Menag Nasaruddin Umar Ajak Paus Leo XIV ke RI, Ini Respon Tak Terduga

masbejo.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan momen hangat pertemuannya dengan Paus Leo XIV di Vatikan dan secara resmi mengajaknya berkunjung ke Indonesia. Dalam pertemuan empat mata tersebut, Nasaruddin menceritakan kedekatan emosional serta respon mengejutkan dari pemimpin tertinggi umat Katolik dunia itu mengenai tanah air.

Fakta Utama Peristiwa

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar membagikan pengalaman spiritual dan diplomatik yang mendalam saat mendampingi Paus Leo XIV di Vatikan. Cerita ini diungkapkan Nasaruddin saat menghadiri perayaan HUT ke-219 Keuskupan Agung Jakarta yang digelar di Gereja Katedral Jakarta, Sabtu (9/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin yang juga merupakan Imam Besar Masjid Istiqlal, menceritakan bagaimana dirinya mendapatkan kehormatan khusus untuk mendampingi Paus Leo XIV. Pertemuan ini bukan sekadar seremoni biasa, melainkan simbol kuatnya hubungan antara Indonesia dengan takhta suci Vatikan dalam bingkai dialog antarumat beragama.

Inti dari pertemuan tersebut adalah ajakan resmi dari pemerintah Indonesia agar Paus Leo XIV berkenan menginjakkan kaki di bumi nusantara. Langkah ini dipandang sebagai upaya strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai barometer toleransi dunia.

Kronologi atau Detail Kejadian

Momen istimewa itu terjadi ketika Nasaruddin Umar diminta secara khusus untuk mendampingi Paus Leo XIV berjalan kaki dari rumah peristirahatan menuju panggung acara utama di Vatikan. Jarak yang ditempuh sekitar 300 meter, namun momen tersebut terasa sangat eksklusif karena hanya mereka berdua yang berjalan di tengah pengawalan dan perhatian ratusan ribu orang yang hadir.

"Satu-satunya orang yang diminta mendampingi Paus Leo XIV dari rumah peristirahatan itu ke panggung seperti ini, 300 meter cuma berdua di antara mungkin ratusan ribu orang," kenang Nasaruddin di hadapan jemaat dan tamu undangan di Gereja Katedral.

Terkait:  KRL Tabrak Pria Diduga ODGJ di Bogor, Tewas Pagi Hari

Nasaruddin mengaku sempat terkejut dan tidak mengetahui alasan spesifik mengapa dirinya yang dipilih untuk mendampingi Paus dalam momen krusial tersebut. Namun, ia memaknai hal ini sebagai bentuk penghormatan luar biasa terhadap sosok Imam Besar Masjid Istiqlal dan representasi umat Islam di Indonesia.

Selama perjalanan singkat namun bermakna itu, dialog mengalir dengan hangat. Di sinilah Nasaruddin memanfaatkan momentum untuk menyampaikan undangan agar Paus Leo XIV bersedia mengunjungi Indonesia, menyusul jejak pendahulunya yang telah memberikan kesan mendalam bagi rakyat Indonesia.

Pernyataan atau Fakta Penting

Ada satu momen unik yang membuat Nasaruddin Umar tertegun saat berbincang dengan Paus Leo XIV. Ketika ajakan berkunjung ke Indonesia disampaikan, Paus memberikan jawaban yang tidak disangka-sangka.

"I have been there, saya pernah ke Indonesia," ujar Nasaruddin menirukan ucapan Paus Leo XIV.

Menag Cerita Pertemuan dengan Paus Leo di Vatikan, Ajak Kunjungi RI

Mendengar jawaban itu, Nasaruddin sempat merasa bingung karena secara administratif dan catatan publik, ia belum pernah mendengar kabar kunjungan resmi Paus Leo XIV ke Indonesia sebelumnya. Namun, Paus kemudian menjelaskan bahwa dirinya pernah mengunjungi wilayah Papua.

Merespon hal tersebut, Nasaruddin dengan nada berseloroh namun serius tetap membujuk agar Paus melakukan kunjungan resmi ke ibu kota. "Nah itu Papua, pokoknya kita harus ke Jakarta. Tidak sah kalau tidak ke Jakarta," tuturnya yang disambut hangat oleh audiens.

Mengenai respon terhadap undangan resmi tersebut, Nasaruddin menyebutkan bahwa Paus Leo XIV memberikan sinyal positif. Paus menyatakan kesediaannya untuk mempertimbangkan kunjungan tersebut, bergantung pada pengaturan jadwal dan persiapan acara yang matang.

"Nanti bikin acara yang bagus, kita lihat waktunya," ucap Nasaruddin menirukan janji sang Paus.

Terkait:  Navigasi Digital Sesatkan Pemudik ke Jalur Sawah Dekat GT Purwomartani

Dampak atau Implikasi

Rencana kunjungan Paus Leo XIV ke Indonesia diprediksi akan membawa dampak besar bagi citra diplomasi religi Indonesia di mata internasional. Jika kunjungan ini terealisasi, hal tersebut akan menjadi validasi kuat bahwa Indonesia adalah negara dengan tingkat kerukunan beragama yang sangat tinggi.

Secara politik dan sosial, kehadiran pemimpin tertinggi Katolik ini akan mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Vatikan. Selain itu, kunjungan ini diharapkan dapat memberikan pesan perdamaian yang kuat, tidak hanya bagi umat Katolik, tetapi bagi seluruh elemen bangsa.

Nasaruddin menekankan bahwa kunjungan tokoh dunia sekelas Paus akan memperkuat narasi Indonesia sebagai poros moderasi beragama. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman dapat dikelola menjadi kekuatan nasional, bukan pemecah belah.

Konteks Tambahan

Konteks undangan ini tidak lepas dari sejarah kunjungan kepausan sebelumnya. Nasaruddin mengingatkan kembali bagaimana Paus Fransiskus sebelumnya telah mengunjungi Masjid Istiqlal dan melihat langsung Terowongan Silaturahmi.

Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta telah menjadi simbol fisik yang sangat kuat di mata dunia mengenai toleransi di Indonesia. Keberadaan terowongan ini sering kali menjadi topik pembicaraan di level internasional sebagai bukti nyata harmoni antara dua rumah ibadah besar yang letaknya berdampingan.

Dengan mengajak Paus Leo XIV ke Jakarta, Nasaruddin ingin menunjukkan bahwa semangat "Terowongan Silaturahmi" tersebut terus hidup dan berkembang. Kehadiran Menag di Gereja Katedral dalam rangka HUT ke-219 Keuskupan Agung Jakarta juga menjadi penegasan bahwa pemerintah hadir untuk semua golongan agama tanpa terkecuali.

Harapannya, dengan persiapan yang matang dan koordinasi lintas sektoral, kunjungan Paus Leo XIV ke Indonesia dapat segera terwujud dan menjadi tonggak sejarah baru dalam perjalanan toleransi di tanah air.