OJK Bidik Kapitalisasi Bursa Rp 25.000 T, Investor 30 Juta

Ringkasan Peristiwa Keuangan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat mencapai Rp 25.000 triliun pada tahun 2031. Target ambisius ini diungkapkan oleh Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, dalam uji kelayakan Anggota Dewan Komisioner (ADK) OJK bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026).

Proyeksi ini menunjukkan visi OJK untuk memacu pertumbuhan pasar modal Indonesia secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Pencapaian target ini berpotensi mengubah lanskap investasi domestik dan menarik minat investor lebih besar. Implikasinya akan terasa pada peningkatan likuiditas pasar serta kedalaman ekosistem keuangan nasional.

Posisi Isu di Lanskap Ekonomi Nasional

Target kapitalisasi pasar sebesar Rp 25.000 triliun bukan sekadar angka, melainkan cerminan ambisi OJK untuk menjadikan pasar modal sebagai tulang punggung perekonomian. Hasan Fawzi menyatakan bahwa angka tersebut setara dengan 80% Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Hal ini menegaskan posisi strategis pasar modal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

Visi ini disampaikan sebagai bagian dari rencana kerja jangka panjang Hasan Fawzi jika ia terpilih sebagai pimpinan OJK. Ini menggarisbawahi komitmen regulator dalam menciptakan ekosistem pasar keuangan yang lebih kuat, inklusif, dan kompetitif. Pencapaian target ini akan memperdalam pasar modal Indonesia, meningkatkan kapasitas pendanaan domestik, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional dari guncangan global.

Detail Angka atau Kebijakan

Dalam paparannya, Hasan Fawzi merinci beberapa target strategis yang akan dikejar hingga tahun 2031. Selain kapitalisasi pasar BEI sebesar Rp 25.000 triliun, OJK juga membidik peningkatan jumlah investor. Targetnya adalah mencapai 30 juta Single Investor Identification (SID) pada periode yang sama.

Terkait:  Pertamina Jamin BBM Krayan Optimal, Dorong Perbaikan Akses Logistik

Selain itu, OJK juga menargetkan peningkatan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) BEI hingga Rp 35 triliun per hari. Target-target ini sejalan dengan harapan akan peningkatan jumlah emiten yang melantai di bursa serta pertumbuhan dana kelolaan dari para investor. Proyeksi kinerja strategis ini menjadi cetak biru arah pengembangan pasar modal Indonesia dalam lima tahun ke depan.

Poin Penting

Proyeksi OJK ini menandai titik fokus pada ekspansi pasar modal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Target kapitalisasi pasar yang mencapai 80% PDB nasional menunjukkan ambisi untuk menjadikan pasar modal sebagai motor penggerak ekonomi. Pertumbuhan jumlah investor menjadi 30 juta SID akan mendorong inklusi keuangan dan partisipasi masyarakat dalam investasi.

Peningkatan RNTH hingga Rp 35 triliun per hari akan memperkuat likuiditas dan efisiensi pasar. Keseluruhan target ini disampaikan oleh Hasan Fawzi, yang saat ini menjabat sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK. Ia mengisi posisi tersebut setelah pengunduran diri Inarno Djajadi.

Dampak bagi Investor dan Masyarakat

Target ambisius OJK ini membawa dampak signifikan bagi investor dan masyarakat. Bagi investor, peningkatan kapitalisasi pasar dan RNTH berpotensi menciptakan pasar yang lebih likuid dan beragam, dengan peluang investasi yang lebih luas di berbagai sektor. Bertambahnya jumlah emiten juga akan memberikan lebih banyak pilihan investasi, baik saham maupun obligasi.

Bagi masyarakat luas, target 30 juta SID mengindikasikan upaya masif untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan. Ini berarti lebih banyak warga negara akan memiliki akses dan pemahaman tentang pentingnya berinvestasi. Dampaknya adalah potensi pertumbuhan kekayaan individu dan peningkatan pendanaan domestik, yang pada akhirnya dapat mendorong pembangunan ekonomi yang lebih merata. Visi ini dapat menumbuhkan kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang pasar modal Indonesia.

Terkait:  Minyak Dunia US$110/Barel, Bahlil Jamin Harga BBM Subsidi Stabil

Pernyataan Resmi

Hasan Fawzi secara eksplisit menyampaikan target-target tersebut dalam uji kelayakan di hadapan Komisi XI DPR RI. Ia menegaskan, "Sebagai arah penerapan visi tersebut kami menetapkan proyeksi-proyeksi kinerja strategis dalam periode lima tahun ke depan sampai dengan 2031 di mana ditargetkan kapitalisasi pasar akan mencapai angka Rp 25.000 triliun atau mencapai sekitar 80% dari angka PDB nasional."

Lebih lanjut, ia menambahkan, "Angka RNTH rata-rata transaksi harian kita harapkan sudah mencapai angka 35 triliun per harinya. dan sejalan dengan itu terjadi peningkatan baik di sisi jumlah emiten maupun jumlah dana kelolaan dari para investor." Pernyataan ini menjadi landasan resmi dari target ambisius OJK untuk pasar modal nasional.

Langkah atau Perkembangan Selanjutnya

Target-target yang diungkapkan Hasan Fawzi merupakan bagian integral dari rencana kerja jangka panjangnya. Rencana ini akan menjadi prioritas utama jika ia terpilih secara definitif sebagai pimpinan OJK. Dengan latar belakangnya sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto, fokus pada pengembangan ekosistem keuangan yang modern dan inklusif akan menjadi kunci.

Peran Hasan Fawzi sebagai Pjs Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK saat ini memberinya posisi strategis. Ia bertugas menggantikan Inarno Djajadi yang sebelumnya mengundurkan diri. Proses uji kelayakan dan penunjukan pimpinan OJK selanjutnya akan menjadi penentu arah implementasi visi dan target-target ambisius ini, membentuk masa depan pasar modal Indonesia.