Kepolisian Republik Indonesia telah merilis identitas visual dua terduga pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, memastikan keaslian gambar yang diperoleh dari rekaman CCTV. Pengungkapan ini menjadi langkah signifikan dalam upaya penegakan hukum terhadap serangan yang mengancam kebebasan berekspresi dan keamanan pegiat hak asasi manusia.
Kasus ini menarik perhatian publik luas karena menargetkan seorang aktivis HAM, memicu kekhawatiran serius mengenai perlindungan bagi mereka yang menyuarakan kritik dan mengadvokasi keadilan. Penegasan polisi bahwa bukti visual bukan hasil manipulasi kecerdasan buatan (AI) juga penting