masbejo.com – Presiden Prabowo Subianto secara terbuka menyatakan kekagumannya terhadap Perdana Menteri India, Narendra Modi, dalam sebuah pertemuan emosional dengan komunitas India di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan. Momen ini menandai babak baru penguatan hubungan diplomatik dan emosional antara kedua negara yang memiliki akar sejarah panjang.
Fakta Utama Peristiwa
Pertemuan yang berlangsung pada Selasa malam tersebut menjadi salah satu agenda krusial dalam rangkaian kunjungan kenegaraan PM Narendra Modi ke Indonesia. Acara yang digelar di JICC ini dihadiri oleh ribuan anggota komunitas India yang menetap di Indonesia, menciptakan suasana yang khidmat sekaligus meriah.
Acara dibuka dengan kumandang lagu kebangsaan kedua negara, Indonesia Raya dan Jana Gana Mana, yang menegaskan penghormatan timbal balik antar bangsa. Kehadiran Prabowo Subianto di tengah komunitas India bukan sekadar formalitas diplomatik, melainkan sebuah pernyataan politik tentang arah kebijakan luar negeri Indonesia yang memandang India sebagai mitra strategis utama di kawasan Asia.
Dalam pidatonya, Prabowo tidak ragu menyampaikan rasa terima kasihnya atas kunjungan PM Modi. Ia menekankan bahwa hubungan ini bukan hanya soal kerja sama antar pemerintah (G-to-G), tetapi juga hubungan antar masyarakat (P-to-P) yang telah terjalin selama berabad-abad.
Kronologi dan Detail Pertemuan di JICC
Pertemuan di JICC ini dilakukan setelah kedua pemimpin menyambangi Gedung DPR/MPR pada hari yang sama. Kehadiran mereka di pusat konvensi terbesar di Jakarta tersebut disambut dengan antusiasme luar biasa dari diaspora India.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto mengenang kembali momen bersejarah saat dirinya diundang sebagai tamu utama pada Peringatan Hari Republik India pada tahun 2025 lalu. Ia menarik garis merah sejarah yang sangat kuat antara dirinya dengan Presiden pertama RI, Soekarno.
Prabowo menyebutkan bahwa ada semacam "takdir" yang menghubungkan kepemimpinannya dengan sejarah awal kemerdekaan Indonesia. Ia mencatat bahwa Soekarno adalah tamu utama pada perayaan Hari Republik India yang pertama pada tahun 1950, dan kini, sebagai Presiden kedelapan, Prabowo kembali memperkuat ikatan tersebut.
Pernyataan Penting: "Saya Pengagum Narendra Modi"
Salah satu poin yang paling mencuri perhatian publik dan media internasional adalah pernyataan jujur Prabowo mengenai sosok PM Modi. Di hadapan ribuan hadirin, Prabowo menegaskan posisinya tanpa bermaksud mengintervensi urusan internal India.

"Sekali lagi, saya tidak ikut campur dalam politik domestik India, tetapi saya adalah pengagum pribadi Shri Narendra Modi," tegas Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan ini mencerminkan adanya chemistry personal yang kuat antara kedua pemimpin, yang seringkali menjadi kunci keberhasilan diplomasi tingkat tinggi.
Di sisi lain, PM Narendra Modi membalas pujian tersebut dengan menyebut Prabowo sebagai "sahabat sejati India". Modi mengaku sangat terkesan dengan sambutan hangat yang ia terima sejak menginjakkan kaki di Indonesia. Ia menyoroti bagaimana anak-anak sekolah dan pemuda Indonesia menyambutnya dengan senyuman di Istana Presiden, sebuah pengalaman yang menurutnya akan dikenang seumur hidup.
Dampak dan Implikasi Hubungan Bilateral
Kedekatan personal antara Prabowo dan Modi diprediksi akan membawa dampak signifikan pada berbagai sektor kerja sama. PM Modi bahkan sempat melontarkan pernyataan menarik dengan menyitir referensi budaya populer India yang sangat dikenal di Indonesia.
"Hari ini saya mengatakan kepada Presiden Prabowo bahwa bila India dan Indonesia berjalan bersama, bukan hanya ‘Kuch Kuch’ (beberapa hal) yang terjadi, tetapi ke depannya akan banyak hal besar yang terjadi jika kita selalu bersama," ujar PM Modi yang disambut tepuk tangan meriah.
Implikasi dari pertemuan ini mencakup beberapa poin strategis:
- Penguatan Kemitraan Strategis: Kedua negara sepakat untuk meningkatkan level kerja sama di bidang pertahanan, teknologi, dan ekonomi hijau.
- Diplomasi Budaya: Popularitas budaya India di Indonesia, mulai dari film hingga musik, diakui sebagai modal sosial yang kuat untuk mempererat hubungan antarmasyarakat.
- Stabilitas Kawasan: Sebagai dua kekuatan besar di Samudra Hindia dan Pasifik, kolaborasi Indonesia-India menjadi jangkar stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.
Konteks Tambahan: Fondasi Sejarah yang Kokoh
Hubungan Indonesia dan India bukanlah hubungan yang baru seumur jagung. Sejak era Soekarno dan Jawaharlal Nehru, kedua negara telah menjadi pelopor dalam gerakan negara-negara berkembang, termasuk melalui Konferensi Asia Afrika di Bandung.
Kunjungan PM Modi dan sambutan hangat dari Presiden Prabowo di JICC ini menjadi penutup yang manis bagi rangkaian agenda kenegaraan di Jakarta. Pertemuan ini membuktikan bahwa meskipun dinamika politik global terus berubah, fondasi sejarah dan kedekatan budaya tetap menjadi perekat utama bagi Indonesia dan India.
Dengan visi yang sejalan antara "Visi Indonesia Emas 2045" dan transformasi ekonomi India, kolaborasi kedua raksasa Asia ini diharapkan tidak hanya menguntungkan kedua negara, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi global. Malam di JICC tersebut bukan sekadar acara seremonial, melainkan manifestasi dari persahabatan tulus yang siap menghadapi tantangan masa depan bersama-sama.