Wamendagri Ribka Haluk: Pemda Wajib Alokasikan APBD Perkuat Peran PKK

masbejo.com – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menginstruksikan seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) untuk memperkuat peran Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) melalui dukungan anggaran yang memadai. Langkah strategis ini dinilai krusial guna mengakselerasi implementasi program Asta Cita demi mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.

Fakta Utama Peristiwa

Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan bahwa TP PKK bukan sekadar organisasi sosial biasa, melainkan mitra strategis pemerintah yang memiliki struktur hingga unit terkecil, yakni keluarga. Dalam Puncak Peringatan ke-54 Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK yang berlangsung di Hotel Claro, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (11/7/2026), Wamendagri Ribka Haluk menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan daerah dengan program pemberdayaan masyarakat.

Acara yang mengusung tema "Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045" ini menjadi momentum penting bagi penguatan kelembagaan PKK di seluruh Indonesia. Ribka Haluk, yang hadir mewakili Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, menyatakan bahwa keberhasilan pembangunan nasional sangat bergantung pada ketahanan keluarga yang dibina oleh PKK.

Landasan Hukum dan Dukungan Anggaran

Salah satu poin krusial yang disampaikan dalam pertemuan nasional tersebut adalah mengenai kepastian regulasi anggaran. Kemendagri telah menerbitkan Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) Nomor 900.1-861 Tahun 2026. Regulasi ini menjadi payung hukum bagi pemerintah daerah untuk mengalokasikan anggaran khusus dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) guna membiayai berbagai program PKK.

"Kami melalui Kepmendagri Nomor 900 tahun 2026 telah mengarahkan pemerintah daerah untuk menyiapkan anggaran khusus untuk pembiayaan kepada seluruh program PKK di daerah," tegas Ribka Haluk.

Terkait:  Korlantas Perpanjang One Way Tol Semarang-Solo Hingga KM 459

Ia mengingatkan bahwa meskipun daerah sedang melakukan efisiensi anggaran, hal tersebut tidak boleh menggerus komitmen terhadap program-program PKK. Menurutnya, PKK menangani urusan yang sangat mendasar dan bersentuhan langsung dengan kesejahteraan masyarakat, sehingga dukungan finansial dari Pemda bersifat wajib dan mendesak.

PKK Sebagai Ujung Tombak Pembangunan Nasional

Dalam pidatonya, Ribka Haluk menguraikan mengapa PKK menjadi instrumen vital bagi negara. Organisasi ini memiliki jaringan yang sangat luas, mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga ke tingkat desa dan dasawisma. Jaringan inilah yang menjadikan PKK sebagai ujung tombak dalam menyosialisasikan dan mengeksekusi program pembangunan.

Fokus utama penguatan PKK ke depan akan diarahkan pada beberapa sektor kunci, antara lain:

  1. Pembangunan Keluarga: Memastikan ketahanan keluarga sebagai fondasi karakter bangsa.
  2. Kualitas Pendidikan: Mendorong kesadaran pendidikan sejak dini di lingkungan keluarga.
  3. Kesehatan Masyarakat: Berperan aktif dalam penurunan angka stunting dan peningkatan kesehatan ibu dan anak.
  4. Pemberdayaan Ekonomi: Meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga melalui UMKM dan potensi lokal.

Lebih lanjut, Wamendagri menekankan bahwa peran PKK sangat dibutuhkan di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Di wilayah-wilayah tersebut, PKK seringkali menjadi jembatan utama antara kebijakan pemerintah pusat dengan kebutuhan riil masyarakat di pelosok.

Sinergi Lintas Sektoral dan Kehadiran Tokoh Nasional

Puncak peringatan HKG PKK ke-54 ini juga menjadi ajang konsolidasi lintas kementerian dan lembaga. Kehadiran sejumlah pejabat tinggi negara menunjukkan bahwa program PKK terintegrasi dengan berbagai sektor pembangunan nasional.

Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi, serta Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar. Kehadiran para menteri ini mempertegas bahwa 10 Program Pokok PKK berkaitan erat dengan isu kesehatan, perlindungan anak, dan keamanan pangan.

Selain itu, hadir pula Pelindung TP PKK Selvi Gibran Rakabuming yang didampingi oleh jajaran Solidaritas Perempuan Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih. Kehadiran Selvi Gibran Rakabuming memberikan suntikan semangat bagi para kader PKK di daerah untuk terus berinovasi. Acara ini juga dipandu oleh Ketua Umum TP PKK Tri Tito Karnavian dan disambut oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman.

Terkait:  Pria Tanpa Identitas Tewas Tertabrak KA Blambangan Ekspres di Batang

Dampak dan Implikasi bagi Pemerintah Daerah

Dengan adanya instruksi tegas dari Wamendagri dan dukungan regulasi melalui Kepmendagri Nomor 900.1-861 Tahun 2026, pemerintah daerah kini tidak memiliki alasan lagi untuk mengesampingkan program PKK. Implikasi dari kebijakan ini adalah setiap kepala daerah harus memastikan bahwa rencana kerja perangkat daerah (RKPD) mencerminkan dukungan terhadap 10 Program Pokok PKK.

Ribka Haluk mengapresiasi dedikasi seluruh kader PKK di seluruh pelosok Indonesia yang selama ini telah bekerja secara sukarela. Namun, ia menegaskan bahwa dedikasi tersebut harus didukung oleh sistem dan anggaran yang kuat agar dampaknya lebih masif dan terukur.

"PKK menjadi sebuah urusan penting yang perlu didukung oleh APBD," pungkasnya. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan TP PKK diharapkan dapat menciptakan daya dorong yang kuat untuk mencapai target-target pembangunan dalam Asta Cita, yang pada akhirnya akan membawa Indonesia menjadi negara maju pada tahun 2045.

Konteks Tambahan: Menuju Indonesia Emas 2045

Visi Indonesia Emas 2045 menuntut sumber daya manusia yang berkualitas, sehat, dan berdaya saing tinggi. Dalam konteks ini, PKK memegang peranan dalam intervensi hulu, yakni di tingkat keluarga. Melalui program-program seperti pola asuh anak, pemenuhan gizi, dan pendidikan karakter, PKK sedang menyiapkan generasi yang akan memimpin Indonesia 20 tahun dari sekarang.

Penguatan PKK di daerah juga diharapkan dapat mempercepat penyelesaian masalah-masalah sosial di tingkat lokal sebelum menjadi masalah nasional. Dengan anggaran yang memadai, PKK di tingkat desa diharapkan mampu melakukan inovasi yang relevan dengan tantangan zaman, termasuk adaptasi teknologi digital dalam pemberdayaan ekonomi keluarga.

Peringatan HKG PKK ke-54 di Makassar ini menjadi titik balik bagi penguatan posisi tawar PKK dalam struktur pembangunan daerah, memastikan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan melalui APBD benar-benar dirasakan manfaatnya oleh keluarga-keluarga di seluruh Indonesia.