Yuk!! Bisnis Jadi Pengepul Sayur, Biar Duit Ngumpul

Yuk!! Bisnis Jadi Pengepul Sayur, Biar Duit Ngumpul
Yuk!! Bisnis Jadi Pengepul Sayur, Biar Duit Ngumpul

masbejo.com– Yuk!! Bisnis Jadi Pengepul Sayur, Biar Duit Ngumpul, masbejo kali ini ga akan bicara bisnis yang muluk – muluk kaya layangan harga 5000an beli di warung sebelah. Tapi masbejo akan tulis bisnis yang jelas – jelas ada di sekitar kita tapi kadang kita meremehkan, padahal wow…hitung-hitungan hasil lumayan besar. Ya..bisnis pengepul sayuran yang umum di desa – desa, tapi bisnis ini ternyata untungnya besar.

Sebut saja yuk waginem ( bukan nama sebenarnya ) seorang pengepul sayur di tempatku, satu lagi pak lik wagito ( nama samaran ) petani sayur yang eksis dari tahun 80-an.

Dua sosok ini sudah melakukan kerjasama yang sangat ” cuanmik ” cuantik dan mikir…apaya kelanjutanya..

Ah sudahlah gatau miknya apa…anggapsaja ” Mantap ” atau keren gitu saja..

Dari penjelasan yang akan masbejo sampaikan semoga bisa menambah wawasan serta motivasi betapa pentingnya team work, solidaritas, efektivitas, produktivitas, duitisitas dan intinya tas..tas dan taslah..

Gini sob, yuk waginem tu hari – harinya kalau pagi mpe sore kerjaanya cuma tiduran didepan TV sambil liatin iphone 5 s nya dan sibuk bales chat satu persatu..

Apalagi kalau bukan tanya harga sayur ter update, wong dirinya pengepul sayur…

Siap yang tanya ? ya kaya lik wagito petani – petani sayur…

singkat cerita gini, mereka berdua antara petani dan pengepul saling bekerja sama satu sama lainya…

Si petani berusaha menghasilkan produksi sayuran yang bagus dan bisa panen dengan tonase yang tinggi, si pengepul berusaha menjualkan sayur – sayur yang petani hasilkan..

Sistemnya gini sob, petani tu panen ga langsung habis sob, mereka petik bertahap, kita contohkan saja yang mudah, petani cabai tu kalau panen 3 hari sekali dalam satu musim, jadi misal hari ini petik, 3 hari lagi petik lagi dan seterusnya..sampai habis tu cabai..

Lha setiap 3 hari sekali, yuk waginem sebagai pengepul kawakan pasti tanya ke petani ( lik wagito ).

” Gimana bro dah mulai petik cabainya ” kata yuk waginem bertanya kepada lik wagito dalam chat ” Whatsapnya”

Udah bro, siap ambil ada 10 karung ni, jreng…..!!!

Sore hari setelah panenan hari itu selesai, yuk waginem segera siapkan armada tuk ambil tu sayur ke tempat lik wagito…

Modalnya apa coba, mobil bak, pakai fortunerpun gamasalah, gerobak, becak its ok lah bro…

modal berikutnya ” dacin ” atau timbangan pikul, sama kertas sisa bungkus obat nyamuk sama pulpen ( pengganti nota sementara ).

Setelah siap meluncurlah tu yuk waginem ke lahan langsung, mantapkan pelayananya ambil barang langsung ke tempatnya…

Ditimbanglah satu persatu biasanya setiap satu karung tu isinya kurang lebih 30 Kg kalau cabai, wuih satu hari tu dapet 10 karung, edyan berarti ada 3 Kw dalam sehari…dicatet tu totalnya sama pengepul..

Wah lik wagito cair….asyikkkk…

eit …eit..eit tunggu dulu, lik wagito tu sudah puaham betul, kalau hari itu, jam itu, detik itu gabakalan dapet duit sob…

Lho ko iso ? ( lho ko bisa ? )

Ya sistemnya barang dulu, uang hari berikutnya….

Nah disini lik wagito dah ayem barangnya dah dibawa pengepul tinggal nunggu uangnya cair, mau diambil besok apa ditabung sistem mingguan…

Dalam hubungan bisnis ini, kedua orang ini sudah sangat saling – saling memahami, sebab mereka berdua tidak ingin ada yang dirugikan ok…kita lanjut jadi nanti paham..

Ok, berikutnya tinggal tugasnya yuk waginem ni, gimana caranya cabai dari likwagito bisa langsung habis dan yuk waginem dapet hasil disitu…

Di koling semua pedagang pasar dari penjuru daerah, di status wanya ” Cabai Merak Kriting dan rebonding ready 3 Kw, siap di pinang,….

Galama menunggu pedagang – pedangan pada berdatangan, ada yang ambil 30 Kg, 60 Kg dll eh ternyata sisa 60 Kg ..

Tapi pedagang tadi langsung bayar, dasar harganya darimana, pedagang tadi yang menginfokan harganya hasil dari komunitas lelang cabai, misal hari itu rata – rata 50.000 / Kg, buktikan saja seantero Indonesia raya rata – rata sama, kecuali daerah yang jauh dari pusat – pusat cabai…

Nah disini dah dapet uang tu yuk waginem,- lumayan…

Wit kan masih ada 60 Kg..untuk menghabiskan sisa cabai malam harinya eh pagi dini hari dijualah kepasar induk tu sisa cabai, yang tadi cukup dirumah…

Ok kita lanjut ni, berapa kira – kira untungnya yuk waginem yang modalnya kuota sama melek malem, kita lihat jika yang rusak dari 300 kg / 3 kw katakanlah 20 Kg saja, berarti masih ada 280 Kg kita kalikan dia ambil laba per kg . 2.000 saja maka berapa hasilnya satu hari 560.000, edyan…

Lha wa wagito ? ya kalikan aja tadi misal harga lelangnya 50.000 / kg ya kalikan 300 kg diakan segitu panenya, eit tapi biasanya dikurangi penyusutan satu karung 1-2 kg misal ada 10 ya 20 kg, pas kan sama kerusakanya tadi…

berarti dia dapet uang 50.000 x 280 berapa ya bayaranya..Rp. 11.400.000..tuhasilnya, jangan tanya labanya dia dah susah payah ngolah lahan, bayar orang tuk mbantu, biaya pestisida, pupuk dll, wajar..

Tapi kita fokus ke yu waginem, satu hari misal dapet kotor dari cabai 560.000 tu dari satu item sayur, misal banyak ada kacang panjang, terong, paria, buncis, oyong dll..tiap kgnya kita buat 500 rupiah aja, keren besar juga pendapatanya, Pegawai Negeri aja akan kalah untuk golongan 3a dalam satu harinya…

Lha disini bisa kita lihat keduanya saling membutuhkan, inilah yang namanya simbiosis mutualisme, kerjasama antara produsen dan distributor,…

Tapi kerjasama ini akan bubar jika salah satu elemen dalam bisnis ini tidak jujur, culas, menunda-nunda pembayaran dan sebagainya, tapi beberapa pengepul yang masbejo selidiki dan banyak yang baik ketimbang yang tidak, sebab mereka akan bertemu setiap hari, dan jika ada yang culas akan ketahuan kosob, sebab harga akan hampir sama setiap wilayah..

Tapi jika saling percaya maka petani ga bingung lagi dimana harus  menjualkan hasil buminya, dan pengepulpun senang, dengan bisa dikataan tanpa modal hanya kepercayaan…

Bisa kita jadikan pelajaran nisob, biasanya orang yang saling percaya dalam bisnis akan saling menjaga bisnisnya satu sama lain.. Maka akan awet tu kerja sama Dan dengan melihat bisnis diatas maka kerjasama dalam bisnis tadi sama – sama untun bareng.

Coba kalau ga ada lik wagito, yuk waginem gabakalan untung…Coba kalau ga ada yuk waginem, maka konsekuensinya lik wagito harus jual sendiri tu cabi – cabainya tapi resiko kerusakanya tinggi dan cari pelangganya susah ga kaya yuk waginem yang sudah punya chanel di US..

Baca Juga :  Bisnis Unik Pernak Pernik Barang Antik ( CB Part )

Yak kita ambil hikmah dari kerjasama kedua orang diatas, apapun bisnisnya jika kita saling menolong dan bekrerjasama maka akan sama – sama sukses dan kian kuat tu bisnis, tapi akan berbeda jika kebalikanya nanti..

Dan petani gaboleh iri, karena tanpa jasa – jasa yuk waginem – waginem maka cabai bisa berubah jadi uang. Yang penting pulsa, kuota, terisi terus dan Smartphone yang digunakan anti drop baterainya…

Sistem ini bisa kita ambil keunggulanya yaitu ( Saling menlong, tau harga pasaran sayur secara umum

Tinggalkan komentar