masbejo.com – Perjuangan panjang petugas pemadam kebakaran dalam mengatasi amuk si jago merah di pabrik sandal PT Murni Karetindo Lestari (King Stone), Cipondoh, Kota Tangerang, akhirnya membuahkan hasil setelah proses pemadaman berlangsung selama hampir 21 jam.
Fakta Utama Peristiwa
Kebakaran hebat yang melanda pabrik sandal jepit PT Murni Karetindo Lestari, atau yang lebih dikenal dengan merek King Stone, dinyatakan padam sepenuhnya pada Senin (22/6/2026) malam. Insiden yang terjadi di kawasan Cipondoh ini menjadi perhatian publik lantaran durasi pemadaman yang memakan waktu sangat lama.
Berdasarkan laporan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, api baru benar-benar bisa dikendalikan dan dipadamkan total pada pukul 19.30 WIB. Jika ditarik dari laporan awal kejadian, maka petugas telah berjibaku melawan api selama kurang lebih 21 jam.
Luas area yang terdampak kebakaran ini diperkirakan mencapai 1.000 meter persegi. Besarnya skala kebakaran dan material yang mudah terbakar di dalam pabrik membuat api dengan cepat merambat ke seluruh bagian bangunan, menyisakan kerusakan material yang signifikan.
Kronologi atau Detail Kejadian
Peristiwa kebakaran ini bermula pada Minggu (21/6) malam. Laporan pertama kali diterima oleh pihak pemadam kebakaran pada pukul 22.45 WIB. Saat itu, api dilaporkan sudah membesar di area pabrik yang berlokasi di Jalan Melati Raya, Tanah Tinggi.
Begitu menerima laporan, unit pemadam kebakaran segera dikerahkan ke lokasi. Namun, api yang sudah terlanjur besar sulit untuk dijinakkan dengan cepat. Sepanjang malam hingga pagi hari, petugas terus berupaya melakukan lokalisir agar api tidak merembet ke pemukiman warga atau bangunan di sekitarnya.
Proses pemadaman terus berlanjut hingga siang hari pada hari Senin. Petugas di lapangan harus bekerja ekstra keras karena titik api seringkali muncul kembali di bawah tumpukan material. Setelah melalui upaya tanpa henti, situasi di tempat kejadian perkara (TKP) akhirnya dinyatakan kondusif dan api padam total pada pukul 19.30 WIB.
Pernyataan atau Fakta Penting
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia S Rahman, mengonfirmasi bahwa situasi di lokasi saat ini sudah sepenuhnya terkendali. "Situasi TKP api sudah padam, pukul 19.30 WIB, total padam," ujar Andia saat memberikan keterangan resmi.
Andia juga menjelaskan alasan teknis mengapa proses pemadaman memakan waktu hingga hampir satu hari penuh. Menurutnya, karakteristik bahan baku yang ada di dalam pabrik menjadi kendala utama bagi para personel di lapangan.
"Bahan baku di pabrik sandal itu membuat penanganan kebakaran butuh waktu ekstra dan penanganan berbeda. Bahan karet, bahan baku baik padat dan cair, sehingga proses pemadaman membutuhkan lebih ekstra," jelasnya.
Untuk mengatasi kebakaran skala besar ini, kekuatan penuh dikerahkan. Total personel dan unit yang terlibat meliputi:
- 50 personel Damkar Kota Tangerang
- 19 unit mobil pemadam kebakaran
- 6 personel Koramil 01 Tangerang
- 6 personel Dinas Kesehatan (Dinkes)
- 30 personel relawan Kota Tangerang
- 40 personel tanki pertamanan
- 1 unit ambulans Dinkes
- 10 unit tanki Dinas Pertamanan
Kombinasi antara petugas pemadam, bantuan logistik air dari dinas pertamanan, serta pengamanan dari TNI dan relawan menjadi kunci dalam memutus rantai penyebaran api di area industri tersebut.
Dampak atau Implikasi
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan pendataan terkait total kerugian materiil yang dialami oleh PT Murni Karetindo Lestari. Mengingat luas bangunan yang mencapai 1.000 meter persegi dan banyaknya mesin serta bahan baku yang hangus, kerugian diprediksi mencapai angka yang sangat besar.
"Belum diketahui taksiran kerugian dari kebakaran yang terjadi. Kami masih melakukan pendataan di lapangan," tambah Andia S Rahman.
Selain kerugian materiil, dampak operasional pabrik dipastikan lumpuh total. Ratusan pekerja kemungkinan besar akan terdampak akibat terhentinya aktivitas produksi. Selain itu, dampak lingkungan berupa asap pekat dari pembakaran karet sempat menyelimuti wilayah Tanah Tinggi dan sekitarnya selama proses pemadaman berlangsung, yang berpotensi mengganggu kesehatan pernapasan warga sekitar.
Konteks Tambahan
Kebakaran di industri pengolahan karet atau pabrik sandal memiliki tingkat kesulitan yang jauh lebih tinggi dibandingkan kebakaran rumah tinggal. Karet merupakan polimer yang memiliki nilai kalor tinggi, sehingga saat terbakar, ia menghasilkan panas yang sangat intens dan asap hitam pekat yang beracun.
Sifat karet yang bisa mencair saat panas (terutama bahan baku cair yang disebutkan oleh BPBD) membuat api sulit dipadamkan hanya dengan air biasa. Seringkali, petugas memerlukan cairan pemadam khusus atau foam untuk menutup permukaan material agar oksigen tidak bisa masuk dan api benar-benar mati.
Kejadian di Cipondoh ini kembali menjadi pengingat pentingnya sistem proteksi kebakaran di area industri. Ketersediaan hydrant yang memadai, sistem sprinkler, serta manajemen risiko bahan kimia dan material mudah terbakar menjadi krusial untuk mencegah insiden serupa memakan waktu pemadaman yang begitu lama di masa depan.
Pihak kepolisian diharapkan akan segera melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti munculnya api, apakah disebabkan oleh korsleting listrik, kelalaian manusia, atau faktor teknis lainnya di dalam area produksi PT Murni Karetindo Lestari.