Bulog Serap 2.997 Ton Jagung Banten, Lampaui Target 2025

Ringkasan Peristiwa

Kapolda Banten Irjen Hengki mengumumkan keberhasilan penyerapan jagung oleh Bulog pada tahun 2025 yang mencapai 2.997,10 ton, melampaui target awal 2.863 ton. Pengungkapan ini dilakukan saat Polda Banten menggelar penanaman jagung serentak kuartal I tahun 2026 di Kampung Kabayan, Desa Mekar Baru, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, pada Sabtu (7/3/2026). Pencapaian ini menyoroti efektivitas program swasembada pangan yang diinisiasi kepolisian daerah, menunjukkan peran aktif dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Peningkatan penyerapan jagung oleh Bulog berpotensi memperkuat stok pangan dan menstabilkan harga komoditas, memberikan dampak positif bagi petani dan konsumen di tengah upaya pemerintah mencapai kemandirian pangan.

Latar Belakang dan Konteks

Program penanaman jagung serentak merupakan bagian integral dari komitmen Polda Banten untuk mendukung swasembada pangan nasional. Inisiatif ini sejalan dengan tugas Polri yang tidak hanya berfokus pada stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga aktif dalam pembangunan nasional, khususnya sektor ketahanan pangan. Kegiatan penanaman jagung ini juga merupakan bagian dari percepatan program "1 Desa 2 Hektare" yang terus diakselerasi oleh Polda Banten bersama jajaran, bertujuan untuk memaksimalkan potensi lahan pertanian di wilayah tersebut.

Kronologi Kejadian

Acara penanaman jagung serentak kuartal I tahun 2026 di Kampung Kabayan, Desa Mekar Baru, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, dihadiri oleh sejumlah pejabat penting. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Gubernur Banten Andra Soni, Wakapolda Banten Brigjen Hendra Wirawan, Danrem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, serta Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan. Setelah kegiatan di lapangan, acara dilanjutkan dengan pertemuan daring melalui Zoom Meeting yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, di mana Kapolda Hengki memaparkan progres program penanaman jagung yang telah berjalan.

Terkait:  Kematian Khamenei: Tahlil di Jakarta, Iran Hadapi Krisis Geopolitik
Kapolda Banten Ungkap Bulog Serap 2.997 Ton Jagung Hasil Panen pada 2025

Poin Penting

Dari total potensi lahan seluas 2.371 hektare yang tersedia untuk program "1 Desa 2 Hektare", Polda Banten telah berhasil menanami 1.786,9 hektare, mencapai 75,36 persen dari target yang ditetapkan. Selain itu, kolaborasi dengan Dinas Pertanian Provinsi Banten melalui program Perluasan Areal Tanam (PAT) seluas 631 hektare juga telah terealisasi 100 persen. Capaian ini berkontribusi signifikan terhadap peningkatan produksi jagung, yang kemudian berdampak pada penyerapan oleh Bulog. Pada tahun 2025, Bulog berhasil menyerap 2.997,10 ton jagung, melampaui target 2.863 ton atau mencapai 104,68 persen. Memasuki kuartal I tahun 2026, penanaman jagung serentak kembali dilaksanakan di seluruh wilayah hukum Polda Banten dengan total luas lahan mencapai 119 hektare yang tersebar di jajaran Polresta dan Polres.

Dampak dan Implikasi

Keberhasilan program penanaman jagung dan penyerapan hasil panen oleh Bulog memiliki implikasi positif terhadap upaya pemerintah dalam mencapai swasembada pangan. Peningkatan produksi dan penyerapan jagung dapat mengurangi ketergantungan pada impor, sekaligus memberikan kepastian pasar bagi petani lokal. Ini juga menunjukkan sinergi yang efektif antara lembaga kepolisian dan sektor pertanian dalam mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya di bidang ketahanan pangan, serta memperkuat stabilitas ekonomi daerah melalui peningkatan pendapatan petani.

Pernyataan Resmi

Kapolda Banten Irjen Hengki menegaskan, "Capaian tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan produksi jagung yang juga berkontribusi terhadap penyerapan hasil panen oleh Bulog pada tahun 2025. Dari target penyerapan sebesar 2.863 ton, realisasi yang dicapai mencapai 2.997,10 ton atau sebesar 104,68 persen, sehingga berhasil melampaui target yang telah ditetapkan." Ia menambahkan bahwa kegiatan penanaman jagung serentak merupakan bagian dari komitmen bersama dalam mendukung program swasembada pangan nasional, serta peran aktif Polri dalam mendukung program pembangunan nasional, khususnya pada sektor ketahanan pangan.

Terkait:  ASDP Perketat Antisipasi Arus Balik Ketapang-Gilimanuk

Perkembangan Selanjutnya

Polda Banten akan terus melanjutkan program penanaman jagung serentak di berbagai wilayah hukumnya, dengan fokus pada percepatan realisasi target lahan yang belum tertanami. Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan terus berlanjut untuk memastikan keberlanjutan program dan pencapaian target swasembada pangan di masa mendatang. Evaluasi berkala terhadap program "1 Desa 2 Hektare" juga akan dilakukan untuk mengidentifikasi potensi peningkatan dan efisiensi dalam upaya ketahanan pangan.