masbejo.com – Duel panas antara Dewa United melawan Persib Bandung di Banten International Stadium (BIS) menyisakan perdebatan panjang yang menguras emosi suporter kedua belah pihak. Meski laga berakhir imbang 2-2, sorotan tajam tertuju pada kepemimpinan wasit yang mengesahkan dua gol kontroversial milik tuan rumah.
Jalannya Pertandingan yang Menentukan
Pertandingan pekan ke-28 Super League 2025/26 ini berjalan dengan tensi tinggi sejak peluit pertama dibunyikan. Dewa United yang tampil di hadapan pendukungnya sendiri langsung mengambil inisiatif serangan. Tekanan demi tekanan dilancarkan oleh anak asuh Jan Olde Riekerink, memaksa barisan pertahanan Persib Bandung bekerja ekstra keras.
Tangsel Warriors sempat berada di atas angin setelah berhasil unggul dua gol terlebih dahulu. Gol-gol dari Alex Martins dan Ricky Kambuaya membuat stadion bergemuruh dan menempatkan Maung Bandung dalam posisi terjepit. Namun, Persib Bandung menunjukkan mentalitas juara mereka. Tidak butuh waktu lama bagi tim tamu untuk merespons.
Melalui skema serangan balik yang rapi dan eksekusi bola mati yang mematikan, Thom Haye berhasil memperkecil ketertinggalan. Momentum ini dimanfaatkan dengan baik oleh Persib Bandung hingga akhirnya Andrew Jung mencetak gol penyeimbang yang memaksa laga berakhir dengan skor 2-2. Meskipun hasil akhir berbagi poin, protes keras tetap dilayangkan kubu Persib Bandung terkait proses terjadinya dua gol Dewa United.
Momen Kunci yang Mengubah Laga
Dua gol Dewa United menjadi titik didih dalam pertandingan ini. Gol pertama menjadi polemik karena dianggap diawali oleh situasi bola yang sudah melewati garis lapangan (out). Para pemain Persib Bandung sempat berhenti sejenak karena meyakini bola sudah keluar, namun wasit tetap melanjutkan permainan hingga berujung gol.
Menanggapi hal ini, Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, memberikan penjelasan mendalam dalam Referee Workshop for Media di Jakarta. Menurut Ogawa, keterbatasan teknologi menjadi faktor utama. Di Super League, belum tersedia teknologi kamera garis gawang (goal-line technology) yang bisa memberikan akurasi instan.
"Dalam situasi ini, asisten wasit tidak memberikan sinyal bola keluar dengan mengangkat bendera. Dari posisi wasit, sangat sulit atau bahkan tidak mungkin untuk mengetahui apakah bola sudah keluar atau masih berada di dalam permainan," ujar Ogawa. Ia menekankan prinsip utama wasit: jika tidak yakin 100 persen, permainan harus dilanjutkan. Posisi asisten wasit yang berjarak 50-55 meter dari bola serta terhalang tiang gawang membuat keputusan "play on" adalah yang paling tepat secara prosedur.
Momen kunci kedua adalah gol dari Alex Martins yang dituding berbau handball. Namun, Kepala Departemen Wasit, Pratap Singh, menegaskan bahwa gol tersebut sah menurut Laws of the Game (LOTG). Berdasarkan rekaman dan analisis, bola memang mengenai tangan Alex Martins, tetapi itu terjadi setelah adanya defleksi (pantulan) dari kaki pemain terlebih dahulu.
Performa Pemain yang Jadi Sorotan
Di tengah kontroversi wasit, performa individu beberapa pemain tetap menjadi daya tarik utama. Alex Martins membuktikan dirinya sebagai predator kotak penalti yang sangat berbahaya. Penempatannya yang cerdik membuatnya selalu berada di posisi yang tepat untuk memanfaatkan peluang, termasuk gol kontroversial yang akhirnya disahkan tersebut.
Di sisi lain, Ricky Kambuaya tampil spartan melawan mantan timnya. Gelandang Timnas Indonesia ini menunjukkan determinasi tinggi di lini tengah, memutus aliran bola Persib Bandung sekaligus menjadi motor serangan Dewa United. Gol yang dicetaknya menjadi bukti bahwa ia tetap profesional meski menghadapi klub yang pernah dibelanya.
Dari kubu Persib Bandung, Thom Haye kembali menunjukkan kelasnya sebagai jenderal lapangan tengah. Visi bermain dan akurasi umpannya menjadi kunci kebangkitan Maung Bandung dari ketertinggalan dua gol. Sementara itu, Andrew Jung tampil sebagai penyelamat. Ketenangannya di depan gawang memastikan Persib Bandung tidak pulang dengan tangan hampa dari Banten.
Statistik Penting Pertandingan
Data statistik menunjukkan betapa berimbangnya kekuatan kedua tim dalam laga ini. Berikut adalah rincian angka yang menghiasi papan skor dan jalannya laga:
- Skor Akhir: Dewa United 2-2 Persib Bandung
- Penguasaan Bola: Dewa United 48% – 52% Persib Bandung
- Total Tembakan: Dewa United 12 (5 on target) – 14 (6 on target) Persib Bandung
- Pelanggaran: 15 – 13
- Kartu Kuning: 3 – 2
- Pencetak Gol: Alex Martins, Ricky Kambuaya (Dewa United); Thom Haye, Andrew Jung (Persib Bandung)
Statistik ini menggambarkan bahwa meskipun Dewa United sempat unggul, Persib Bandung sebenarnya lebih dominan dalam menciptakan peluang dan menguasai ritme permainan di babak kedua.
Dampak Hasil Ini
Hasil imbang 2-2 ini memberikan dampak yang cukup signifikan bagi kedua tim di tabel klasemen Super League 2025/26. Bagi Dewa United, kegagalan mempertahankan keunggulan dua gol menjadi kerugian besar dalam upaya mereka menembus papan atas. Mereka kehilangan dua poin krusial di kandang sendiri yang seharusnya bisa mendongkrak posisi mereka secara signifikan.
Bagi Persib Bandung, satu poin dari laga tandang yang sulit ini patut disyukuri, terutama melihat bagaimana mereka tertinggal lebih dulu. Hasil ini menjaga mentalitas tim asuhan Bojan Hodak untuk tetap bersaing di jalur perebutan juara. Namun, evaluasi lini pertahanan dipastikan akan menjadi agenda utama, mengingat betapa mudahnya mereka kebobolan di awal laga.
Keputusan Komite Wasit yang menyatakan kedua gol tersebut sah juga memberikan kepastian hukum dalam kompetisi. Meskipun perdebatan di media sosial mungkin tidak akan langsung mereda, penjelasan teknis dari Yoshimi Ogawa dan Pratap Singh memberikan edukasi penting mengenai aturan defleksi dan prinsip keraguan wasit dalam mengambil keputusan tanpa bantuan teknologi mutakhir.
Apa Selanjutnya?
Setelah drama di Banten, kedua tim harus segera mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya. Dewa United akan melakoni laga tandang yang tak kalah berat, di mana konsistensi pertahanan akan diuji selama 90 menit penuh. Jan Olde Riekerink harus memastikan anak asuhnya tidak lagi kehilangan fokus saat sudah unggul.
Sementara itu, Persib Bandung akan kembali ke kandang dengan misi meraih poin penuh. Dukungan Bobotoh diharapkan menjadi suntikan energi tambahan bagi Thom Haye dkk untuk terus menempel ketat pemuncak klasemen. Persaingan di Super League 2025/26 semakin memanas, dan setiap poin kini terasa seperti emas.
Momentum kebangkitan Persib Bandung di babak kedua laga ini harus dijaga agar tidak padam. Di sisi lain, Dewa United telah membuktikan bahwa mereka mampu merepotkan tim-tim raksasa, dan jika mereka mampu memperbaiki aspek konsentrasi, Tangsel Warriors akan menjadi ancaman serius bagi siapa pun di sisa musim ini.
Persaingan klasemen yang ketat dan tensi pertandingan yang terus meningkat menjanjikan pekan-pekan selanjutnya akan penuh dengan drama dan aksi berkelas dari para bintang lapangan hijau Indonesia.