PGN Raih Laba Rp 3,65 T: Kinerja Solid Topang Energi Nasional

Ringkasan Peristiwa Keuangan

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mencetak laba bersih Rp 3,65 triliun (US$ 215,4 juta) sepanjang 2025. Kinerja solid ini penting bagi investor yang mencari stabilitas di sektor energi, sekaligus krusial untuk keberlanjutan pasokan gas bagi industri dan rumah tangga nasional. Laporan ini berpotensi memengaruhi sentimen pasar terhadap saham energi BUMN dan menegaskan kapasitas PGN menjaga likuiditas untuk ekspansi strategis.

PGN, Subholding Gas Pertamina, mencatat pendapatan tumbuh 5% menjadi US$ 3,9 miliar atau sekitar Rp 66,25 triliun (kurs Rp 16.988) pada 2025. EBITDA stabil di US$ 971,2 juta (Rp 16,49 triliun). Posisi kas dan setara kas kuat di US$ 1,3 miliar (Rp 22,08 triliun) akhir 2025, dengan arus kas operasi positif US$ 657,1 juta (Rp 11,16 triliun). Likuiditas terjaga ini menjadi fondasi PGN mendukung pengembangan bisnis strategisnya di ekosistem energi nasional.

Posisi Isu di Lanskap Ekonomi Nasional

Kinerja positif PGN memiliki implikasi signifikan di sektor

Terkait:  Harga Daging Sapi Distabilkan: Distributor Dipaksa Turunkan Harga Rp107 Ribu