masbejo.com – Insiden kebakaran hebat melanda sebuah bangunan dua lantai yang digunakan sebagai tempat pijat dan refleksi di kawasan Jalan Pajajaran, Bogor Timur, Kota Bogor, pada Kamis (4/6/2026) pagi. Kebakaran yang diduga dipicu oleh korsleting listrik ini menghanguskan area interior gedung dan mengakibatkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp 500 juta.
Fakta Utama Peristiwa
Peristiwa kebakaran ini menimpa sebuah unit usaha jasa kebugaran yang berlokasi di salah satu jalur utama Kota Bogor. Api dilaporkan mulai berkobar saat aktivitas di sekitar lokasi masih tergolong sepi, yakni sekitar pukul 06.32 WIB.
Berdasarkan laporan dari lapangan, objek yang terbakar merupakan gedung permanen dua lantai. Titik api pertama kali terdeteksi di lantai dua, tepatnya di area yang difungsikan sebagai ruang pelayanan premium atau VVIP. Beruntung, kesigapan petugas pemadam kebakaran berhasil melokalisir api sehingga tidak merembet ke bangunan komersial lain yang berada di sekitarnya.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Damkar Kota Bogor, M Ade Nugraha, mengonfirmasi bahwa penyebab sementara kebakaran ini adalah kegagalan sistem kelistrikan. "Objek yang terbakar gedung refleksi dan pijat. Sumber api atau penyebab diduga korsleting listrik," ujar M Ade Nugraha dalam keterangan resminya.
Kronologi atau Detail Kejadian
Kronologi bermula ketika sejumlah karyawan tempat pijat tersebut sedang beristirahat di sebuah bangunan yang terletak tepat di seberang lokasi kejadian. Karena posisi mereka yang terhalang jalan, para karyawan tidak menyadari bahwa api sudah mulai melahap bagian atas tempat kerja mereka.
Keberadaan api justru pertama kali diketahui oleh petugas keamanan dari sebuah dealer kendaraan yang berada di dekat lokasi. Saksi mata melihat kepulan asap hitam pebal keluar dari celah atap lantai dua. Petugas keamanan tersebut segera berlari memberikan peringatan kepada para karyawan panti pijat yang masih tertidur.
"Awal mula terjadinya kebakaran, karyawan tidur di seberang lokasi kebakaran. Saat terjadi, saksi tidak mengetahui adanya api. Api diketahui petugas keamanan Dealer dan langsung memberitahu karyawan setempat," jelas M Ade Nugraha.
Setelah diperiksa, api ternyata sudah membesar di plafon Room VVIP di lantai dua. Material bangunan yang mudah terbakar, seperti kasur busa, sekat ruangan, dan perlengkapan refleksi, membuat api dengan cepat menjalar ke seluruh bagian lantai atas.
Pernyataan atau Fakta Penting
Dalam upaya memadamkan api, Dinas Damkar Kota Bogor mengerahkan kekuatan penuh dari tiga pos berbeda. Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi, masing-masing berasal dari Sektor Sukasari, Yasmin, dan Cibuluh.

Proses pemadaman berlangsung cukup dramatis karena asap hitam pebal sempat membumbung tinggi dan terlihat dari kejauhan, mengingat lokasi kejadian berada di Jalan Pajajaran yang merupakan urat nadi transportasi di Kota Bogor. Petugas membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk benar-benar memastikan api padam dan area dinyatakan aman.
"Kondisi terakhir api berhasil dipadamkan. Lama pemadaman 1 jam 30 menit, lama pendinginan 40 menit," tambah M Ade Nugraha.
Tahap pendinginan (cooling) dilakukan secara intensif untuk memastikan tidak ada bara api yang tersembunyi di balik reruntuhan plafon atau material kayu, yang berpotensi memicu api kembali menyala (re-ignition).
Dampak atau Implikasi
Meskipun kebakaran ini tergolong besar dan menghanguskan sebagian besar aset di lantai dua, dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Seluruh karyawan berhasil menyelamatkan diri sebelum api mengepung seluruh bangunan.
Namun, dari sisi ekonomi, dampak yang ditimbulkan cukup signifikan. Pemilik usaha harus menelan kerugian yang diperkirakan mencapai Rp 500 juta. Angka ini mencakup kerusakan struktur bangunan lantai dua, peralatan pijat modern, fasilitas VVIP, serta instalasi interior yang hangus total.
Selain kerugian materiil, operasional tempat pijat dan refleksi ini dipastikan lumpuh total untuk sementara waktu. Garis polisi telah dipasang di lokasi kejadian guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Konteks Tambahan
Insiden kebakaran akibat korsleting listrik di bangunan komersial menjadi pengingat penting bagi para pelaku usaha di Kota Bogor. Penggunaan perangkat elektronik yang beroperasi hampir 24 jam, seperti pendingin ruangan (AC) dan sistem pencahayaan di tempat refleksi, memerlukan perawatan instalasi listrik secara berkala.
Jalan Pajajaran sendiri merupakan kawasan padat bangunan komersial, mulai dari perkantoran, dealer, hingga pusat kuliner. Kecepatan respons dari Dinas Damkar Kota Bogor dalam menangani kebakaran di wilayah ini sangat krusial untuk mencegah terjadinya kebakaran blok yang bisa berdampak lebih luas pada ekonomi kota.
Pihak berwenang mengimbau kepada seluruh pemilik gedung di Kota Bogor untuk secara rutin melakukan audit kelistrikan dan menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang memadai di setiap lantai bangunan. Hal ini penting sebagai langkah preventif awal sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi jika terjadi keadaan darurat.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi kejadian sudah kondusif, meskipun sisa-sisa bau hangus masih tercium di sekitar Jalan Pajajaran. Arus lalu lintas yang sempat tersendat akibat banyaknya warga yang melihat proses pemadaman kini telah kembali normal.