masbejo.com – Polresta Bogor Kota tengah menyelidiki aksi pencurian baterai lithium di sebuah tower penyedia jasa internet di kawasan Sukasari, Bogor Timur, yang terekam kamera CCTV dan viral di media sosial.
Fakta Utama Peristiwa
Aksi kriminalitas yang menyasar infrastruktur telekomunikasi kembali terjadi di wilayah hukum Kota Bogor, Jawa Barat. Kali ini, sebuah video yang memperlihatkan dugaan aksi pencurian baterai tower di Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, menjadi perbincangan hangat di jagat maya setelah rekamannya tersebar luas.
Pihak kepolisian melalui Polresta Bogor Kota telah mengonfirmasi bahwa peristiwa tersebut benar-benar terjadi. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, barang yang digondol oleh para pelaku adalah baterai jenis lithium, yang merupakan komponen vital bagi keberlangsungan operasional menara telekomunikasi.
Insiden ini dilaporkan terjadi pada Kamis, 18 Juni 2026. Meski kejadiannya sudah berlangsung beberapa pekan lalu, video rekaman CCTV yang memperlihatkan gerak-gerik para pelaku baru-baru ini viral dan memicu keresahan warga serta pelaku industri jasa internet di wilayah tersebut.
Kronologi atau Detail Kejadian
Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, aksi pencurian ini dilakukan secara terencana oleh sekelompok orang. Dalam video tersebut, terlihat tiga orang pria yang diduga kuat sebagai pelaku sedang melintasi sebuah gang sempit di pemukiman warga di Sukasari.
Awalnya, ketiga pria tersebut tampak berjalan masuk menuju arah lokasi tower berada. Tidak berselang lama, kamera pengawas kembali menangkap momen saat ketiganya berjalan keluar meninggalkan lokasi. Namun, kali ini salah satu dari mereka terlihat menggotong sebuah benda yang diduga kuat sebagai baterai lithium hasil curian dari tower tersebut.
Para pelaku tampak cukup tenang saat melakukan aksinya, memanfaatkan situasi lingkungan yang mungkin sedang sepi. Identitas ketiga pria tersebut saat ini sedang dalam proses identifikasi oleh tim penyidik berdasarkan ciri-ciri fisik dan pakaian yang terekam dalam kamera pengawas.
Pernyataan atau Fakta Penting
Kasi Humas Polresta Bogor Kota, Ipda Imam Dwi, memberikan keterangan resmi terkait perkembangan kasus ini. Ia membenarkan bahwa tim dari Polresta Bogor Kota telah diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan bukti-bukti awal.
"Sudah dicek ke lokasi, benar telah terjadi pencurian baterai lithium," ungkap Ipda Imam Dwi saat dikonfirmasi pada Kamis, 2 Juli 2026.
Lebih lanjut, Imam menjelaskan bahwa tower yang menjadi sasaran pencurian tersebut adalah milik salah satu perusahaan penyedia jasa internet (Internet Service Provider/ISP). Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan mendalam sembari menunggu pihak korban atau perusahaan terkait untuk melengkapi laporan kepolisian secara resmi.
"Pelaku diketahui melalui CCTV diduga berjumlah tiga orang," tambah Imam. Polisi kini tengah mendalami rute pelarian pelaku dan mencari saksi-saksi tambahan di sekitar lokasi kejadian untuk mempercepat proses penangkapan.
Dampak atau Implikasi
Pencurian baterai lithium pada tower telekomunikasi bukan sekadar tindak pidana pencurian biasa, melainkan memiliki dampak luas terhadap kepentingan publik. Baterai lithium pada menara telekomunikasi berfungsi sebagai cadangan daya (power backup) utama.
Apabila terjadi gangguan listrik dari PLN, baterai inilah yang menjaga agar tower tetap berfungsi sehingga layanan internet dan komunikasi seluler di wilayah tersebut tidak terputus. Dengan hilangnya baterai tersebut, stabilitas jaringan internet di kawasan Sukasari dan sekitarnya terancam lumpuh total saat terjadi pemadaman listrik.
Selain kerugian layanan bagi masyarakat, pihak penyedia jasa internet juga mengalami kerugian material yang cukup besar. Harga satu unit baterai lithium untuk tower telekomunikasi tergolong mahal, mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah, tergantung pada kapasitas dan merknya. Hal ini juga menambah beban biaya operasional perusahaan untuk melakukan perbaikan dan pengadaan perangkat baru.
Konteks Tambahan
Kasus pencurian komponen tower telekomunikasi, terutama baterai lithium, memang kerap menjadi incaran sindikat spesialis. Baterai jenis ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi di pasar gelap karena komponen di dalamnya dapat didaur ulang atau dijual kembali untuk kebutuhan sistem energi surya dan perangkat elektronik lainnya.
Kejadian di Bogor Timur ini menambah daftar panjang tantangan keamanan bagi perusahaan infrastruktur digital di Indonesia. Pengamanan lokasi tower yang seringkali berada di area terbuka atau pemukiman padat memang menjadi titik lemah yang sering dimanfaatkan oleh para pelaku kriminal.
Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar menara telekomunikasi, terutama jika dilakukan oleh orang yang tidak menggunakan seragam resmi atau identitas perusahaan yang jelas.
Hingga berita ini diturunkan, Polresta Bogor Kota masih terus memburu tiga orang terduga pelaku. Polisi optimis dengan adanya bukti rekaman CCTV yang cukup jelas, identitas para pelaku dapat segera terungkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.